Mengingatkan Tuhan

Derek Prince
*First Published: 2008
*Last Updated: Maret 2026
2 min read
“Semoga para pencintamu aman sentosa”
Di Yesaya pasal 62 Tuhan mengajak umat-Nya untuk berdoa khusus untuk kota Yerusalem secara sungguh-sungguh dan tiada jemu-jemunya:
“Di atas tembok-tembokmu, hari Yerusalem, telah Ku-tempatkan pengintai-pengintai. Sepanjang hari dan sepanjang malam, mereka tidak akan pernah berdiam diri. Hai kamu yang harus mengingatkan TUHAN kepada Sion, janganlah kamu tinggal tenang dan janganlah biarkan Dia tinggal tenang, sampai Ia menegakkan Yerusalem dan sampai Ia membuatnya menjadi kemasyhuran di bumi. (Yesaya 62:6–7)”
Dalam PB Yesus menceritakan perumpamaan mengenai seorang hakim yang kurang adil, dan seorang janda yang tiada jemu-jemu meminta pertolongannya. Cerita itu diakhiri Yesus dengan sebuah pertanyaan:
“Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya? (Lukas 18:7)”
Kedua kutipan ayat yang tersebut di atas menunjukkan bahwa ada pokok doa tertentu yang sedemikian penting dan waktunya sedemikian mendesak, sehingga semestinya didoakan bukan hanya pada siang hari, tetapi juga pada malam hari. Salah satu pokok doa itu adalah untuk pemulihan kembali kota Yerusalem kepada kejayaannya yang semula.
Nabi Yesaya menggambarkan para “pengintai” tersebut sebagai “kamu yang harus mengingatkan TUHAN”. Menarik sekali, kata bahasa Ibrani yang dipakai di sini. Dalam bahasa Ibrani modern itulah kata yang dipakai untuk seorang “sekretaris”. Salah satu tugas penting dari sekretaris adalah harus mengingatkan majikannya mengenai janji-janji pertemuan yang terdapat dalam jadwal kerjanya.
Dengan demikian kita melihat sesuatu yang sungguh praktis. Jadi, Tuhan menghendaki agar kita berdoa bagi Yerusalem. Sebagai “sekretaris yang merangkap tugas pendoa syafaat” kita mempunyai dua tanggung jawab penting: pertama, kita harus benar-benar mengetahui jadwal kerja Tuhan secara profetik (menurut nubuat-nubuat); kedua, kita harus mengingatkan Tuhan akan janji-janji yang terdapat dalam agenda-Nya. Salah satu janji itu adalah komitmen Tuhan untuk memulihkan kembali bangsa Israel dan membangun kembali kota Yerusalem.
*Prayer Response
Terima kasih, Tuhan, untuk berkat yang Kaujanjikan bagi para pencinta Israel. Ku-deklarasikan, aku akan terus mengingatkan Tuhan “sampai Ia mendirikan Yerusalem dan menjadikan dia puji-pujian seluruh dunia.” Aku berdoa bagi kesejahteraan Yerusalem: “Semoga para pencintamu mendapat aman sentosa.” Amin.
Kode: WD-B097-277-IND