Yang Dimaksudkan dengan “Sempurna”

Derek Prince
*First Published: 2008
*Last Updated: Maret 2026
2 min read
Kata sempurna membuat banyak orang menjadi takut. Mereka mendapat kesan seolah-olah dengan demikian kita tidak boleh melakukan kesalahan sama sekali, dan tak pernah membuat kekeliruan. Orang-orang itu berkata: “Jika itu tujuannya, sekarang juga aku menyerah kalah, karena menurutku hal itu tidak mungkin.” Tetapi bagaimana pun, kata sempurna itu ada dalam Alkitab, dan kita tidak dapat mengelaknya. Cepat atau lambat, kita harus menghadapinya.
Dalam Alkitab sempurna itu ada tiga macam artinya. Yang pertama adalah “dewasa” atau “matang”. Tentu untuk mencapai tujuan itu tidak perlu merasa takut, karena hal itu memang wajar. Artinya yang kedua adalah “lengkap” atau “komplit”, yaitu tidak ada yang kurang atau cacat. Tentu saja, dua arti kata tersebut tidak selalu dapat terjadi sekaligus. Misalnya, bisa saja seseorang sudah dewasa, namun mungkin ia mempunyai cacat tubuh. Mungkin juga ada anggota badannya yang hilang, misalnya kaki, jari kaki atau salah satu organ tubuh. Di sini bisa dikatakan, orangnya dewasa, tetapi masih ada kekurangannya, artinya belum lengkap. Dan di sisi lain, mungkin ada orang yang tubuhnya lengkap dan berfungsi, namun belum benar-benar dewasa atau matang. Dalam gambaran kita mengenai kesempurnaan, kita harus mengkombinasikan kedewasaan dan kelengkapannya.
Di kitab Efesus pasal 4 kita membaca ungkapan “memperlengkapi [KJV: menyempurnakan] orang-orang kudus” (ayat 12).
“Efesus pasal 4... ‘memperlengkapi [KJV: menyempurnakan] orang-orang kudus’ (ayat 12).”
Di situ kata kerja Yunani (to perfect, dalam bahasa Inggrisnya) berarti “menata” atau “menyusun bersama.”
Di Ibrani 11:3 terdapat sebuah kata yang berkaitan, di mana dikatakan bahwa “alam semesta telah dijadikan” oleh Sabda Tuhan, artinya “ditata/ disusun bersama.”
“Ibrani 11:3... ‘alam semesta telah dijadikan’ oleh Sabda Tuhan.”
Jadi, kata kerja menyempurnakan di sini juga berarti menyatukan sesuatu sedemikian rupa sehingga setiap bagian atau komponen bekerja sama dengan bagian lainnya secara harmonis dan menjalankan fungsinya masing-masing. Jadi, ada tiga gagasan yang terpisah – kedewasaan, kelengkapan, dan penataannya yang baik – pemasangannya sedemikian rupa sehingga semua komponen berfungsi dengan harmonis. Itulah tujuan yang ditetapkan Alkitab bagi kita sebagai orang-orang percaya.
*Prayer Response
Terima kasih, Tuhan, untuk karya-Mu dalam diriku. Ku-deklarasikan, Tuhan sedang “menyempurnakan” aku – Ia sedang mendewasakan aku, melengkapi diriku dan menyiapkan aku untuk tempat yang telah Ia sediakan bagiku. Aku telah dijadikan sempurna di dalam Kristus. Amin.
Kode: WD-B097-225-IND