Obat Penawar untuk Rasa Kesepian

Derek Prince
*First Published: 2008
*Last Updated: Maret 2026
2 min read
Terkadang, apabila kubertanya kepada diri sendiri, ada berapa banyak sebenarnya orang Kristen yang hidup kesepian di dunia dewasa ini, jawaban yang mungkin akan kudapatkan membuatku terhenyak. Menurutku, semestinya tidak ada orang Kristen yang merasa kesepian. Salah satu perubahan besar yang perlu dilakukan oleh umat Kristen adalah, kita harus merombak kembali gambaran yang ada di pikiran kita mengenai artinya menjadi seorang Kristen. Menjadi orang Krisen semestinya berarti, kita menjadi anggota keluarga Allah. Bukan hanya sebagai sebuah konsep teologia, tetapi dengan menjadi anggota sebuah keluarga yang sungguhan.
Sungguh tidak enak, hidup dalam kesepian itu. Tetapi dalam dunia dewasa ini ada berjuta-juta orang yang hidup dalam kesepian. Meskipun penduduk dunia bertambah terus dengan begitu cepatnya, dan meskipun banyak orang tinggalnya di kota-kota besar, ternyata kota-kota besar dan bola bumi yang semakin berjubel penduduknya ini penuh dengan orang-orang yang hidup dalam kesepian.
Bisa saja orang merasa kesepian meski berada di tengah kerumunan orang banyak. Sangat mungkin orang merasa kesepian di sebuah kota besar. Sesungguhnya, itulah kesepian yang paling mengerikan: ada banyak orang di sekeliling, tetapi pada saat yang sama kita tidak bisa berhubungan dengan mereka, karena ada semacam tembok pemisah yang tidak terlihat, tetapi kita sendiri tidak tahu bagaimana menembus tembok itu.
Sebenarnya Tuhan tidak merencanakan supaya manusia harus mengalami kesepian. Sejak dari kekekalan, Tuhan itu mempunyai sifat seorang Bapa. Tuhan adalah sumber ke-bapaan. Dialah sumber dari setiap keluarga baik di surga maupun di bumi. Seperti Paulus menulis di Efesus 3:15:
“yang daripada-Nya semua turunan yang di dalam surga dan di atas bumi menerima namanya.”
Bahkan pada masa awal sejarah manusia, Allah sudah menyediakan teman hidup bagi lelaki pertama, kata-Nya:
“Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja” (Kejadian 2:18).
Begitulah sikap Tuhan yang sebenarnya. Ia ingin menarik kita keluar dari rasa kesepian itu dan menempatkan diri kita di tengah-tengah keluarga Allah. Ia rindu untuk memberi kepada kita kakak dan adik, baik lelaki maupun perempuan, dengan siapa kita bisa berbagi kasih-Nya.
*Prayer Response
Terima kasih, Bapa, bahwa aku ini anak-Mu. Ku-deklarasikan, Tuhan tidak membuat rencana supaya aku mengalami kesepian dalam hidupku. Ia telah menempatkan diriku di dalam keluarga Tuhan. Dalam kasih-Nya Bapa telah menetapkan dari dahulu supaya aku diangkat menjadi anak-Nya. Amin.
Kode: WD-B097-240-IND