Logo
Logo
Learn
Buku-bukuKursus AlkitabSumber
PenjangkauanTentang
Indonesia Flag Icon

Menu

  • Home
  • Learn +
    • Penjangkauan
    • Tentang +
      • Bergabung +
        • Kontak +

            Dapatkan eBook Gratis

            Mulailah koleksi Derek Prince anda dengan eBook gratis berjudul Bagaimana Beralih Dari Kutuk Kepada Berkat saat anda berlangganan buletin kami.

            Pengajaran Alkitab Gratis
            Logo
            Logo
            HomeLearnPenjangkauanTentangBerikan Donasi

            Hak Cipta © 2026 Pelayanan Derek Prince. Seluruh hak cipta

            KontakKerahasiaan PribadiHak CiptaLicensesPeta Situs
            Rumah
            Sumber
            Menyambut si Anak Hilang

            Menyambut si Anak Hilang

            Derek Prince

            Derek Prince

            Menyukai
            Membagikan
            Bahasa Indonesia

            *Article Language

            Kirimkan Kesaksian

            Menawarkan

            Memberi

            *First Published: 2008

            *Last Updated: Maret 2026

            2 min read

            Perumpamaan tentang anak yang hilang menunjukkan bahwa Allah tidak memandang engkau sebagai hamba, melainkan sebagai anak-Nya yang terkasih. Ia menantikan kepulanganmu, bukan dengan penghukuman, melainkan dengan pesta besar yang membuat seluruh Surga bersukacita.

            Sekarang marilah kita meninjau kembali suatu kebenaran penting yang digambarkan oleh perumpamaan mengenai Anak yang Hilang, yang diceritakan Yesus kepada para pengikut-Nya di Lukas 15:11-32. Sang ayah sudah berada di luar rumah, karena ia sedang menunggu kedatangan anaknya untuk dia bawa kembali ke rumah. Tidak ada orang lain yang perlu memberitahunya, “Tuan, anakmu sudah kembali!” sebab dialah yang paling pertama mengetahuinya. Ia sudah tahu sebelum orang-orang lain dalam keluarganya tahu.

            Demikian juga sikap Tuhan terhadap kita yang sudah bersatu dengan Kristus. Kita bukan barang afkiran pabrik. Kita bukan sekadar pesuruh. Ketika anak yang hilang itu kembali, sebenarnya ia sudah bersedia untuk dijadikan pesuruh saja. Tetapi ayahnya menolak untuk mendengar hal itu. Malahan ia berkata:

            “Lekaslah bawa kemari jubah yang terbaik, pakaikanlah itu kepadanya dan kenakanlah cincin pada jarinya dan sepatu pada kakinya. Dan ambillah anak lembu tambun itu, sembelihlah dia dan marilah kita makan dan bersukacita. Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapati kembali.” (ayat 22–24)

            Seluruh rumah tangga itu dibuat jungkir balik untuk bisa memberikan sambutan kepada anak yang hilang itu.

            Seperti itu juga Yesus berkata:

            “Demikian juga akan ada sukacita di surga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih daripada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan” (ayat 7).

            Demikianlah caranya Tuhan menyambut kita apabila kita menyatu dengan Kristus.

            *Prayer Response

            Terima kasih, Bapa, bahwa aku ini anak-Mu. Ku-deklarasikan, Tuhan menyambutku di dalam Kristus dan senang bahwa aku ini hidup. Dalam kasih-Nya Bapa telah menetapkan dari dahulu supaya aku diangkat menjadi anak-Nya. Amin.

            Aku Sudah Berdoa
            Menyukai
            Membagikan
            Expand Content

            What People Say

            See how Menyambut si Anak Hilang has impacted lives across the globe.

            "I've applied the Biblical principles on family relationships from this teaching, and it has completely restored harmony in our home. My teenagers and I now have meaningful conversations about faith, and my marriage has been strengthened in ways I never thought possible."
            Elena R., Brazil
            "The teachings on spiritual warfare completely transformed my approach to daily challenges. I used to feel overwhelmed by life's obstacles, but now I understand how to stand firm in faith. This teaching gave me practical tools I use every single day."
            Sarah K., California
            "After 20 years of struggling with unforgiveness, the Biblical principles shared in this teaching helped me release the bitterness I had been carrying. The step-by-step approach to forgiveness wasn't just theory—it actually worked in my life when nothing else had."
            Michael T., United Kingdom
            "As a new Christian, I was confused about many aspects of faith. These teachings provided clear, Scripture-based explanations that helped build my foundation. I'm especially grateful for how the content made complex concepts accessible without watering down the truth."
            Priya M., India
            "The teaching on God's sovereignty during difficult times came to me exactly when I needed it most. After losing my job and facing health challenges, this message reminded me that God remains in control. It gave me hope when I had none left."
            James L., Australia
            "I've applied the Biblical principles on family relationships from this teaching, and it has completely restored harmony in our home. My teenagers and I now have meaningful conversations about faith, and my marriage has been strengthened in ways I never thought possible."
            Elena R., Brazil
            "The teachings on spiritual warfare completely transformed my approach to daily challenges. I used to feel overwhelmed by life's obstacles, but now I understand how to stand firm in faith. This teaching gave me practical tools I use every single day."
            Sarah K., California

            Kode: WD-B097-243-IND

            Hadiah
            Memberi
            Kirim Masukan