Logo
Logo
Learn
Buku-bukuKursus AlkitabSumber
PenjangkauanTentang
Indonesia Flag Icon

Menu

  • Home
  • Learn +
    • Penjangkauan
    • Tentang +
      • Bergabung +
        • Kontak +

            Dapatkan eBook Gratis

            Mulailah koleksi Derek Prince anda dengan eBook gratis berjudul Bagaimana Beralih Dari Kutuk Kepada Berkat saat anda berlangganan buletin kami.

            Pengajaran Alkitab Gratis
            Logo
            Logo
            HomeLearnPenjangkauanTentangBerikan Donasi

            Hak Cipta © 2026 Pelayanan Derek Prince. Seluruh hak cipta

            KontakKerahasiaan PribadiHak CiptaLicensesPeta Situs
            Rumah
            Sumber
            Dilahirkan dan Di-Adopsi

            Dilahirkan dan Di-Adopsi

            Derek Prince

            Derek Prince

            Menyukai
            Membagikan
            Bahasa Indonesia

            *Article Language

            Kirimkan Kesaksian

            Menawarkan

            Memberi

            *First Published: 2008

            *Last Updated: Maret 2026

            2 min read

            Anda adalah anak Allah karena kelahiran, tetapi tahukah Anda bahwa Anda juga adalah ahli waris melalui pengangkatan, sama seperti anak seorang kaisar Romawi? Perbedaan penting ini menunjukkan bagaimana Roh Kudus menjamin warisan Anda sepenuhnya di dalam Kristus.

            Apabila saudara menerima Yesus Kristus, otomatis saudara menjadi seorang anak Tuhan. Engkau mulai menerima “kodrat” Yesus. Itulah kodrat atau sifat yang memungkinkan saudara untuk memanggil Tuhan sebagai “Papa”. Hubungan bapa-anak ini sangat wajar.

            Di

            “Roma pasal 8”
            Paulus membahas dua topik utama – kelahiran dan adopsi (pengangkatan sebagai anak). Kedua hal itu jangan sekali-kali dicampur-adukkan pengertiannya. Dua hal itu berbeda sama sekali. Apabila seseorang “dilahirkan”, itu adalah sesuatu yang alamiah. Adapun adopsi atau pengangkatan sebagai anak, itu adalah untuk memberikan status yuridis formal kepada kita (sebagai anak).

            Tuhan sungguh baik, sehingga kita mendapat kedua-duanya – kelahiran maupun adopsi – tetapi yang kita dapatkan dengan kedua hal itu tidaklah sama. Melalui masing-masing proses kita menerima sesuatu yang lain.

            Semua ini mudah sekali dimengerti apabila kita tahu bagaimana kebiasaan masyarakat di Kekaisaran Romawi. Pada zaman Paulus bukanlah hal yang mengherankan jika seorang kaisar Romawi mempunyai banyak putra. Tetapi apabila ia memilih putra tertentu untuk menggantikan kedudukannya sebagai kaisar, maka ia diharuskan meng-adopsi putra tersebut (mengangkat anak). Dengan demikian, secara yuridis formal segala haknya sebagai kaisar akan diturunkan kepada anak yang sudah diadopsi itu. Sesudah itu segala hak kerajaan secara yuridis formal akan diteruskan oleh putra yang diadopsi itu. Tujuan adopsi adalah untuk menjadikannya memenuhi persyaratan hukum formal, supaya warisan putra itu terjamin sesuai dengan ketentuan undang-undang.

            Kita (orang-orang kudus) mengalami “dilahirkan kembali” saat regenerasi, dan di situlah kita mulai menerima “kodrat Yesus.” Namun pada saat kita menerima baptisan Roh Kudus, di situlah kita diadopsi. Pengacara Surga yang paling ulung datang dan mengesahkan bahwa kita sungguh benar anak-anak Tuhan. Hal inilah yang menjamin warisan yang kelak akan kita peroleh. Dapatkan saudara melihat apa yang tersirat di situ?

            Jadi semuanya sama seperti yang dilakukan oleh kaisar Romawi. Jika kaisar mendapatkan seorang putra melalui kelahiran biasa, pasti anaknya mewarisi sifat-sifat karakter bapanya. Tetapi untuk dapat menerima warisannya, putra itu harus diadopsi juga. Inilah yang memberikan hak yuridis kepadanya, sehingga ia berhak menerima warisan tersebut.

            *Prayer Response

            Terima kasih, Bapa, bahwa aku adalah anak-Mu. Ku-deklarasikan, aku menjadi anak yang sah secara alamiah maupun secara yuridis formal melalui kelahiran (baru) serta melalui adopsi. Aku telah menerima Roh (yang menjadikanku) seorang Putra, dan karena kuasa Dia aku memanggil Tuhan: “Ya Abba, ya Bapa.” Amin.

            Aku Sudah Berdoa
            Menyukai
            Membagikan
            Expand Content

            What People Say

            See how Dilahirkan dan Di-Adopsi has impacted lives across the globe.

            "I've applied the Biblical principles on family relationships from this teaching, and it has completely restored harmony in our home. My teenagers and I now have meaningful conversations about faith, and my marriage has been strengthened in ways I never thought possible."
            Elena R., Brazil
            "The teachings on spiritual warfare completely transformed my approach to daily challenges. I used to feel overwhelmed by life's obstacles, but now I understand how to stand firm in faith. This teaching gave me practical tools I use every single day."
            Sarah K., California
            "After 20 years of struggling with unforgiveness, the Biblical principles shared in this teaching helped me release the bitterness I had been carrying. The step-by-step approach to forgiveness wasn't just theory—it actually worked in my life when nothing else had."
            Michael T., United Kingdom
            "As a new Christian, I was confused about many aspects of faith. These teachings provided clear, Scripture-based explanations that helped build my foundation. I'm especially grateful for how the content made complex concepts accessible without watering down the truth."
            Priya M., India
            "The teaching on God's sovereignty during difficult times came to me exactly when I needed it most. After losing my job and facing health challenges, this message reminded me that God remains in control. It gave me hope when I had none left."
            James L., Australia
            "I've applied the Biblical principles on family relationships from this teaching, and it has completely restored harmony in our home. My teenagers and I now have meaningful conversations about faith, and my marriage has been strengthened in ways I never thought possible."
            Elena R., Brazil
            "The teachings on spiritual warfare completely transformed my approach to daily challenges. I used to feel overwhelmed by life's obstacles, but now I understand how to stand firm in faith. This teaching gave me practical tools I use every single day."
            Sarah K., California

            Kode: WD-B097-261-IND

            Hadiah
            Memberi
            Kirim Masukan