Tuhan Memulihkan Umat-Nya

Derek Prince
*First Published: 2008
*Last Updated: Maret 2026
2 min read
“Semoga para pencintamu aman sentosa”
Panggilan untuk berdoa bagi Yerusalem ditujukan kepada kepada semua orang yang sungguh percaya bahwa Alkitab adalah Firman Tuhan yang berwenang. Sesungguhnya Tuhan menuntut seluruh umat-Nya, dari segala bangsa dan segala latar belakang, supaya mereka perduli terhadap kesejahteraan (kedamaian) sebuah kota tertentu: Yerusalem. Di balik ini ada suatu alasan yang cukup praktis. Rencana Tuhan bagi zaman sekarang akan mencapai puncaknya ketika Kerajaan Allah terwujud pada akhirnya. Sesungguhnya, setiap kali kita menyampaikan kata-kata “Datanglah kerajaan-Mu” yang sudah terbiasa kita doakan, kita menyelaraskan diri dengan tujuan tersebut.
(Lihat, misalnya Matius 6:10.)
Tetapi jangan lupa bahwa doa itu selanjutnya berkata:
“Jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di surga”
(ayat 6:10). Kerajaan Allah itu pasti akan diwujudkan di bumi. Saat ini mata manusia belum bisa melihat wujud kerajaan Tuhan itu, namun kerajaan itu bukanlah sesuatu yang samar-samar atau fiktif. Pada akhirnya ia akan terwujud secara nyata di dunia ini. Yerusalem-lah yang akan menjadi ibukota dan markas besar kerajaan Allah itu. Penyelenggaraan pemerintahan yang sungguh adil dan benar akan diprakarsai dari Yerusalem kepada segala bangsa di bumi. Sebagai tanggapan bangsa-bangsa itu, hadiah-hadiah pemberian serta ibadah penyembahan dari mereka akan mengalir kembali ke Yerusalem. Berarti, kedamaian dan kesejahteraan segala bangsa itu kelak akan bergantung kepada damai sejahteranya kota Yerusalem sendiri. Sebelum kota Yerusalem sendiri menerima damai sejahteranya, tidak ada bangsa lain di dunia yang akan merasakan damai sejahtera yang sejati dan abadi.
Kepada semua bangsa yang menyambut panggilan Tuhan untuk mencintai Yerusalem dan mendoakan damai sejahteranya, secara khusus Tuhan telah menyampaikan sebuah janji indah:
“Mereka akan maju/ menjadi makmur”
[They will prosper] (Mazmur 122:6, KJV). Kata bahasa Ibrani yang diterjemahkan “prosper” dalam bahasa Inggris itu bukan saja berarti makmur dari segi kebutuhan jasmani. Kata “makmur” itu sesungguhnya berarti “damai-sejahtera”, suatu pengalaman batiniah yang membuat aman-tenteram, bebas dari kekhawatiran dan rasa cemas. Ketika menyelaraskan diri dengan rencana Tuhan dengan mendoakan kota Yerusalem, kita akan mulai mencicipi damai-sejahtera pemberian Tuhan itu. Damai-sejahtera/ keadaan yang aman-sentosa itu akan dirasakan oleh semua orang yang menyelaraskan diri dengan rencana Tuhan untuk memulihkan bangsa Israel, sekalipun dunia sendiri semakin kacau balau.
*Prayer Response
Terima kasih, Tuhan, untuk berkat yang Kaujanjikan bagi para pencinta Israel. Ada damai di hatiku ketika aku mendoakan rencana Tuhan untuk memulihkan kembali umat-Nya. Aku berdoa bagi kesejahteraan Yerusalem: “Semoga para pencintamu mendapat aman sentosa.” Amin.
Kode: WD-B097-276-IND