Berjalan Terus Menuju Pentakosta

Derek Prince
*First Published: 2008
*Last Updated: Maret 2026
1 min read
“Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah.” (Roma 8:16)
Ijinkan saya untuk menyampaikan mengenai sebuah fakta sejarah yang sederhana, yaitu sebuah kesimpulan yang pada akhirnya disepakati oleh sebagian besar pakar Alkitab yang berpikiran sehat. Ada beberapa persamaan sejarah yang terjadi antara pembebasan bangsa Israel dari negeri Mesir dan apa yang dialami oleh umat Kristen yang mula-mula.
Hari ketika anak domba Paskah disembelih di zaman dulu itu jatuhnya juga pada hari yang sama, yaitu hari wafatnya Yesus. Penyeberangan bangsa Israel melintasi Laut Merah terjadi sesudah itu, seperti juga Yesus kemudian dibangkitkan dari kematian. Hukum Taurat diturunkan di Gunung Sinai 50 hari sesudah perayaan Paskah Yahudi, Begitu juga, Roh Allah dicurahkan pada hari Pentakosta, 50 hari sesudah kebangkitan Yesus dari kematian.
Mengapa saya menegaskan hal ini? Karena sesudah diselamatkan oleh darah Yesus dan oleh kebangkitan Yesus dari kematian, kini saudara mempunyai dua pilihan: Saudara bisa balik kembali ke Gunung Sinai (HukumTaurat) atau saudara melanjutkan perjalanan menuju Pentakosta.
Banyak juga orang yang akhirnya memilih kembali ke Gunung Sinai, karena mereka lebih suka hidup di bawah hukum agama.
Mereka
“menerima roh perbudakan yang membuat … takut lagi” (ayat 15).Tetapi secara hakiki Paulus berkata:
“Kalian tidak menerima roh keterikatan kepada rasa takut. Kalian telah menerima Roh adopsi yang mengatakan padamu bahwa engkau adalah seorang anak Tuhan.”
*Prayer Response
Terima kasih, Bapa, bahwa aku adalah anak-Mu. Ku-deklarasikan, aku telah menerima roh adopsi -- bukan roh perbudakan yang akan membuat aku takut lagi. Aku telah menerima Roh (yang menjadikanku) seorang Putra, dan oleh kuasa Dia aku memanggil Tuhan: “Ya Abba, ya Bapa.” Amin.
Kode: WD-B097-263-IND