Penderitaan dan Pemerintahan

Derek Prince
*First Published: 2008
*Last Updated: Maret 2026
2 min read
Di Roma 8:18 Paulus menulis:
“Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita.”
Jikalau kita ingin memerintah bersama Kristus, kita harus rela dan bersedia untuk menderita. Di 2 Timotius tertulis:
“Benarlah perkataan ini: Jika kita mati dengan Dia, kita pun akan hidup dengan Dia; jika kita bertekun, kita pun akan ikut memerintah dengan Dia; jika kita menyangkal Dia, Dia pun akan menyangkal kita; jika kita tidak setia, Dia tetap setia, karena Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya.” (2 Timotius 2:11–13)
Jadi, kita melihat bahwa kita akan turut memerintah, jikalau kita bersedia menderita. Tetapi jika kita menyangkal Yesus Kristus, Ia pun akan menyangkal kita. Suatu saat dalam kehidupan ini kita akan ditantang, apakah bersedia untuk menderita bersama Dia atau memilih untuk menyangkal-Nya, dan kita melihat jelas hal-hal apa yang akan dipersoalkan.
“(Lihat, misalnya di Kisah 14:22; Filipi 1:29-30; 2 Tesalonika 1:4-10.)”
Saya mempunyai sebuah gambaran bagus yang ingin saya lukiskan kepada saudara. Gambaran itu diambil dari kemah tabernakel, dan gambaran itu adalah mengenai tiga warna utama yang terdapat pada jubah imam besar, yaitu warna biru, ungu dan merah darah. Warna biru adalah warna langit/ surga; warna merah menggambarkan sifat manusia dan juga merupakan warna darah; sedangkan warna ungu adalah perpaduan yang sempurna antara biru dan merah darah. Dan hal ini berbicara mengenai Yesus yang merupakan jelmaan Allah di dunia. Biru langit dan merah darah dari bumi apabila dipadukan menjadi warna ungu. Gambaran yang indah ini melukiskan sifat Yesus Kristus – karena Dialah sekaligus Tuhan dan manusia juga, berpadu menciptakan sebuah warna baru.
Dalam Alkitab warna ungu mempunyai dua makna: ia sekaligus merupakan warna kalangan ningrat dan juga warna penderitaan. Tidak mungkin engkau berjubah ungu dalam kerajaan Allah, kalau tidak kaugunakan jubah itu di bumi dengan menderita terlebih dahulu. Jikalau kita menderita, maka kita akan turut memerintah.
*Prayer Response
Terima kasih, Bapa, bahwa aku adalah anak-Mu. Ku-deklarasikan, jika aku tahan dengan penderitaan, aku juga akan turut memerintah bersama-Mu. Aku telah menerima Roh (yang menjadikanku) seorang Putra, dan karena kuasa Dia aku memanggil Tuhan: “Ya Abba, ya Bapa.” Amin.
Kode: WD-B097-264-IND