Menyambut si Anak Hilang

Derek Prince
*First Published: 2008
*Last Updated: Maret 2026
2 min read
Sekarang marilah kita meninjau kembali suatu kebenaran penting yang digambarkan oleh perumpamaan mengenai Anak yang Hilang, yang diceritakan Yesus kepada para pengikut-Nya di Lukas 15:11-32. Sang ayah sudah berada di luar rumah, karena ia sedang menunggu kedatangan anaknya untuk dia bawa kembali ke rumah. Tidak ada orang lain yang perlu memberitahunya, “Tuan, anakmu sudah kembali!” sebab dialah yang paling pertama mengetahuinya. Ia sudah tahu sebelum orang-orang lain dalam keluarganya tahu.
Demikian juga sikap Tuhan terhadap kita yang sudah bersatu dengan Kristus. Kita bukan barang afkiran pabrik. Kita bukan sekadar pesuruh. Ketika anak yang hilang itu kembali, sebenarnya ia sudah bersedia untuk dijadikan pesuruh saja. Tetapi ayahnya menolak untuk mendengar hal itu. Malahan ia berkata:
“Lekaslah bawa kemari jubah yang terbaik, pakaikanlah itu kepadanya dan kenakanlah cincin pada jarinya dan sepatu pada kakinya. Dan ambillah anak lembu tambun itu, sembelihlah dia dan marilah kita makan dan bersukacita. Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapati kembali.” (ayat 22–24)
Seluruh rumah tangga itu dibuat jungkir balik untuk bisa memberikan sambutan kepada anak yang hilang itu.
Seperti itu juga Yesus berkata:
“Demikian juga akan ada sukacita di surga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih daripada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan” (ayat 7).
Demikianlah caranya Tuhan menyambut kita apabila kita menyatu dengan Kristus.
*Prayer Response
Terima kasih, Bapa, bahwa aku ini anak-Mu. Ku-deklarasikan, Tuhan menyambutku di dalam Kristus dan senang bahwa aku ini hidup. Dalam kasih-Nya Bapa telah menetapkan dari dahulu supaya aku diangkat menjadi anak-Nya. Amin.
Kode: WD-B097-243-IND