Logo
Logo
Learn
Buku-bukuKursus AlkitabSumber
PenjangkauanTentang
Indonesia Flag Icon

Menu

  • Home
  • Learn +
    • Penjangkauan
    • Tentang +
      • Bergabung +
        • Kontak +

            Dapatkan eBook Gratis

            Mulailah koleksi Derek Prince anda dengan eBook gratis berjudul Bagaimana Beralih Dari Kutuk Kepada Berkat saat anda berlangganan buletin kami.

            Pengajaran Alkitab Gratis
            Logo
            Logo
            HomeLearnPenjangkauanTentangBerikan Donasi

            Hak Cipta © 2026 Pelayanan Derek Prince. Seluruh hak cipta

            KontakKerahasiaan PribadiHak CiptaLicensesPeta Situs
            Rumah
            Sumber
            Buah yang Sesuai dengan Pohonnya

            Buah yang Sesuai dengan Pohonnya

            Derek Prince

            Derek Prince

            Menyukai
            Membagikan
            Bahasa Indonesia

            *Article Language

            Kirimkan Kesaksian

            Menawarkan

            Memberi

            *First Published: 2008

            *Last Updated: Maret 2026

            2 min read

            Alkitab mengatakan bahwa sebuah mata air tidak dapat menghasilkan air tawar dan air asin sekaligus, namun betapa seringnya kita memuji Allah lalu berbicara buruk tentang sesama. Pengajaran yang kuat ini menyingkapkan apa yang diungkapkan perkataan kita tentang hati kita dan sumber rohani yang sebenarnya membimbing hidup kita.

            Yakobus menulis mengenai betapa tidak konsistennya orang-orang yang bersifat agamawi:

            “Dengan lidah kita memuji Tuhan, Bapa kita; dan dengan lidah kita mengutuk manusia yang diciptakan menurut rupa Allah, dari mulut yang satu keluar berkat dan kutuk. Hal ini, saudara-saudaraku, tidak boleh demikian terjadi. Adakah sumber memancarkan air tawar dan air pahit dari mata air yang sama? Saudara-saudaraku, adakah pohon ara dapat menghasilkan buah zaitun dan adakah pokok anggur dapat menghasilkan buah ara? Demikian juga mata air asin tidak dapat mengeluarkan air tawar. (Yakobus 3:9–12)”

            Di ayat-ayat itu Yakobus mengkombinasikan dua buah gambar. Yang pertama adalah gambar sebuah pohon. Ia berkata bahwa pohon ara takkan pernah menghasilkan buah yang lain, misalnya buah zaitun. Jenis pohon menunjukkan buah macam apa yang akan dihasilkannya. Dalam gambar ini pohon melambangkan hati manusia; buahnya adalah kata-kata yang keluar dari mulut seseorang. Gambar yang kedua yang digunakan oleh Yakobus adalah mata air. Ia berkata, kita bisa tahu mata air itu akan mengeluarkan air asin, apabila air itu terasa asin (tidak tawar).

            Dua jenis pohon itu berbicara mengenai dua jenis sifat. Apabila sebuah pohon menghasilkan buah yang tidak sama dengan yang semestinya, maka pohon itu sesungguhnya tidak baik. Dan gambar ini berbicara mengenai manusia lama. Pohon yang bagus adalah manusia baru di dalam Yesus Kristus. Manusia lama tidak dapat menghasilkan buah yang bagus. Yesus mengatakan hal itu hingga berkali-kali.

            (Lihat, misalnya, Yohanes 15:1-8.) Sifat yang lama dan kedagingan itu selalu akan menghasilkan buah yang demikian juga.

            Mata air itu menggambarkan sesuatu yang rohani. Mata air yang jernih adalah Roh Kudus. Mata air yang tidak baik (korup), yang asin dan tidak murni adalah roh yang lain.

            *Prayer Response

            Terima kasih, Yesus, untuk transaksi penukaran di kayu salib. Ku-deklarasikan, sifatku yang baru akan menghasilkan buah-buah yang baik, sebab manusia lama-ku telah dimatikan di dalam Kristus, supaya manusia baru dapat hidup di dalam diriku. Amin.

            Aku Sudah Berdoa
            Menyukai
            Membagikan
            Expand Content

            What People Say

            See how Buah yang Sesuai dengan Pohonnya has impacted lives across the globe.

            "I've applied the Biblical principles on family relationships from this teaching, and it has completely restored harmony in our home. My teenagers and I now have meaningful conversations about faith, and my marriage has been strengthened in ways I never thought possible."
            Elena R., Brazil
            "The teachings on spiritual warfare completely transformed my approach to daily challenges. I used to feel overwhelmed by life's obstacles, but now I understand how to stand firm in faith. This teaching gave me practical tools I use every single day."
            Sarah K., California
            "After 20 years of struggling with unforgiveness, the Biblical principles shared in this teaching helped me release the bitterness I had been carrying. The step-by-step approach to forgiveness wasn't just theory—it actually worked in my life when nothing else had."
            Michael T., United Kingdom
            "As a new Christian, I was confused about many aspects of faith. These teachings provided clear, Scripture-based explanations that helped build my foundation. I'm especially grateful for how the content made complex concepts accessible without watering down the truth."
            Priya M., India
            "The teaching on God's sovereignty during difficult times came to me exactly when I needed it most. After losing my job and facing health challenges, this message reminded me that God remains in control. It gave me hope when I had none left."
            James L., Australia
            "I've applied the Biblical principles on family relationships from this teaching, and it has completely restored harmony in our home. My teenagers and I now have meaningful conversations about faith, and my marriage has been strengthened in ways I never thought possible."
            Elena R., Brazil
            "The teachings on spiritual warfare completely transformed my approach to daily challenges. I used to feel overwhelmed by life's obstacles, but now I understand how to stand firm in faith. This teaching gave me practical tools I use every single day."
            Sarah K., California

            Kode: WD-B097-238-IND

            Hadiah
            Memberi
            Kirim Masukan