Allah yang Memegang Kendali

Derek Prince
*First Published: 2008
*Last Updated: Maret 2026
2 min read
Bila kita mulai mengerti betapa sempurnanya pengetahuan yang ada pada Tuhan, terlebih lagi kemampuan-Nya untuk mengetahui segala sesuatu sebelum terjadi, maka kita pun mulai yakin bahwa Tuhan tak akan pernah terkejut (“kecolongan”), apa pun yang akan terjadi. Dalam kerajaan surga tidak pernah timbul keadaan darurat. Bukan saja Tuhan mengetahui kesudahan segala sesuatu sejak semula, tetapi Ia sendiri adalah “Yang Awal dan Yang Akhir” (Wahyu 21:6). Dan Ia sendiri yang mengendalikan keadaan.
Tuhan mengetahui secara spesifik siapa yang telah dipilih untuk bersama-sama menemani Dia di dalam kekekalan.
“Mereka yang telah dipilih oleh Allah, telah juga ditentukan dari semula untuk menjadi serupa dengan Anak-Nya, yaitu Yesus Kristus. Dengan demikian Anak itu menjadi yang pertama di antara banyak saudara-saudara” (Roma 8:29, BIMK).
Kini, katakanlah karena pengampunan dan kemurahan Tuhan, kelak kita akan mencapai tujuan kekal yang mulia itu. Namun tak mungkin Yesus nanti akan menyambut kita dengan kata-kata: “Saya tidak menyangka akan bertemu dengan kamu di sini!” Tidak! Ia akan berkata: “Kemarilah, sayang! Sudah lama Aku menantikan kedatanganmu. Kami di sini tidak bisa mengambil tempat duduk kami di perjamuan pernikahan ini sebelumnya engkau tiba.” Saya percaya di meja perjamuan yang luar biasa itu setiap tempat duduk sudah dipasang nama-namanya, bagi siapa tempat itu telah dipersiapkan.
Sebelum jumlah orang-orang yang diselamatkan itu lengkap, Tuhan masih menanti dengan kesabaran yang luar biasa.
“Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat” (2 Petrus 3:9).
*Prayer Response
Terima kasih, Bapa, karena Engkau mengenalku dengan sempurna. Ku-deklarasikan, Tuhan selalu mengendalikan segala sesuatu dengan sempurna. Ia tak pernah bisa dikejutkan. Bapaku mengetahui apa yang kuperlukan bahkan sebelum ku-meminta kepada-Nya. Amin.
Kode: WD-B097-249-IND