Roh Adopsi

Derek Prince
*First Published: 2008
*Last Updated: Maret 2026
2 min read
“Semua orang yang dipimpin Roh Allah, adalah anak [putra] Allah. Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak [putra] Allah. Oleh Roh itu kita berseru: ‘Ya Abba, ya Bapa!’ (Roma 8:14)”
Abba adalah sebutan bahasa Aramaik atau Ibrani yang umumnya dipakai untuk “papa” (bentuk yang lebih akrab dari ayah). Di negeri Israel sampai sekarang pun anak-anak kecil memanggil ayahnya “Abba” (papa). Dan karena kita semua telah menerima Roh adopsi (yang mengangkat menjadi anak), kita semua juga berhak menyapa Tuhan sebagai Abba, artinya Ayah, Papa atau Papi (daddy).
Menurut Paulus, kita dihadapkan kepada dua pilihan. Di satu sisi kita dapat memilih untuk dibimbing atau dituntun oleh Roh Allah, dan di sisi lainnya kita boleh saja tetap berada di bawah roh perbudakan. Roh perbudakan selalu membuat orang menjadi takut kalau-kalau akan menerima hukuman; tetapi Roh adopsi membuat kita benar-benar merasa sebagai anak-anak Tuhan.
Dalam ayat di atas kata “putra” (sons) dalam bahasa Yunani aslinya berarti “putra-putra yang sudah akil balig”. Ketika mula-mula mengalami kelahiran baru oleh Roh Kudus, kita menjadi seperti kanak-kanak. Tetapi setelah lama dibimbing oleh Roh maka kita menjadi putra-putri Tuhan yang dewasa. Untuk menjadi matang dan akil balig kita harus senantiasa dibimbing Roh Kudus dan tidak boleh lagi dikuasai oleh roh perbudakan (perhambaan).
Sebagaimana dikatakan Paulus dalam Galatia 5:18:
“Akan tetapi jikalau kamu memberi dirimu dipimpin oleh Roh, maka kamu tidak hidup di bawah hukum Taurat.”
Untuk menjadi putra-putri Tuhan yang matang dan dewasa kita harus dibimbing Roh. Dan ingat, jikalau dibimbing Roh Kudus, saudara tidak perlu lagi mematuhi segala peraturan agama (hukum Taurat). Itulah kebebasan atau kemerdekaan yang kita peroleh – bukan kebebasan untuk berbuat jahat, tetapi bebas merdeka untuk mengasihi.
Motivasi kita untuk mengabdi kepada Yesus adalah cinta kasih – motivasi paling hebat yang ada di dunia. Di mana ada motivasi itu, rasa takut tidak akan berpengaruh lagi. Ke situlah Tuhan sedang memimpin kita. Itulah yang membuat kita menjadi putra-putri Allah yang dewasa dan matang. Itulah dampaknya setelah kita dibebaskan dari belenggu hukum.
*Prayer Response
Terima kasih, Bapa, bahwa aku adalah anak-Mu. Ku-deklarasikan, aku tidak lagi terikat oleh suatu roh perbudakan. Aku telah menerima Roh adopsi. Aku telah menerima Roh (yang menjadikanku) seorang Putra, dan karena kuasa Dia aku memanggil Tuhan: “Ya Abba, ya Bapa.” Amin.
Kode: WD-B097-260-IND