Kepenuhan Kristus: Tuhan Sendiri

Derek Prince
*First Published: 2008
*Last Updated: Maret 2026
2 min read
“Hati-hatilah, supaya jangan ada yang menawan kamu dengan filsafatnya yang kosong dan palsu menurut ajaran turun-temurun dan roh-roh dunia, tetapi tidak menurut Kristus. Sebab dalam Dialah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allahan, dan kamu telah dipenuhi di dalam Dia.” (Kolose 2:8–10)
Itulah sasaran tujuanku: memasuki kepenuhan dari segala sesuatu yang telah diberikan kepada kita di dalam Yesus Kristus, yang semestinya menjadi tujuan dan kepuasan kita pada akhirnya.
Hal ini dapat digambarkan melalui sebuah persamaan dengan kemah tabernakel Musa yang dipaparkan dalam PL. Kemah itu dibuat menjadi tiga bagian: yang pertama adalah Pelataran yang di luar; sesudah itu, Ruang Kudus yang letaknya di balik tirai depan; dan sesudah itu di balik tirai yang kedua, Ruang Yang Mahakudus. Sekali lagi, salah satu cara untuk membedakan antara ketiga bagian tersebut adalah dengan melihat cahaya terang yang tersedia di masing-masing bagian.
Di Pelataran luar cahaya yang didapatkan adalah cahaya alamiah yang diperoleh dari matahari, bulan, dan bintang-bintang. Di dalam Ruang Kudus tidak ada sinar dari luar. Cahaya terang didapatkan dari kaki pelita yang bercabang tujuh di situ, di mana minyaknya yang dalam penampung minyak dinyalakan untuk menyediakan penerangan.
Setelah berada di Ruang Kudus itu kita tidak bisa mengandalkan panca indera lagi, karena harus melangkah dengan iman. Yang mengherankan, sesudah melewati tirai kedua malah tidak ada sinar terang sama sekali. Hanya ada satu tujuan untuk berani masuk di situ: untuk berjumpa dengan Tuhan.
Apabila seseorang dengan hati yang tulus berani melangkah melewati tirai kedua itu, ruang itu akan diterangi oleh sinar Shekinah, yaitu sinar kemuliaan yang dipancarkan oleh hadirat Tuhan yang supranatural. Itulah sasaran akhir yang hendak dicapai. Yang menjadi daya tarik kita untuk masuk di balik tirai kedua itu tiada sesuatu, kecuali Tuhan sendiri.
Tuhan tidak menyediakan hal-hal lain yang bisa memenuhi keinginan kita – hanya Tuhan saja, dan tiada sesuatu yang lain. Jikalau Tuhan tidak datang, kita akan menghadapi keadaan yang gelap gulita. Berarti, untuk hidup bersama Tuhan janganlah ada tujuan lain yang menjadi suatu daya tarik bagi kita. Yang kita inginkan hanyalah Tuhan saja, tiada lain kecuali Tuhan sendiri.
Cahaya terang yang ingin kudapatkan bukanlah cahaya yang alamiah atau pun cahaya buatan. Yang kucari adalah cahaya yang supranatural, yaitu hadirat Tuhan sendiri.
*Prayer Response
Terima kasih, Tuhan, untuk karya-Mu dalam diriku. Ku-deklarasikan, yang kucari adalah Tuhan sendiri dan hanya Tuhan – kepenuhan Kristus -- sebab aku telah dijadikan sempurna di dalam Kristus. Amin.
Kode: WD-B097-229-IND