Logo
Logo
Learn
Buku-bukuKursus AlkitabSumber
PenjangkauanTentang
Indonesia Flag Icon

Menu

  • Home
  • Learn +
    • Penjangkauan
    • Tentang +
      • Bergabung +
        • Kontak +

            Dapatkan eBook Gratis

            Mulailah koleksi Derek Prince anda dengan eBook gratis berjudul Bagaimana Beralih Dari Kutuk Kepada Berkat saat anda berlangganan buletin kami.

            Pengajaran Alkitab Gratis
            Logo
            Logo
            HomeLearnPenjangkauanTentangBerikan Donasi

            Hak Cipta © 2026 Pelayanan Derek Prince. Seluruh hak cipta

            KontakKerahasiaan PribadiHak CiptaLicensesPeta Situs
            Rumah
            Sumber
            Percaya dan Memasuki Perhentian

            Percaya dan Memasuki Perhentian

            Derek Prince

            Derek Prince

            Menyukai
            Membagikan
            Bahasa Indonesia

            *Article Language

            Kirimkan Kesaksian

            Menawarkan

            Memberi

            *First Published: 2008

            *Last Updated: Maret 2026

            2 min read

            Alkitab mengungkapkan suatu perhentian yang mendalam dari Allah, yang hanya tersedia bagi mereka yang telah menaruh iman mereka kepada-Nya. Ini bukanlah perhentian karena kelelahan, melainkan kemampuan ilahi untuk berhenti dari usaha-usaha kita sendiri dan menemukan sukacita yang sejati, sama seperti Allah beristirahat setelah menyelesaikan karya Penciptaan-Nya.
            “Sebab kita yang beriman, akan masuk ke tempat perhentian seperti yang Ia katakan: ‘Sehingga Aku bersumpah dalam murka-Ku: Mereka takkan masuk ke tempat perhentian-Ku’ [kutipan dari Mazmur 95], sekalipun pekerjaan-Nya sudah selesai sejak dunia dijadikan. Sebab tentang hari ketujuh pernah dikatakan di dalam suatu nas: ‘Dan Allah berhenti pada hari ketujuh dari segala pekerjaan-Nya.’ Dan dalam nas itu kita baca: ‘Mereka takkan masuk ke tempat perhentian-Ku.’ (Ibrani 4:3–5)”

            Di ayat ini, dalam teks bahasa Yunani kata ‘beriman” atau “percaya” merupakan kata kerja dalam bentuk lampau (artinya, sudah percaya). Tetapi “masuk” merupakan kata kerja dalam bentuk sekarang (present tense). Jadi, sebelum bisa memasuki perhentian Tuhan, kita harus sudah menjadi orang percaya terlebih dahulu. Kita tidak disuruh lagi untuk mulai percaya. Kita telah memutuskan untuk percaya, dan atas dasar itulah kita dapat memasuki perhentian tersebut. Orang yang setiap kali harus dibangkitkan lagi imannya, tidak memenuhi syarat untuk masuk. Hanya kita yang sudah percaya dapat memasuki perhentian/ keteduhan itu.

            Mengenai tema perhentian ini, marilah kita membuka PL sejenak. Di Kejadian 2:2 tertulis:

            “Ketika Allah pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuat-Nya itu, berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu.”

            Tuhan berhenti dari segala pekerjaan-Nya. Tentu itu bukan karena Tuhan mengalami kelelahan. Tidak, Ia memang senang dan suka untuk relaks. Sepertinya Ia “duduk menyandarkan badan” dan memandang kembali semua yang telah dibuat-Nya, dan mengambil waktu untuk menikmati hasil ciptaan-Nya.

            Berapa banyak kita yang suka meluangkan waktu untuk menikmati hal-hal yang telah kita kerjakan atau yang kita buat? Hari-hari ini, begitu selesai mengerjakan sesuatu, kebanyakan orang sudah sibuk lagi memulai sesuatu yang lain. Tetapi Tuhan memberi contoh, bahwa Ia mengambil waktu untuk menikmati pekerjaan-Nya setelah selesai. Apapun yang mungkin telah kita kerjakan, adalah sesuatu yang saleh (meniru Tuhan) untuk bersantai dan menikmatinya. Sesungguhnya, kemampuan untuk relaks merupakan suatu kemampuan ilahi.

            *Prayer Response

            Terima kasih, Tuhan, atas janji bahwa kami dapat memasuki istirahat-Mu. Ku-deklarasikan, salah satu kenikmatan yang Tuhan ingin bagikan adalah istirahat-Nya – Ia ingin agar aku juga memasuki istirahat yang Ia nikmati. Aku akan berjaga jangan sampai tidak mendapatkan istirahat/ keteduhan di dalam Kristus. Amin.

            Aku Sudah Berdoa
            Menyukai
            Membagikan
            Expand Content

            What People Say

            See how Percaya dan Memasuki Perhentian has impacted lives across the globe.

            "I've applied the Biblical principles on family relationships from this teaching, and it has completely restored harmony in our home. My teenagers and I now have meaningful conversations about faith, and my marriage has been strengthened in ways I never thought possible."
            Elena R., Brazil
            "The teachings on spiritual warfare completely transformed my approach to daily challenges. I used to feel overwhelmed by life's obstacles, but now I understand how to stand firm in faith. This teaching gave me practical tools I use every single day."
            Sarah K., California
            "After 20 years of struggling with unforgiveness, the Biblical principles shared in this teaching helped me release the bitterness I had been carrying. The step-by-step approach to forgiveness wasn't just theory—it actually worked in my life when nothing else had."
            Michael T., United Kingdom
            "As a new Christian, I was confused about many aspects of faith. These teachings provided clear, Scripture-based explanations that helped build my foundation. I'm especially grateful for how the content made complex concepts accessible without watering down the truth."
            Priya M., India
            "The teaching on God's sovereignty during difficult times came to me exactly when I needed it most. After losing my job and facing health challenges, this message reminded me that God remains in control. It gave me hope when I had none left."
            James L., Australia
            "I've applied the Biblical principles on family relationships from this teaching, and it has completely restored harmony in our home. My teenagers and I now have meaningful conversations about faith, and my marriage has been strengthened in ways I never thought possible."
            Elena R., Brazil
            "The teachings on spiritual warfare completely transformed my approach to daily challenges. I used to feel overwhelmed by life's obstacles, but now I understand how to stand firm in faith. This teaching gave me practical tools I use every single day."
            Sarah K., California

            Kode: WD-B097-285-IND

            Hadiah
            Memberi
            Kirim Masukan