Logo
Logo
Learn
Buku-bukuKursus AlkitabSumber
PenjangkauanTentang
Indonesia Flag Icon

Menu

  • Home
  • Learn +
    • Penjangkauan
    • Tentang +
      • Bergabung +
        • Kontak +

            Dapatkan eBook Gratis

            Mulailah koleksi Derek Prince anda dengan eBook gratis berjudul Bagaimana Beralih Dari Kutuk Kepada Berkat saat anda berlangganan buletin kami.

            Pengajaran Alkitab Gratis
            Logo
            Logo
            HomeLearnPenjangkauanTentangBerikan Donasi

            Hak Cipta © 2026 Pelayanan Derek Prince. Seluruh hak cipta

            KontakKerahasiaan PribadiHak CiptaLicensesPeta Situs
            Rumah
            Sumber
            Bebas Merdeka untuk Mengasihi

            Bebas Merdeka untuk Mengasihi

            Derek Prince

            Derek Prince

            Menyukai
            Membagikan
            Bahasa Indonesia

            *Article Language

            Kirimkan Kesaksian

            Menawarkan

            Memberi

            *First Published: 2008

            *Last Updated: Maret 2026

            2 min read

            Kitab Suci berbicara tentang hukum kerajaan yang sempurna, yang membawa kebebasan sejati dan menggenapi semua perintah lainnya. Lihatlah bagaimana mengasihi sesama seperti Kristus, bahkan di tengah kebencian, membuka kebebasan yang begitu kuat sehingga tidak seorang pun dapat mengambilnya dari kita.
            “Tetapi barangsiapa meneliti hukum yang sempurna, yaitu hukum yang memerdekakan orang [BIMK: mempunyai kekuatan untuk memerdekakan manusia], dan ia bertekun di dalamnya, jadi bukan hanya mendengar untuk melupakannya, tetapi sungguh-sungguh melakukannya, ia akan berbahagia oleh perbuatannya.” (Yakobus 1:25)
            “Akan tetapi, jikalau kamu menjalankan hukum utama [BIMK: hukum Kerajaan] yang tertulis dalam Kitab Suci: ‘Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri,’ kamu berbuat baik.” (Yakobus 2:8)

            Perintah dalam Hukum Taurat yang berbunyi:

            “Kasihilah sesamamu seperti dirimu sendiri”
            sering juga diberi dua nama lain, yaitu: “hukum sempurna yang memerdekakan manusia” dan “hukum Kerajaan.” Disebutnya sebagai hukum atau perintah yang sempurna, karena hukum itu sesungguhnya sekaligus mencakup semua hukum/ peraturan yang lain. Apabila kita mematuhi hukum atau perintah yang satu itu, sesungguhnya kita sudah mematuhi semua hukum yang lain. Ia juga disebut hukum atau perintah Kerajaan [royal law, dalam bahasa Inggris].

            Kenapa hukum atau perintah itu juga disebut hukum kemerdekaan atau hukum atau perintah yang memberikan kebebasan? Karena sesungguhnya memang tak ada yang bisa melarang saudara untuk mengasihi orang. Sekali saja engkau bertekad atau memutuskan untuk mengasihi (sesama manusia), boleh saja ada yang mengatakan segala macam hal yang negatif mengenai saudara dan memperlakukan saudara dengan tidak baik. Tetapi semua itu tidak bisa menghentikan saudara untuk mengasihi sesama. Satu-satunya orang yang benar-benar merdeka atau menikmati kebebasan adalah orang yang mengasihi sesamanya.

            Yesus merupakan contoh yang sempurna mengenai kemerdekaan atau kebebasan untuk mengasihi orang ini. Para elite yang berkuasa melakukan segala-galanya untuk mencelakakan Dia: mereka memukuli-Nya, dan memantek kaki dan tangannya dengan paku, mereka menaruh sebuah mahkota duri di kepala-Nya, mereka memberi-Nya minuman asam cuka, mereka menganiaya-Nya dan mengejek serta memaki-maki Dia. Namun ada satu hal yang tidak bisa mereka lakukan, yaitu menghentikan Dia untuk mengasihi orang. Yesus mengasihi manusia sampai titik darah yang penghabisan.

            “(Lihat Lukas 23:24.)”

            Jika saudara mengasihi orang dengan kasih seperti itu, tak ada orang yang bisa menghentikan saudara untuk melakukan apa yang ingin saudara lakukan, yaitu mengasihi orang. Oleh karena itulah, cinta kasih demikian disebut juga “hukum sempurna yang memerdekakan.”

            *Prayer Response

            Terima kasih, Tuhan, karena Engkau sedemikian memperhatikan. Ku-deklarasikan, aku telah bertekad dan memutuskan untuk menunjukkan belas-kasihan yang diperintahkan oleh hukum kemerdekaan yang sempurna. Seperti seorang bapa berbelas-kasihan akan anak-anaknya, demikian juga Allah berbelas-kasihan kepadaku. Amin.

            Aku Sudah Berdoa
            Menyukai
            Membagikan
            Expand Content

            What People Say

            See how Bebas Merdeka untuk Mengasihi has impacted lives across the globe.

            "I've applied the Biblical principles on family relationships from this teaching, and it has completely restored harmony in our home. My teenagers and I now have meaningful conversations about faith, and my marriage has been strengthened in ways I never thought possible."
            Elena R., Brazil
            "The teachings on spiritual warfare completely transformed my approach to daily challenges. I used to feel overwhelmed by life's obstacles, but now I understand how to stand firm in faith. This teaching gave me practical tools I use every single day."
            Sarah K., California
            "After 20 years of struggling with unforgiveness, the Biblical principles shared in this teaching helped me release the bitterness I had been carrying. The step-by-step approach to forgiveness wasn't just theory—it actually worked in my life when nothing else had."
            Michael T., United Kingdom
            "As a new Christian, I was confused about many aspects of faith. These teachings provided clear, Scripture-based explanations that helped build my foundation. I'm especially grateful for how the content made complex concepts accessible without watering down the truth."
            Priya M., India
            "The teaching on God's sovereignty during difficult times came to me exactly when I needed it most. After losing my job and facing health challenges, this message reminded me that God remains in control. It gave me hope when I had none left."
            James L., Australia
            "I've applied the Biblical principles on family relationships from this teaching, and it has completely restored harmony in our home. My teenagers and I now have meaningful conversations about faith, and my marriage has been strengthened in ways I never thought possible."
            Elena R., Brazil
            "The teachings on spiritual warfare completely transformed my approach to daily challenges. I used to feel overwhelmed by life's obstacles, but now I understand how to stand firm in faith. This teaching gave me practical tools I use every single day."
            Sarah K., California

            Kode: WD-B097-253-IND

            Hadiah
            Memberi
            Kirim Masukan