Logo
Logo
Learn
Buku-bukuKursus AlkitabSumber
PenjangkauanTentang
Indonesia Flag Icon

Menu

  • Home
  • Learn +
    • Penjangkauan
    • Tentang +
      • Bergabung +
        • Kontak +

            Dapatkan eBook Gratis

            Mulailah koleksi Derek Prince anda dengan eBook gratis berjudul Bagaimana Beralih Dari Kutuk Kepada Berkat saat anda berlangganan buletin kami.

            Pengajaran Alkitab Gratis
            Logo
            Logo
            HomeLearnPenjangkauanTentangBerikan Donasi

            Hak Cipta © 2026 Pelayanan Derek Prince. Seluruh hak cipta

            KontakKerahasiaan PribadiHak CiptaLicensesPeta Situs
            Rumah
            Sumber
            Keluarga: Sumber Khidupan Bersama

            Keluarga: Sumber Khidupan Bersama

            Derek Prince

            Derek Prince

            Menyukai
            Membagikan
            Bahasa Indonesia

            *Article Language

            Kirimkan Kesaksian

            Menawarkan

            Memberi

            *First Published: 2008

            *Last Updated: Maret 2026

            2 min read

            Seorang gadis Skotlandia yang cerdas pernah berkata bahwa kakak laki-lakinya telah meninggal dan ia sedang dalam perjalanan ke rumah Bapanya untuk mendengarkan pembacaan surat wasiat. Kisah yang indah ini mengungkapkan identitas sejati kita sebagai anak-anak Allah dan apa yang dituntut dari kita sebagai anggota keluarga-Nya.

            Semua kita adalah anggota dari keluarga Allah, karena kita semua berasal dari satu Bapa. Yesus adalah kakak kita yang sulung, dan kita semua adalah anggota dari keluarga yang sama.

            Baiklah, ijinkan saya bercerita kepada saudara sebuah peristiwa yang langsung ku ingat setiap kali saya mulai berpikir mengenai keluarga Allah. Kejadiannya itu adalah beberapa abad yang lalu. Pada waktu itu ada sejumlah umat Kristen keturunan bangsa Skotlandia yang tinggal di daerah pegunungan. Mereka sedang mengalami aniaya yang cukup sengit dari serdadu-serdadu Inggris.

            Pada waktu itu ada seorang gadis Skotlandia ditangkap oleh serdadu Inggris dan ia ditanyai ke mana perginya. Sebenarnya anak perempuan itu sedang pergi menuju sebuah pertemuan rahasia dari sesama umat yang percaya. Tentu saja anak perempuan itu takut untuk berdusta, tetapi ia juga tidak ingin membocorkan informasi dan mengkhianati saudara-saudara seiman itu. Maka ia langsung berdoa dan meminta supaya Tuhan menolongnya memberi jawaban yang tepat.

            Jawaban anak perempuan itu akhirnya begini, ketika ia bicara dengan serdadu itu:

            “Saudaraku yang sulung telah meninggal dunia, dan aku sedang ke rumah ayah untuk mendengar pembacaan surat wasiatnya.”

            Betapa indahnya jawaban tersebut. Saudara yang sulung itu adalah Yesus, Tuhan-lah Ayah kita, dan pertemuan itu dilakukan di rumah Bapa.

            Apakah ciri utama sebuah keluarga? Saya percaya, ciri utamanya adalah sama-sama berbagi kehidupan dari sumber yang sama. Allah Bapa adalah sumber kehidupan kita semua, dan kita semua bersama-sama dalam keluarga-Nya. Keluarga Allah bukanlah sebuah institusi, bukan juga sebuah organisasi, melainkan sumber kehidupan yang boleh kita nikmati bersama-sama.

            Sebagai sesama anggota dari keluarga Allah, apakah yang dituntut dari kita? Kalau saya boleh menjawabnya, saya akan katakan: kita harus saling menerima satu sama lain. Yesus menyebut kita saudara, karena Tuhan menyebut kita semua anak-anak-Nya. Jika sesama saudara seiman dipanggil Tuhan sebagai putra-putra-Nya, semestinya kita menyapa mereka sebagai “kakak” dan “adik”. Hal itu tidak selalu mudah. Teman boleh saja kita pilih sendiri, tetapi bukan kita yang bisa memilih siapa keluarga kita. Namun demikian, kita diharuskan untuk menerima satu sama lain.

            *Prayer Response

            Terima kasih, Bapa, bahwa aku ini anak-Mu. Ku-deklarasikan, akulah anggota keluarga Tuhan, dan Tuhan adalah Bapaku dan Yesus saudara tuaku. Dalam kasih-Nya Bapa telah menetapkan dari dahulu supaya aku diangkat menjadi anak-Nya. Amin.

            Aku Sudah Berdoa
            Menyukai
            Membagikan
            Expand Content

            What People Say

            See how Keluarga: Sumber Khidupan Bersama has impacted lives across the globe.

            "I've applied the Biblical principles on family relationships from this teaching, and it has completely restored harmony in our home. My teenagers and I now have meaningful conversations about faith, and my marriage has been strengthened in ways I never thought possible."
            Elena R., Brazil
            "The teachings on spiritual warfare completely transformed my approach to daily challenges. I used to feel overwhelmed by life's obstacles, but now I understand how to stand firm in faith. This teaching gave me practical tools I use every single day."
            Sarah K., California
            "After 20 years of struggling with unforgiveness, the Biblical principles shared in this teaching helped me release the bitterness I had been carrying. The step-by-step approach to forgiveness wasn't just theory—it actually worked in my life when nothing else had."
            Michael T., United Kingdom
            "As a new Christian, I was confused about many aspects of faith. These teachings provided clear, Scripture-based explanations that helped build my foundation. I'm especially grateful for how the content made complex concepts accessible without watering down the truth."
            Priya M., India
            "The teaching on God's sovereignty during difficult times came to me exactly when I needed it most. After losing my job and facing health challenges, this message reminded me that God remains in control. It gave me hope when I had none left."
            James L., Australia
            "I've applied the Biblical principles on family relationships from this teaching, and it has completely restored harmony in our home. My teenagers and I now have meaningful conversations about faith, and my marriage has been strengthened in ways I never thought possible."
            Elena R., Brazil
            "The teachings on spiritual warfare completely transformed my approach to daily challenges. I used to feel overwhelmed by life's obstacles, but now I understand how to stand firm in faith. This teaching gave me practical tools I use every single day."
            Sarah K., California

            Kode: WD-B097-241-IND

            Hadiah
            Memberi
            Kirim Masukan