Logo
Logo
Learn
Buku-bukuKursus AlkitabSumber
PenjangkauanTentang
Indonesia Flag Icon

Menu

  • Home
  • Learn +
    • Penjangkauan
    • Tentang +
      • Bergabung +
        • Kontak +

            Dapatkan eBook Gratis

            Mulailah koleksi Derek Prince anda dengan eBook gratis berjudul Bagaimana Beralih Dari Kutuk Kepada Berkat saat anda berlangganan buletin kami.

            Pengajaran Alkitab Gratis
            Logo
            Logo
            HomeLearnPenjangkauanTentangBerikan Donasi

            Hak Cipta © 2026 Pelayanan Derek Prince. Seluruh hak cipta

            KontakKerahasiaan PribadiHak CiptaLicensesPeta Situs
            Rumah
            Sumber
            Ukuran Kebenaran

            Ukuran Kebenaran

            Derek Prince

            Derek Prince

            Menyukai
            Membagikan
            Bahasa Indonesia

            *Article Language

            Kirimkan Kesaksian

            Menawarkan

            Memberi

            *First Published: 2008

            *Last Updated: Maret 2026

            2 min read

            Patriark Ayub menyatakan bahwa jika ia gagal memperhatikan orang miskin, janda, dan anak yatim, maka lengannya sendiri patut dicabut dari sendinya. Standar kebenaran kuno ini mengungkapkan kebenaran yang mendalam tentang belas kasihan yang Allah tuntut dari umat-Nya.

            Kata-kata yang terdapat dalam kitab Ayub sungguh menakjubkan. Di situ tokoh Ayub menyebutkan dosa-dosa yang belum pernah ia lakukan, karena ia memang tidak bersalah dalam hal-hal tersebut. Tetapi banyak orang yang mengaku diri Kristen boleh jadi telah berdosa dalam hal ini.

            “Jikalau aku pernah menolak keinginan orang-orang kecil, menyebabkan mata seorang janda menjadi pudar, atau memakan makananku seorang diri, sedang anak yatim tidak turut memakannya …” (Ayub 31:16–17).

            Perhatikan ketiga kelompok yang disebut oleh Ayub itu: orang-orang miskin, para janda, dan anak yatim (yang tidak mempunyai ayah lagi). Pada hakikatnya Ayub berkata: “Seandainya aku belum melakukan apa yang semestinya kulakukan bagi mereka, maka aku ini seorang yang berdosa dan aku telah gagal menunaikan kewajibanku.” Kemudian ia melanjutkan:

            “Malah sejak mudanya aku membesarkan dia seperti seorang ayah, dan sejak kandungan ibunya aku membimbing dia; jikalau aku melihat orang mati karena tidak ada pakaian, atau orang miskin yang tidak mempunyai selimut, dan pinggangnya tidak meminta berkat bagiku, dan tidak dipanaskannya tubuhnya dengan kulit bulu dombaku; jikalau aku mengangkat tanganku melawan anak yatim, karena di pintu gerbang aku melihat ada yang membantu aku, maka biarlah tulang belikatku lepas dari bahuku, dan lenganku dipatahkan dari persendiannya.” (ayat 18–22)

            Ayub tidak pernah lalai mengurusi orang-orang yang tidak mempunyai makanan, pakaian atau sanak keluarga yang dapat menolong mereka. Lalu Ayub berkata: tanganku semestinya jangan diberi tempat dalam tubuhku, seandainya ia tidak sibuk melakukan hal-hal yang berbelas kasihan dan penuh kemurahan ini.

            Betapa berbedanya jalan pikiran Ayub dengan jalan pikiran sebagian besar masyarakat di zaman sekarang ini. Sesungguhnya demikianlah juga pola kebenaran/ kesalehan dari para datuk moyang dulu, bahkan sebelum adanya hukum Musa dan juga sebelum adanya Injil. Tuhan mengharapkan agar kita (umat yang kudus) memulihkan lagi kebenaran/ kesalehan seperti ini di dalam gereja, dengan sungguh-sungguh memperjuangkan nasib para janda, anak yatim, dan orang-orang yang tidak mempunyai makanan, pakaian atau tempat tinggal.

            *Prayer Response

            Terima kasih, Tuhan, karena Engkau sedemikian memperhatikan. Ku-deklarasikan, Tuhan meminta supaya melalui aku supaya umat-Nya (gereja) kembali menunjukkan kebenaran semacam ini, yaitu memperhatikan dan menolong orang-orang yang berkekurangan. Seperti seorang bapa berbelas-kasihan akan anak-anaknya, demikian juga Allah berbelas-kasihan kepadaku. Amin.

            Aku Sudah Berdoa
            Menyukai
            Membagikan
            Expand Content

            What People Say

            See how Ukuran Kebenaran has impacted lives across the globe.

            "I've applied the Biblical principles on family relationships from this teaching, and it has completely restored harmony in our home. My teenagers and I now have meaningful conversations about faith, and my marriage has been strengthened in ways I never thought possible."
            Elena R., Brazil
            "The teachings on spiritual warfare completely transformed my approach to daily challenges. I used to feel overwhelmed by life's obstacles, but now I understand how to stand firm in faith. This teaching gave me practical tools I use every single day."
            Sarah K., California
            "After 20 years of struggling with unforgiveness, the Biblical principles shared in this teaching helped me release the bitterness I had been carrying. The step-by-step approach to forgiveness wasn't just theory—it actually worked in my life when nothing else had."
            Michael T., United Kingdom
            "As a new Christian, I was confused about many aspects of faith. These teachings provided clear, Scripture-based explanations that helped build my foundation. I'm especially grateful for how the content made complex concepts accessible without watering down the truth."
            Priya M., India
            "The teaching on God's sovereignty during difficult times came to me exactly when I needed it most. After losing my job and facing health challenges, this message reminded me that God remains in control. It gave me hope when I had none left."
            James L., Australia
            "I've applied the Biblical principles on family relationships from this teaching, and it has completely restored harmony in our home. My teenagers and I now have meaningful conversations about faith, and my marriage has been strengthened in ways I never thought possible."
            Elena R., Brazil
            "The teachings on spiritual warfare completely transformed my approach to daily challenges. I used to feel overwhelmed by life's obstacles, but now I understand how to stand firm in faith. This teaching gave me practical tools I use every single day."
            Sarah K., California

            Kode: WD-B097-258-IND

            Hadiah
            Memberi
            Kirim Masukan