Berdoa demi Kebaikan Umat Israel

Derek Prince
*First Published: 2008
*Last Updated: Maret 2026
2 min read
“Semoga para pencintamu aman sentosa”
Alkitab menganjurkan umat yang percaya supaya memperjuangkan nasib baik bangsa Israel melalui doa-doa mereka. Untuk bisa berdoa dengan efektif mengenai hal ini kita perlu menyelidiki dalam Firman Tuhan, bagaimana sesungguhnya rencana Tuhan bagi negeri Israel dan kota Yerusalem. Sesudah itu, kita perlu memutuskan untuk berdoa secara konsisten dan berhikmat supaya rencana-rencana tersebut terlaksana.
Pada waktu mendalami Alkitab, kita akan melihat bahwa Tuhan memerintahkan kebenaran/ keadilan dan damai sejahtera untuk mengalir keluar dari kota Yerusalem menuju segala bangsa di seluruh dunia. Oleh karena itu, kesejahteraan semua bangsa di dunia ini juga tercakup dalam doa bagi kota Yerusalem dan penggenapan nubuat tersebut.
Di dalam sosok Daniel kita mendapatkan suatu contoh Alkitabiah yang cukup menantang untuk menaikkan doa semacam itu. Daniel berdoa tiga kali sehari dengan jendela kamarnya yang terbuka ke arah Yerusalem. Doa-doa Daniel sangat merepotkan dan membahayakan kerajaan Iblis.
Akhirnya Iblis memanfaatkan kecemburuan beberapa tokoh yang jahat di negara itu sehingga mereka merubah undang-undang yang berlaku di seluruh Kerajaan Persia, supaya doa-doa Daniel dianggap melawan kepentingan umum. Namun bagi Daniel berdoa bagi Yerusalem demikian pentingnya, sehingga ia memilih lebih baik dihukum dengan dilemparkan ke dalam gua singa daripada harus menghentikan jadwal doanya.
Pada akhirnya iman dan keberanian Daniel berhasil mengatasi perlawanan sengit dari dunia setan itu. Ia berhasil keluar dari gua singa itu sebagai seorang pemenang – sebab ia tak pernah berhenti mendoakan kota Yerusalem.
Dalam hal ini saya mempunyai pengalaman karena kami sendiri telah bertahun-tahun lamanya mendoakan kota Yerusalem dan bangsa Israel. Dan dari pengalaman itu saya menyimpulkan, jika kita siap untuk berdoa demikian pasti akan ada perlawanan sengit dari dunia setan (alam roh). Di sisi lainnya, saya mendapati bahwa janji-janji Tuhan kepada umat yang berdoa untuk hal tersebut pasti akan digenapi juga.
Secara alkitabiah, cara untuk berdoa ini merupakan suatu jalan menuju aman sentosa (kemakmuran/kemajuan) -- bukan hanya secara finansial atau materi, tetapi juga “kemakmuran” dalam artian meningkatkan keyakinan mengenai perkenan Tuhan untuk seterusnyya.
*Prayer Response
Terima kasih, Tuhan, untuk berkat yang Kaujanjikan bagi para pencinta Israel. Ku-deklarasikan, aku menerima kepastian mengenai perkenan Tuhan ketika aku berdoa bagi Yerusalem. Aku berdoa bagi kesejahteraan Yerusalem: “Semoga para pencintamu mendapat aman sentosa.” Amin.
Kode: WD-B097-275-IND