Oleh Satu Kurban Agung

Derek Prince
*First Published: 2008
*Last Updated: Maret 2026
2 min read
“Sebab oleh satu kurban saja Ia telah menyempurnakan untuk selama-lamanya mereka yang Ia kuduskan.” (Ibrani 10:14)
Di dalam bahasa Yunani ayat ini kita menemukan dua “waktu” (tense) dan kedua-duanya signifikan. Yang pertama disebut perfect tense (bentuk waktu yang sudah selesai kejadiannya): “Sebab oleh satu kurban saja Ia telah menyempurnakan untuk selama-lamanya …” Kita bisa mengatakan bahwa kurban Kristus itu “perfectly perfect” (sempurna yang sesempurna-sempurnanya). Kurban itu “completely complete” (lengkap selengkap-lengkapnya).
Sebelum menyampaikan ungkapan tersebut, penulis surat Ibrani berkata bahwa para imam PL selalu diharuskan berdiri, dan mereka harus berulang kali mempersembahkan kurban-kurban yang itu ke itu, kurban yang takkan pernah dapat menghapus dosa secara sempurna. Kemudian penulisnya berkata mengenai Yesus:
“Tetapi Ia, setelah mempersembahkan hanya satu kurban saja karena dosa, Ia duduk untuk selama-lamanya di sebelah kanan Allah” (Ibrani 10:12).
Perhatikan bedanya para imam PL yang harus berdiri terus, dan Yesus yang duduk sesudah mempersembahkan kurban-Nya. Mengapakan Yesus duduk sesudah mempersembahkan kurban-Nya? Karena ssudah itu tidak ada lagi pekerjaan yang harus Dia lakukan. Ia sudah menyelesaikan tugas-Nya. Sedangkan tugas para imam PL tidak pernah selesai. Karena kurban-kurban yang mereka persembahkan itu tidak memadai untuk mengatasi permasalahan yang sesungguhnya. Sebaliknya, kematian Yesus di kayu salib merupakan suatu kurban yang sempurna dan tidak perlu diulangi kembali.
Jadi, yang dikerjakan oleh Yesus itu sudah komplit dan sempurna. Tidak perlu lagi untuk menambahkan sesuatu kepadanya, dan tiada sesuatu yang dapat diambil dari padanya. Kurban agung Yesus itu sudah sah untuk selama-lamanya. Itulah yang dimaksudkan dengan perfect tense (“sesuatu yang dilakukan, yang benar-benar selesai sudah”).
Kemudian penulis Ibrani menulis mengenai semua kita yang memperoleh manfaat dari kurban agung Yesus itu:
“Sebab oleh satu kurban saja Ia telah menyempurnakan untuk selama-lamanya mereka yang Ia kuduskan [NIV: ‘yang sedang Ia kuduskan’] (Ibrani 10:14).”
“Yang sedang Ia kuduskan” itu merupakan kalimat yang memakai “present progressive tense” (waktu yang sedang berlangsung). Yang sudah dikerjakan oleh Yesus itu sungguh sempurna, namun pemanfaatan kurban itu oleh kita adalah sesuatu yang masih harus berlangsung terus, masih berkesinambungan. Sementara kita dikuduskan, kita semakin dipisahkan untuk Tuhan saja, dan semakin dekat kita dengan Tuhan dan menerima lebih banyak lagi dari persediaan dan janji-janji Tuhan, maka kita akan semakin menikmati apa yang disediakan oleh kurban agung itu.
*Prayer Response
Terima kasih, Tuhan, untuk karya-Mu dalam diriku. Ku-deklarasikan, melalui satu kurban agung Yesus telah menyempurnakan orang-orang yang sedang dikuduskan – termasuk diriku. Aku telah dijadikan sempurna di dalam Kristus. Amin.
Kode: WD-B097-230-IND