Berpakaian Kebenaran

Derek Prince
*First Published: 2008
*Last Updated: Maret 2026
2 min read
Di bawah ini adalah kesaksian Ayub mengenai pola kehidupannya. Tuhan sendiri bersaksi bahwa Ayub memang seorang yang benar/ saleh. Kata-kata di bawah ini begitu menyentuh hatiku, sehingga saya sungguh tidak bisa melupakannya:
“Apabila telinga mendengar tentang aku, maka aku disebut berbahagia; dan apabila mata melihat, maka aku dipuji. Karena aku menyelamatkan orang sengsara yang berteriak minta tolong, juga anak piatu yang tidak ada penolongnya; aku mendapat ucapan berkat dari orang yang nyaris binasa, dan hati seorang janda kubuat bersukaria; aku berpakaian kebenaran [kesalehan] dan keadilan [kesalehan] menutupi aku seperti jubah dan serban; aku menjadi mata bagi orang buta, dan kaki bagi orang lumpuh; aku menjadi bapa bagi orang miskin, dan perkara orang yang tidak kukenal, kuselidiki.”
(Ayub 29:11–16)
Dikatakan, kebenaran/ kesalehan Ayub itu bukanlah berasal dari dirinya sendiri. Tidakkah hal itu mengherankan? Memang, dalam seluruh Alkitab tidak ada orang yang membanggakan kebenarannya sendiri. Ayub berkata:
“Aku berpakaian kebenaran dan keadilan menutupi aku seperti jubah dan serban.”
Ia berjubahkan kebenaran/ kesalehan yang telah ditransfer Tuhan kepada-Nya oleh karena imannya. Begitulah kebenaran/ kesalehan itu akhirnya mulai muncul dalam hidupnya.
Kaum miskin, para janda dan anak-anak yatim, sesungguhnya adalah obyek utama belas kasihan Tuhan. Inilah kelompok masyarakat yang selalu dipikirkan oleh Tuhan apabila Ia berbicara mengenai kebenaran/ kesalehan, yaitu para janda, para yatim, kaum miskin, serta kaum yang buta dan yang lumpuh. Kita dapat mengukur sendiri seberapa jauh kita memiliki kebenaran/ kesalehan Tuhan, dengan melihat bagaimana kita berurusan dengan manusia-manusia seperti itu.
*Prayer Response
Terima kasih, Tuhan, karena Engkau sedemikian memperhatikan. Ku-deklarasikan, orang-orang miskin, para janda dan anak yatim merupakan obyek belas kasihan Tuhan – dan mereka harus juga menjadi obyek belas kasihanku. Seperti seorang bapa berbelas-kasihan akan anak-anaknya, demikian juga Allah berbelas-kasihan kepadaku. Amin.
Kode: WD-B097-259-IND