Belas Kasihan yang Mengalir Seperti Mata Air

Derek Prince
*First Published: 2008
*Last Updated: Maret 2026
2 min read
Di Mazmur 84:7 tertulis:
“Apabila melintasi lembah Baka, mereka membuatnya tempat yang bermata air.”
Setelah hampir 60 tahun menjadi orang Kristen – seorang Kristen yang hidup di jalan Tuhan dan berbicara dalam bahasa roh – kehidupan saya telah mengalami suatu transformasi yang luar biasa. Sesuatu yang benar-benar baru telah terjadi di dalam diriku – seperti ada sumber mata air yang mulai memancar di dalam hatiku, yaitu mata air yang penuh berisi belas kasihan. Saya sudah lama mengenal cinta Tuhan, dan sejak kecil saya selalu mencintai sanak keluargaku. Tetapi mata air yang timbul di hatiku ini tidak seperti apa pun yang pernah kualami dulu.
Mata air ini bersumber bukan pada pribadi Derek Prince sendiri. Saya mulai benar-benar mengerti apa yang dimaksudkan Alkitab ketika mengatakan:
“tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan” (Lihatlah misalnya, Matius 9:36; Markus 1:41.)
Saya merasa bahwa Tuhan sudah mulai membagikan belas kasihan-Nya itu kepadaku, dan saya pun berdoa: “Tuhan, janganlah mata air ini terkontaminasi atau menjadi tercemar, dan janganlah sekali-kali mata air ini tersumbat.” Hanya Tuhan sendiri yang bisa mengatur kapan mata air itu mulai mengalir. Dan ketika mata air belas kasihan itu mulai mengalir dalamku, banyak orang pun mulai tertarik padaku. Mereka tidak tahu mengapa mereka tertarik, tetapi mereka merasakan sesuatu yang sudah lama mereka rindukan. Saya percaya bahwa Tuhan sedang menunggu kapan saatnya umat-Nya akan mulai mengasihi satu sama lain dengan cinta kasih-Nya yang ilahi.
Tuhan melakukan sesuatu hal yang lain dalam diriku juga. Ia memberi kepadaku suatu keperdulian yang supranatural akan anak-anak yatim, janda-janda, orang-orang miskin serta orang-orang yang tertindas. Bisa saja kita bicara mengenai iman dan hidup yang saleh, tetapi jika tidak melakukan sesuatu bagi orang-orang yang sungguh membutuhkan kita, maka semua kata-kata itu akan menjadi hampa dan tak berarti. Tidak sedikit orang yang sungguh-sungguh membutuhkan kita. Mereka ada di sekeliling kita – orang-orang yang memerlukan kasih sayang seperti itu ada di mana-mana. Mereka itu merasa kesepian, karena tak ada yang memperdulikan mereka. Engkau tidak perlu berjalan jauh untuk menemukan orang-orang seperti itu. Belas kasihan sesungguhnya merupakan tujuan akhir yang hendak dicapai Tuhan. Hal itulah yang sedang Dia tunggu, kapan hal itu akan mulai juga terlihat dalam diri kita, umat-Nya.
*Prayer Response
Terima kasih, Tuhan, karena Engkau sedemikian memperhatikan. Ku-deklarasikan keinginanku supaya belas kasihan Tuhan mengalir dalam dan melalui aku seperti sebuah air mancur, dan keluar kepada orang-orang di sekelilingku yang hidup susah dan berkekurangan. Seperti seorang bapa berbelas-kasihan akan anak-anaknya, demikian juga Allah berbelas-kasihan kepadaku. Amin.
Kode: WD-B097-256-IND