Ukuran Kebenaran

Derek Prince
*First Published: 2008
*Last Updated: Maret 2026
2 min read
Kata-kata yang terdapat dalam kitab Ayub sungguh menakjubkan. Di situ tokoh Ayub menyebutkan dosa-dosa yang belum pernah ia lakukan, karena ia memang tidak bersalah dalam hal-hal tersebut. Tetapi banyak orang yang mengaku diri Kristen boleh jadi telah berdosa dalam hal ini.
“Jikalau aku pernah menolak keinginan orang-orang kecil, menyebabkan mata seorang janda menjadi pudar, atau memakan makananku seorang diri, sedang anak yatim tidak turut memakannya …” (Ayub 31:16–17).
Perhatikan ketiga kelompok yang disebut oleh Ayub itu: orang-orang miskin, para janda, dan anak yatim (yang tidak mempunyai ayah lagi). Pada hakikatnya Ayub berkata: “Seandainya aku belum melakukan apa yang semestinya kulakukan bagi mereka, maka aku ini seorang yang berdosa dan aku telah gagal menunaikan kewajibanku.” Kemudian ia melanjutkan:
“Malah sejak mudanya aku membesarkan dia seperti seorang ayah, dan sejak kandungan ibunya aku membimbing dia; jikalau aku melihat orang mati karena tidak ada pakaian, atau orang miskin yang tidak mempunyai selimut, dan pinggangnya tidak meminta berkat bagiku, dan tidak dipanaskannya tubuhnya dengan kulit bulu dombaku; jikalau aku mengangkat tanganku melawan anak yatim, karena di pintu gerbang aku melihat ada yang membantu aku, maka biarlah tulang belikatku lepas dari bahuku, dan lenganku dipatahkan dari persendiannya.” (ayat 18–22)
Ayub tidak pernah lalai mengurusi orang-orang yang tidak mempunyai makanan, pakaian atau sanak keluarga yang dapat menolong mereka. Lalu Ayub berkata: tanganku semestinya jangan diberi tempat dalam tubuhku, seandainya ia tidak sibuk melakukan hal-hal yang berbelas kasihan dan penuh kemurahan ini.
Betapa berbedanya jalan pikiran Ayub dengan jalan pikiran sebagian besar masyarakat di zaman sekarang ini. Sesungguhnya demikianlah juga pola kebenaran/ kesalehan dari para datuk moyang dulu, bahkan sebelum adanya hukum Musa dan juga sebelum adanya Injil. Tuhan mengharapkan agar kita (umat yang kudus) memulihkan lagi kebenaran/ kesalehan seperti ini di dalam gereja, dengan sungguh-sungguh memperjuangkan nasib para janda, anak yatim, dan orang-orang yang tidak mempunyai makanan, pakaian atau tempat tinggal.
*Prayer Response
Terima kasih, Tuhan, karena Engkau sedemikian memperhatikan. Ku-deklarasikan, Tuhan meminta supaya melalui aku supaya umat-Nya (gereja) kembali menunjukkan kebenaran semacam ini, yaitu memperhatikan dan menolong orang-orang yang berkekurangan. Seperti seorang bapa berbelas-kasihan akan anak-anaknya, demikian juga Allah berbelas-kasihan kepadaku. Amin.
Kode: WD-B097-258-IND