Diperkenan dan Diterima

Derek Prince
*First Published: 2008
*Last Updated: Maret 2026
2 min read
“Allah telah memilih kita … telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya, supaya terpujilah kasih karunia-Nya yang mulia, yang dikaruniakan-Nya kepada kita di dalam Dia yang dikasihi-Nya [KJV: by which He made us accepted in the Beloved, dengan mana Ia membuat kita diterima di dalam Dia yang dikasihi-Nya].” (Efesus 1:4–6)
Siapakah yang dimaksudkan dengan “Dia yang dikasihi-Nya” itu? Yesus. Perhatikanlah urutan yang tertera di situ. Kita telah dipilih, ditentukan dari semula, diadopsi (diangkat sebagai anak), dan “diterima”. Ucapkanlah langkah-langkah itu tadi dengan suara keras: “Aku telah dipilih, ditentukan dari semula, diadopsi, dan diterima.”
Saya tahu bahwa sebagian terjemahan Alkitab modern tidak mencantumkan kata accepted (diterima). Ungkapan bahasa Yunani yang diterjemahkan “Ia membuat kita diterima” itu sesungguhnya berarti: “Tuhan telah menganugerahkan perkenan-Nya atas kita secara seutuhnya.”
Sekali lagi, ketika malaikat Gabriel memberi salam kepada Perawan Maria ia berkata:
“Salam, hai engkau yang dikaruniai [sangat diperkenan]” (Lukas 1:28).
Perkenan adalah kata Yunani yang sama seperti yang dipakai di kitab Efesus, dan kalau diterjemahkan “diterima” itu cukup baik juga. Kita bukan saja di-toleransi oleh Tuhan. Kita bukan saja disuruh berdiri di pinggiran sebagai penonton. Tidak, kita adalah obyek perkenan Dia yang paling mendalam. Dapatkah saudara percaya akan hal itu? Memang begitu indah, sehingga hampir-hampir tidak bisa kita percayai!
Menurut hemat saya, apabila seseorang sering merasa dirinya kurang aman (kurang “pede”), hal itu jelas disebabkan oleh ketertolakan. Jalan keluarnya? Segeralah bergabung dan menjadi bagian dari keluarga Allah. Tuhan tidak pernah berubah. Tuhan itu cinta kasih adanya. Tuhan menyayangi setiap anak-Nya. Anak-anak Tuhan tidak ada yang dianggap kelas kambing. Jikalau engkau sudah menjadi anak Allah, engkau tidak perlu berjalan di atas ujung jari kakimu melintasi gang dan mengetuk pintu-Nya, dengan merasa was-was: apakah Ia akan mengijinkan engkau masuk? Tidak, Ia justru sedang menunggu kedatanganmu dengan tangan yang terbuka lebar.
*Prayer Response
Terima kasih, Bapa, bahwa aku ini anak-Mu. Ku-deklarasikan, aku telah dipilih, ditentukan dari semula, diadopsi dan diterima. Tuhan telah memberikan perkenan sepenuhnya kepadaku. Dalam kasih-Nya Bapa telah menetapkan dari dahulu supaya aku diangkat menjadi anak-Nya. Amin.
Kode: WD-B097-239-IND