Logo
Logo
Learn
Buku-bukuKursus AlkitabSumber
PenjangkauanTentang
Indonesia Flag Icon

Menu

  • Home
  • Learn +
    • Penjangkauan
    • Tentang +
      • Bergabung +
        • Kontak +

            Dapatkan eBook Gratis

            Mulailah koleksi Derek Prince anda dengan eBook gratis berjudul Bagaimana Beralih Dari Kutuk Kepada Berkat saat anda berlangganan buletin kami.

            Pengajaran Alkitab Gratis
            Logo
            Logo
            HomeLearnPenjangkauanTentangBerikan Donasi

            Hak Cipta © 2026 Pelayanan Derek Prince. Seluruh hak cipta

            KontakKerahasiaan PribadiHak CiptaLicensesPeta Situs
            Rumah
            Sumber
            Oleh Satu Kurban Agung

            Oleh Satu Kurban Agung

            Derek Prince

            Derek Prince

            Menyukai
            Membagikan
            Bahasa Indonesia

            *Article Language

            Kirimkan Kesaksian

            Menawarkan

            Memberi

            *First Published: 2008

            *Last Updated: Maret 2026

            2 min read

            Yesus telah mempersembahkan satu korban yang sempurna untuk dosa dan kemudian duduk di sebelah kanan Allah, menandakan bahwa karya penebusan-Nya telah selesai sepenuhnya. Tindakan tunggal ini telah menyempurnakan kamu untuk selama-lamanya di hadapan Allah, bahkan ketika kamu terus-menerus dikuduskan dalam perjalanan harianmu bersama-Nya.
            “Sebab oleh satu kurban saja Ia telah menyempurnakan untuk selama-lamanya mereka yang Ia kuduskan.” (Ibrani 10:14)

            Di dalam bahasa Yunani ayat ini kita menemukan dua “waktu” (tense) dan kedua-duanya signifikan. Yang pertama disebut perfect tense (bentuk waktu yang sudah selesai kejadiannya): “Sebab oleh satu kurban saja Ia telah menyempurnakan untuk selama-lamanya …” Kita bisa mengatakan bahwa kurban Kristus itu “perfectly perfect” (sempurna yang sesempurna-sempurnanya). Kurban itu “completely complete” (lengkap selengkap-lengkapnya).

            Sebelum menyampaikan ungkapan tersebut, penulis surat Ibrani berkata bahwa para imam PL selalu diharuskan berdiri, dan mereka harus berulang kali mempersembahkan kurban-kurban yang itu ke itu, kurban yang takkan pernah dapat menghapus dosa secara sempurna. Kemudian penulisnya berkata mengenai Yesus:

            “Tetapi Ia, setelah mempersembahkan hanya satu kurban saja karena dosa, Ia duduk untuk selama-lamanya di sebelah kanan Allah” (Ibrani 10:12).

            Perhatikan bedanya para imam PL yang harus berdiri terus, dan Yesus yang duduk sesudah mempersembahkan kurban-Nya. Mengapakan Yesus duduk sesudah mempersembahkan kurban-Nya? Karena ssudah itu tidak ada lagi pekerjaan yang harus Dia lakukan. Ia sudah menyelesaikan tugas-Nya. Sedangkan tugas para imam PL tidak pernah selesai. Karena kurban-kurban yang mereka persembahkan itu tidak memadai untuk mengatasi permasalahan yang sesungguhnya. Sebaliknya, kematian Yesus di kayu salib merupakan suatu kurban yang sempurna dan tidak perlu diulangi kembali.

            Jadi, yang dikerjakan oleh Yesus itu sudah komplit dan sempurna. Tidak perlu lagi untuk menambahkan sesuatu kepadanya, dan tiada sesuatu yang dapat diambil dari padanya. Kurban agung Yesus itu sudah sah untuk selama-lamanya. Itulah yang dimaksudkan dengan perfect tense (“sesuatu yang dilakukan, yang benar-benar selesai sudah”).

            Kemudian penulis Ibrani menulis mengenai semua kita yang memperoleh manfaat dari kurban agung Yesus itu:

            “Sebab oleh satu kurban saja Ia telah menyempurnakan untuk selama-lamanya mereka yang Ia kuduskan [NIV: ‘yang sedang Ia kuduskan’] (Ibrani 10:14).”

            “Yang sedang Ia kuduskan” itu merupakan kalimat yang memakai “present progressive tense” (waktu yang sedang berlangsung). Yang sudah dikerjakan oleh Yesus itu sungguh sempurna, namun pemanfaatan kurban itu oleh kita adalah sesuatu yang masih harus berlangsung terus, masih berkesinambungan. Sementara kita dikuduskan, kita semakin dipisahkan untuk Tuhan saja, dan semakin dekat kita dengan Tuhan dan menerima lebih banyak lagi dari persediaan dan janji-janji Tuhan, maka kita akan semakin menikmati apa yang disediakan oleh kurban agung itu.

            *Prayer Response

            Terima kasih, Tuhan, untuk karya-Mu dalam diriku. Ku-deklarasikan, melalui satu kurban agung Yesus telah menyempurnakan orang-orang yang sedang dikuduskan – termasuk diriku. Aku telah dijadikan sempurna di dalam Kristus. Amin.

            Aku Sudah Berdoa
            Menyukai
            Membagikan
            Expand Content

            What People Say

            See how Oleh Satu Kurban Agung has impacted lives across the globe.

            "I've applied the Biblical principles on family relationships from this teaching, and it has completely restored harmony in our home. My teenagers and I now have meaningful conversations about faith, and my marriage has been strengthened in ways I never thought possible."
            Elena R., Brazil
            "The teachings on spiritual warfare completely transformed my approach to daily challenges. I used to feel overwhelmed by life's obstacles, but now I understand how to stand firm in faith. This teaching gave me practical tools I use every single day."
            Sarah K., California
            "After 20 years of struggling with unforgiveness, the Biblical principles shared in this teaching helped me release the bitterness I had been carrying. The step-by-step approach to forgiveness wasn't just theory—it actually worked in my life when nothing else had."
            Michael T., United Kingdom
            "As a new Christian, I was confused about many aspects of faith. These teachings provided clear, Scripture-based explanations that helped build my foundation. I'm especially grateful for how the content made complex concepts accessible without watering down the truth."
            Priya M., India
            "The teaching on God's sovereignty during difficult times came to me exactly when I needed it most. After losing my job and facing health challenges, this message reminded me that God remains in control. It gave me hope when I had none left."
            James L., Australia
            "I've applied the Biblical principles on family relationships from this teaching, and it has completely restored harmony in our home. My teenagers and I now have meaningful conversations about faith, and my marriage has been strengthened in ways I never thought possible."
            Elena R., Brazil
            "The teachings on spiritual warfare completely transformed my approach to daily challenges. I used to feel overwhelmed by life's obstacles, but now I understand how to stand firm in faith. This teaching gave me practical tools I use every single day."
            Sarah K., California

            Kode: WD-B097-230-IND

            Hadiah
            Memberi
            Kirim Masukan