Benih yang Tak Dapat Binasa

Derek Prince
*First Published: 2008
*Last Updated: Maret 2026
2 min read
Setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa lagi; sebab benih ilahi tetap ada di dalam dia dan ia tidak dapat berbuat dosa, karena ia lahir dari Allah. (1 Yohanes 3:9)
“Setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa lagi; sebab benih ilahi tetap ada di dalam dia dan ia tidak dapat berbuat dosa, karena ia lahir dari Allah.”
Benarkah ayat ini mengatakan bahwa orang percaya yang sudah lahir baru tidak mungkin berdosa? Jikalau benar demikian, banyak dari kita akan gugur, termasuk saya sendiri! Adakah seseorang di antara kita yang benar-benar sudah dilahirkan dari Tuhan, dan dapat dikatakan bahwa ia tak mungkin berbuat dosa lagi? Saya percaya tidak ada. Kalau begitu, apakah yang dimaksudan ayat ini?
Sebagaimana saya menangkap maksud ayat tersebut, di sini yang dibicarakan adalah sifat baru yang telah dilahirkan dalam diri kita. Ini adalah sebuah sifat yang tidak dapat berdosa, yaitu sifat karakter Yesus. Inilah manusia yang baru. Hal ini penting untuk disadari, sebab hanya dengan mengembangkan dan tunduk kepada sifat dan karakter tersebut kita akan sukses mengalahkan dosa dalam kehidupan kita.
Di 1 Yohanes 5:4 dikatakan:
“Sebab semua [KJV: whatever, artinya apa pun] yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia.”
Perhatikan, bahwa dalam terjemahan NIV dikatakan bukan whoever (siapa pun) melainkan “whatever is born of God” (apa pun yang lahir dari Allah). Di sini ayatnya tidak berbicara mengenai seseorang, melainkan mengenai sebuah sifat. Sifat yang baru ini tidak dapat berdosa. Ia tidak bisa menjadi rusak (korup). Tahukah saudara mengapa ia tidak bisa menjadi rusak atau korup? Karena benih Allah tetap ada di dalam manusia baru itu. Apakah benih itu? Kita akan melihat di 1 Petrus 1:23:
“Karena kamu telah dilahirkan kembali bukan dari benih yang fana [KJV: corruptible seed, benih yang bisa rusak/ mati], tetapi dari benih yang tidak fana [KJV: incorruptible seed, benih yang tidak bisa rusak/ mati], oleh firman Allah, yang hidup dan yang kekal.”
Bagaimanakah sifat benih Firman Tuhan itu? Ia itu incorruptible, tidak bisa binasa/ rusak. Sifatnya adalah kebalikan dari sifat manusia lama, yang corruptible, yang dapat korup dan rusak (sudah jelas-jelas rusak/ bejat).
*Prayer Response
Terima kasih, Yesus, untuk transaksi penukaran di kayu salib. Ku-deklarasikan, suatu ciptaan baru telah dilahirkan dalam diriku – suatu tabiat yang tidak dapat berdosa, yaitu tabiat Yesus. Ku-deklarasikan, manusia lama-ku telah dimatikan di dalam Kristus, supaya manusia baru dapat hidup di dalam diriku. Amin.
Kode: WD-B097-234-IND