Bebas Merdeka untuk Mengasihi

Derek Prince
*First Published: 2008
*Last Updated: Maret 2026
2 min read
“Tetapi barangsiapa meneliti hukum yang sempurna, yaitu hukum yang memerdekakan orang [BIMK: mempunyai kekuatan untuk memerdekakan manusia], dan ia bertekun di dalamnya, jadi bukan hanya mendengar untuk melupakannya, tetapi sungguh-sungguh melakukannya, ia akan berbahagia oleh perbuatannya.” (Yakobus 1:25)
“Akan tetapi, jikalau kamu menjalankan hukum utama [BIMK: hukum Kerajaan] yang tertulis dalam Kitab Suci: ‘Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri,’ kamu berbuat baik.” (Yakobus 2:8)
Perintah dalam Hukum Taurat yang berbunyi:
“Kasihilah sesamamu seperti dirimu sendiri”sering juga diberi dua nama lain, yaitu: “hukum sempurna yang memerdekakan manusia” dan “hukum Kerajaan.” Disebutnya sebagai hukum atau perintah yang sempurna, karena hukum itu sesungguhnya sekaligus mencakup semua hukum/ peraturan yang lain. Apabila kita mematuhi hukum atau perintah yang satu itu, sesungguhnya kita sudah mematuhi semua hukum yang lain. Ia juga disebut hukum atau perintah Kerajaan [royal law, dalam bahasa Inggris].
Kenapa hukum atau perintah itu juga disebut hukum kemerdekaan atau hukum atau perintah yang memberikan kebebasan? Karena sesungguhnya memang tak ada yang bisa melarang saudara untuk mengasihi orang. Sekali saja engkau bertekad atau memutuskan untuk mengasihi (sesama manusia), boleh saja ada yang mengatakan segala macam hal yang negatif mengenai saudara dan memperlakukan saudara dengan tidak baik. Tetapi semua itu tidak bisa menghentikan saudara untuk mengasihi sesama. Satu-satunya orang yang benar-benar merdeka atau menikmati kebebasan adalah orang yang mengasihi sesamanya.
Yesus merupakan contoh yang sempurna mengenai kemerdekaan atau kebebasan untuk mengasihi orang ini. Para elite yang berkuasa melakukan segala-galanya untuk mencelakakan Dia: mereka memukuli-Nya, dan memantek kaki dan tangannya dengan paku, mereka menaruh sebuah mahkota duri di kepala-Nya, mereka memberi-Nya minuman asam cuka, mereka menganiaya-Nya dan mengejek serta memaki-maki Dia. Namun ada satu hal yang tidak bisa mereka lakukan, yaitu menghentikan Dia untuk mengasihi orang. Yesus mengasihi manusia sampai titik darah yang penghabisan.
“(Lihat Lukas 23:24.)”
Jika saudara mengasihi orang dengan kasih seperti itu, tak ada orang yang bisa menghentikan saudara untuk melakukan apa yang ingin saudara lakukan, yaitu mengasihi orang. Oleh karena itulah, cinta kasih demikian disebut juga “hukum sempurna yang memerdekakan.”
*Prayer Response
Terima kasih, Tuhan, karena Engkau sedemikian memperhatikan. Ku-deklarasikan, aku telah bertekad dan memutuskan untuk menunjukkan belas-kasihan yang diperintahkan oleh hukum kemerdekaan yang sempurna. Seperti seorang bapa berbelas-kasihan akan anak-anaknya, demikian juga Allah berbelas-kasihan kepadaku. Amin.
Kode: WD-B097-253-IND