Menikmati Ciptaan-Nya

Derek Prince
*First Published: 2008
*Last Updated: Maret 2026
2 min read
Kita sering berbicara soal persepuluhan, yaitu yang kita diminta memberi kepada Tuhan dari sumber daya keuangan kita. Tetapi bagaimana mengenai waktu yang diminta Tuhan? Tuhan meminta bangsa Israel untuk memberikan satu hari seminggu, berarti secara proporsional lebih banyak daripada tuntutan Tuhan mengenai harta benda mereka.
Berapa banyakkah orang-orang dalam gereja di masa sekarang yang benar-benar memberi kepada Tuhan satu hari seminggu? Tidak heran kalau begitu banyak orang mengalami nervous breakdown (gangguan saraf). Ada begitu banyak orang yang sibuk sekali dan tak pernah bisa diam, dan mereka selalu saja frustrasi, namun pekerjaan mereka tidak kunjung selesai juga.
Tuhan-lah yang pertama kali memutuskan untuk beristirahat. Ia bekerja, dan sesudah itu beristirahat. Saya mempunyai seorang teman warga Arab Palestina, dan ia memiliki sejumlah usaha restoran. Ia pun berkata: “Tuhan bekerja bukannya karena mempunyai keluarga besar yang harus diberi makan. Dan Tuhan tidak juga beristirahat karena Ia menjadi lelah. Tujuan Dia bekerja jauh lebih mulia, karena Ia adalah Sang Pencipta.”
Saya percaya, Tuhan beristirahat sebab Ia ingin menikmati apa yang telah diciptakan-Nya. Sesungguhnya, hidup manusia akan menjadi kacau jikalau tidak pernah menyisihkan waktu untuk menikmati apa yang telah ia ciptakan atau hasilkan.
Hal manakah yang lebih memerlukan iman: bekerja atau beristirahat? Bangsa Israel akhirnya gagal memasuki perhentian itu sebab mereka tidak beriman. Mengapakah orang Kristen pun sulit untuk berhenti dengan kesibukan? Juga karena ia tidak percaya. Itulah akar penyebab dari masalah yang kita hadapi.
Kita bisa relaks karena mengetahui bahwa Tuhan sendiri yang menyuruh begitu. Dulu saya dan istri sering bepergian pada masa “vakansi”. Tetapi vakansi itu sesungguhnya berarti kita sedang tiada mempunyai pekerjaan yang harus dilakukan. Kata dasarnya vacant (artinya, kosong). Meskipun demikian, suatu waktu baik juga untuk tidak mempunyai apa-apa yang harus dikerjakan.
Tetapi akhirnya kami sependapat bahwa sebenarnya istilah “vakansi” itu salah. Sebagai gantinya kami menyebut musim liburan itu sebagai holiday (hari raya), yang semula sebenarnya berarti “holy day” (hari yang suci). Tuhan menunjukkan kepada kami bahwa tidak pernah berlibur/ beristirahat itu sesungguhnya adalah dosa.
Dalam jadwal penanggalan bangsa Israel ada banyak hari suci (hari raya) yang ditetapkan oleh Tuhan sendiri. Tidak ada pilihan lain bagi bangsa Israel. Hari-hari raya itu merupakan hari yang ditetapkan Tuhan sendiri, bukan karena ada yang mau bermalas-malasan pada waktu itu, tetapi sebab Tuhan menyuruh mereka berlibur/ beristirahat.
*Prayer Response
Terima kasih, Tuhan, atas janji bahwa kami dapat memasuki istirahat-Mu. Ku-deklarasikan, Tuhan mengaso untuk menikmati ciptaan-Nya, dan aku pun akan demikian. Aku akan berjaga jangan sampai tidak mendapatkan istirahat/ keteduhan di dalam Kristus. Amin.
Kode: WD-B097-286-IND