Tuhan Memilih Sejak Semula

Derek Prince
*First Published: 2008
*Last Updated: Maret 2026
2 min read
Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam surga.
“Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan.” (Efesus 1:3–4)
Tuhan sudah mengenal kita (umat-Nya yang kudus) sejak semula, dan karena apa yang Ia ketahui sejak itu Ia pun memilih kita. Keberadaan saudara sekarang ini bukanlah karena saudara yang memutuskannya. Keberadaanmu dan siapakah saudara sekarang ini adalah karena Tuhan yang memprakarsainya. Kalau saudara mengetahui kebenaran ini, pasti ini akan mempengaruhi sikap saudara terhadap diri sendiri dan situasi kehidupanmu, dan keduanya itu ternyata direncanakan oleh Tuhan. Bukan saudara sendiri yang merancang perjalanan kehidupanmu. Yang merancangnya adalah Tuhan.
Tuhan bukan saja mengenal kita sejak semula. Ia juga menetapkan destinasi (tujuan akhir) kita sejak semula. Ada sebagian umat Kristen yang agak takut dengan istilah pre-destinasi, dan apa yang tersirat dari kata tersebut. Saya hanya ingin memberi ide kepada saudara, bahwa kata itu (yang terkadang dikaitkan dengan takdir) maksudnya tidak lebih, yaitu bahwa sejak semula Tuhan telah mengatur perjalanan hidup kita.
Seperti dikatakan Paulus di Roma 8:29:
“Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula.” (Roma 8:29)
Jadi, semuanya itu telah dirancang-Nya sejak dahulu.
Kemudian Paulus berkata di Efesus 1:11:
“Di dalam Dialah kami mendapat bagian yang dijanjikan – kami yang dari semula ditentukan untuk menerima bagian itu sesuai dengan maksud Allah, yang di dalam segala sesuatu bekerja menurut keputusan kehendak-Nya.” (Efesus 1:11)
Dengan adanya jaminan seperti ini, semestinya kita merasa lebih aman. Ternyata perjalanan hidup saudara telah direncanakan sebelumnya. Perjalanan hidupmu telah diatur terlebih dahulu oleh Tuhan, yang mengatur segala perkara sesuai dengan rencana-Nya sendiri. Ia mengatur segala perkara sesuai dengan keputusan kehendak-Nya.
*Prayer Response
Terima kasih, Bapa, bahwa aku ini anak-Mu. Ku-deklarasikan, bahwa sesungguhnya kehidupanku telah dirancang jauh sebelumnya oleh Tuhan, yang mengatur segala sesuatu sesuai kehendak-Nya. Dalam kasih-Nya Bapa telah menetapkan dari dahulu supaya aku diangkat menjadi anak-Nya. Amin.
Kode: WD-B097-244-IND