Logo
Logo
Learn
Buku-bukuKursus AlkitabSumber
PenjangkauanTentang
Indonesia Flag Icon

Menu

  • Home
  • Learn +
    • Penjangkauan
    • Tentang +
      • Bergabung +
        • Kontak +

            Dapatkan eBook Gratis

            Mulailah koleksi Derek Prince anda dengan eBook gratis berjudul Bagaimana Beralih Dari Kutuk Kepada Berkat saat anda berlangganan buletin kami.

            Pengajaran Alkitab Gratis
            Logo
            Logo
            HomeLearnPenjangkauanTentangBerikan Donasi

            Hak Cipta © 2026 Pelayanan Derek Prince. Seluruh hak cipta

            KontakKerahasiaan PribadiHak CiptaLicensesPeta Situs
            Rumah
            Sumber
            Menikmati Ciptaan-Nya

            Menikmati Ciptaan-Nya

            Derek Prince

            Derek Prince

            Menyukai
            Membagikan
            Bahasa Indonesia

            *Article Language

            Kirimkan Kesaksian

            Menawarkan

            Memberi

            *First Published: 2008

            *Last Updated: Maret 2026

            2 min read

            Perintah Allah untuk beristirahat satu hari dalam tujuh hari adalah tuntutan yang lebih besar daripada persepuluhan, namun banyak dari kita gagal menaati-Nya karena ketidakpercayaan. Istirahat yang sejati bukanlah kemalasan, melainkan tindakan iman yang kudus yang memungkinkan kita menikmati segala sesuatu yang telah Allah ciptakan.

            Kita sering berbicara soal persepuluhan, yaitu yang kita diminta memberi kepada Tuhan dari sumber daya keuangan kita. Tetapi bagaimana mengenai waktu yang diminta Tuhan? Tuhan meminta bangsa Israel untuk memberikan satu hari seminggu, berarti secara proporsional lebih banyak daripada tuntutan Tuhan mengenai harta benda mereka.

            Berapa banyakkah orang-orang dalam gereja di masa sekarang yang benar-benar memberi kepada Tuhan satu hari seminggu? Tidak heran kalau begitu banyak orang mengalami nervous breakdown (gangguan saraf). Ada begitu banyak orang yang sibuk sekali dan tak pernah bisa diam, dan mereka selalu saja frustrasi, namun pekerjaan mereka tidak kunjung selesai juga.

            Tuhan-lah yang pertama kali memutuskan untuk beristirahat. Ia bekerja, dan sesudah itu beristirahat. Saya mempunyai seorang teman warga Arab Palestina, dan ia memiliki sejumlah usaha restoran. Ia pun berkata: “Tuhan bekerja bukannya karena mempunyai keluarga besar yang harus diberi makan. Dan Tuhan tidak juga beristirahat karena Ia menjadi lelah. Tujuan Dia bekerja jauh lebih mulia, karena Ia adalah Sang Pencipta.”

            Saya percaya, Tuhan beristirahat sebab Ia ingin menikmati apa yang telah diciptakan-Nya. Sesungguhnya, hidup manusia akan menjadi kacau jikalau tidak pernah menyisihkan waktu untuk menikmati apa yang telah ia ciptakan atau hasilkan.

            Hal manakah yang lebih memerlukan iman: bekerja atau beristirahat? Bangsa Israel akhirnya gagal memasuki perhentian itu sebab mereka tidak beriman. Mengapakah orang Kristen pun sulit untuk berhenti dengan kesibukan? Juga karena ia tidak percaya. Itulah akar penyebab dari masalah yang kita hadapi.

            Kita bisa relaks karena mengetahui bahwa Tuhan sendiri yang menyuruh begitu. Dulu saya dan istri sering bepergian pada masa “vakansi”. Tetapi vakansi itu sesungguhnya berarti kita sedang tiada mempunyai pekerjaan yang harus dilakukan. Kata dasarnya vacant (artinya, kosong). Meskipun demikian, suatu waktu baik juga untuk tidak mempunyai apa-apa yang harus dikerjakan.

            Tetapi akhirnya kami sependapat bahwa sebenarnya istilah “vakansi” itu salah. Sebagai gantinya kami menyebut musim liburan itu sebagai holiday (hari raya), yang semula sebenarnya berarti “holy day” (hari yang suci). Tuhan menunjukkan kepada kami bahwa tidak pernah berlibur/ beristirahat itu sesungguhnya adalah dosa.

            Dalam jadwal penanggalan bangsa Israel ada banyak hari suci (hari raya) yang ditetapkan oleh Tuhan sendiri. Tidak ada pilihan lain bagi bangsa Israel. Hari-hari raya itu merupakan hari yang ditetapkan Tuhan sendiri, bukan karena ada yang mau bermalas-malasan pada waktu itu, tetapi sebab Tuhan menyuruh mereka berlibur/ beristirahat.

            *Prayer Response

            Terima kasih, Tuhan, atas janji bahwa kami dapat memasuki istirahat-Mu. Ku-deklarasikan, Tuhan mengaso untuk menikmati ciptaan-Nya, dan aku pun akan demikian. Aku akan berjaga jangan sampai tidak mendapatkan istirahat/ keteduhan di dalam Kristus. Amin.

            Aku Sudah Berdoa
            Menyukai
            Membagikan
            Expand Content

            What People Say

            See how Menikmati Ciptaan-Nya has impacted lives across the globe.

            "I've applied the Biblical principles on family relationships from this teaching, and it has completely restored harmony in our home. My teenagers and I now have meaningful conversations about faith, and my marriage has been strengthened in ways I never thought possible."
            Elena R., Brazil
            "The teachings on spiritual warfare completely transformed my approach to daily challenges. I used to feel overwhelmed by life's obstacles, but now I understand how to stand firm in faith. This teaching gave me practical tools I use every single day."
            Sarah K., California
            "After 20 years of struggling with unforgiveness, the Biblical principles shared in this teaching helped me release the bitterness I had been carrying. The step-by-step approach to forgiveness wasn't just theory—it actually worked in my life when nothing else had."
            Michael T., United Kingdom
            "As a new Christian, I was confused about many aspects of faith. These teachings provided clear, Scripture-based explanations that helped build my foundation. I'm especially grateful for how the content made complex concepts accessible without watering down the truth."
            Priya M., India
            "The teaching on God's sovereignty during difficult times came to me exactly when I needed it most. After losing my job and facing health challenges, this message reminded me that God remains in control. It gave me hope when I had none left."
            James L., Australia
            "I've applied the Biblical principles on family relationships from this teaching, and it has completely restored harmony in our home. My teenagers and I now have meaningful conversations about faith, and my marriage has been strengthened in ways I never thought possible."
            Elena R., Brazil
            "The teachings on spiritual warfare completely transformed my approach to daily challenges. I used to feel overwhelmed by life's obstacles, but now I understand how to stand firm in faith. This teaching gave me practical tools I use every single day."
            Sarah K., California

            Kode: WD-B097-286-IND

            Hadiah
            Memberi
            Kirim Masukan