Berjalan … dan Mengaso … dalam Iman

Derek Prince
*First Published: 2008
*Last Updated: Maret 2026
2 min read
Hanya ada satu alasan dasar mengapa bangsa Israel pada akhirnya tidak memasuki tanah warisan pemberian Tuhan, dan itu adalah karena mereka tidak percaya. Hal yang sama juga bisa menyebabkan kita tidak dapat memperoleh jatah warisan. Penulis surat Ibrani menyamakan keadaan yang dihadapi bangsa Israel dengan keadaan kita:
“Tetapi firman pemberitaan itu tidak berguna bagi mereka, karena tidak bertumbuh bersama-sama oleh iman dengan mereka yang mendengarnya” (Ibrani 4:2).
Bisa saja kita mendengar Firman Tuhan, tetapi jika kita tidak beriman, maka Firman itu tidak membawa kebaikan bagi kita atau mendatangkan berkat dari Tuhan. Supaya Sabda Tuhan benar-benar terwujud dalam kehidupan kita, diperlukan iman.
Selanjutnya dikatakan di ayat berikutnya:
“Sebab kita yang beriman, akan masuk ke tempat perhentian” (ayat 3).
Iman yang sungguh membuat hati tenang. Sudahkah saudara juga memiliki ketenangan/ keteduhan yang dikarenakan iman itu? Sudahkah saudara memenuhi syarat yang diberikan? Atau mungkinkah saudara dalam keadaan bahaya, karena mengeraskan hatimu seperti bani Israel? Karena bangsa Israel kurang percaya, akhirnya mereka tidak mendapatkan apa yang sesungguhnya Tuhan sediakan. Betapa menyedihkan, seandainya hal semacam itu terjadi juga dengan kita dewasa ini! Namun menurut penulis surat Ibrani itu, hal itu bisa saja terjadi – bahkan, pasti akan terjadi – jika kita tidak sungguh-sungguh serius berusaha memasuki istirahat/ keteduhan itu.
Beberapa ayat kemudian dalam surat Ibrani itu kita membaca, penerapan praktis dari pelajaran yang diberikan:
“Karena itu baiklah kita berusaha untuk masuk ke dalam perhentian itu, supaya jangan seorang pun jatuh karena mengikuti contoh ketidak-taatan itu juga.” (Ibrani 4:11).
Ayat itu dimulai dengan kata-kata “Karena itu.” Jadi, sebaiknya kita jangan salah kaprah seperti bani Israel di era Perjanjian Lama itu. Marilah kita menjaga diri, jangan sampai menjadi orang yang kurang percaya pada akhirnya. Marilah kita bersungguh-sungguh hidup dengan iman, menjaga dan meningkatkan iman kita serta saling mengobarkan iman yang kita miliki. Janganlah kita membuat kesalahan besar dan menyedihkan seperti bani Israel yang menjadi kurang beriman pada akhirnya. Jangan lupa, ada hubungan sebab-dan-akibat yang bersifat langsung antara sikap kurang beriman dan sikap tidak taat (memberontak).
*Prayer Response
Terima kasih, Tuhan, atas janji bahwa kami dapat memasuki istirahat-Mu. Ku-deklarasikan, iman yang benar membawaku ke dalam istirahat. Aku akan berjaga jangan sampai tidak mendapatkan istirahat/ keteduhan di dalam Kristus. Amin.
Kode: WD-B097-287-IND