Digerakkan oleh Belas Kasihan

Derek Prince
*First Published: 2008
*Last Updated: Maret 2026
1 min read
Bagaimanakah gambaran yang diberikan dalam Alkitab mengenai “belas kasihan” (compassion)? Mari kita melihat sebuah peristiwa yang dikisahkan di Markus pasal 1:
“Seorang yang sakit kusta datang kepada Yesus, dan sambil berlutut di hadapan-Nya ia memohon bantuan-Nya, katanya: ‘Kalau Engkau mau, Engkau dapat mentahirkan aku.’ Maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata kepada-Nya: ‘Aku mau, jadilah engkau tahir.’ Seketika itu juga lenyaplah penyakit kusta orang itu, dan ia menjadi tahir.”
(Markus 1:40–42)
Di ayat itu dikatakan bahwa “tergeraklah hati [Yesus] oleh belas kasihan.” Dalam kalimat bahasa Yunani, reaksi Yesus itu dikatakan keluar dari “perut” (usus)-Nya. Rupanya, belas kasihan itu adalah sesuatu yang dirasakan di bagian terdalam dari perut manusia.
Alkitab KJV (King James Version) menyebutnya “bowels of compasssion” [belas kasihan yang sakitnya dirasakan dari bagian bawah perut]
“(1 Yohanes 3:17).”
“Bagian bawah perut, tempat belas kasihan itu dirasakan”, di situlah perasaan kita yang paling pilu – bukan di bagian jantung, melainkan di bagian perut. Di perut itulah kita mulai merasakannya. Di situlah sumber segala-galanya.
Satu hari, Lydia, istriku yang pertama sedang menulis otobiografinya sendiri dalam bahasa Inggris. Ia mengungkapkan sesuatu dengan anak kalimat, “My bowels were moved.” (Ususku tergerak karena terasa sakit). Para penyunting terpaksa menasihati Lydia bahwa dalam bahasa Inggris bukan begitu caranya untuk mengungkapkan perasaan tersebut.
Padal dalam semua bahasa lain yang juga saya pelajari – bahasa Latin, Yunani, Ibrani – bagian terdalam dari diri manusia bukanlah jantungnya (heart), melainkan usus (bowels). Entah yang dirasakan itu kasih sayang, rasa takut, atau perasaan emosional lainnya, perasaan itu berasal dari perut (usus) manusia. Sesungguhnya, itulah bagian yang paling merasakannya.
*Prayer Response
Terima kasih, Tuhan, karena Engkau sedemikian memperhatikan. Ku-deklarasikan, Yesus digerakkan oleh belas kasihan, dan seperti Dia aku juga ingin memberi respon sama di bagian perasaanku yang terdalam. Seperti seorang bapa berbelas-kasihan akan anak-anaknya, demikian juga Allah berbelas-kasihan kepadaku. Amin.
Kode: WD-B097-254-IND