Logo
Logo
Learn
Buku-bukuKursus AlkitabSumber
PenjangkauanTentang
Indonesia Flag Icon

Menu

  • Home
  • Learn +
    • Penjangkauan
    • Tentang +
      • Bergabung +
        • Kontak +

            Dapatkan eBook Gratis

            Mulailah koleksi Derek Prince anda dengan eBook gratis berjudul Bagaimana Beralih Dari Kutuk Kepada Berkat saat anda berlangganan buletin kami.

            Pengajaran Alkitab Gratis
            Logo
            Logo
            HomeLearnPenjangkauanTentangBerikan Donasi

            Hak Cipta © 2026 Pelayanan Derek Prince. Seluruh hak cipta

            KontakKerahasiaan PribadiHak CiptaLicensesPeta Situs
            Rumah
            Sumber
            Satu Jalan untuk Kemerdekaan

            Satu Jalan untuk Kemerdekaan

            Derek Prince

            Derek Prince

            Menyukai
            Membagikan
            Bahasa Indonesia

            *Article Language

            Kirimkan Kesaksian

            Menawarkan

            Memberi

            *First Published: 2008

            *Last Updated: Maret 2026

            2 min read

            Roh Kudus bukanlah sekadar perasaan atau program gereja, melainkan Tuhan sendiri, setara dengan Bapa dan Anak. Kebebasan sejati tidak ditemukan dalam tradisi keagamaan atau tindakan lahiriah, melainkan hanya di tempat di mana Dia hadir dan memimpin.

            Roh Kudus adalah juga sebuah sosok pribadi, dan hal itu merupakan sebuah fakta yang penting. Ia bukan saja berkepribadian, tetapi Ia juga disebut Tuhan, sama seperti Allah Bapa disebut Tuhan dan Allah Putra pun adalah Tuhan. Kedudukannya sederajat dengan kedua anggota lain dari Allah tritunggal. Oleh karena itu, kiranya kita harus bersikap sama hormat terhadap Roh Kudus seperti juga sikap kita terhadap Bapa dan Anak-Nya.

            Dalam 2 Korintus 3:17 Paulus membuat kalimat yang sederhana ini:

            “Sebab Tuhan adalah Roh; dan di mana ada Roh Allah, di situ ada kemerdekaan.”

            Dalam ayat ini kita melihat perbandingan antara kemerdekaan dan keterikatan kepada hukum atau sebuah sistem perundang-undangan. Hanya ada satu jalan untuk mendapatkan kemerdekaan. Di mana ada Roh Kudus, di situlah ada kemerdekaan.

            Banyak orang Kristen mempunyai gambaran yang aneh-aneh mengenai kemerdekaan. Mereka berkata, misalnya: “Jika kita belum berada di panggung pada pukul 6.45 Minggu malam untuk menari-nari di atasnya, sesungguhnya kita belum benar-benar merdeka.” Atau: “Jika semua tidak tepuk tangan, berarti kita belum benar-benar merdeka.” Ada pendeta yang berpikir, jika tidak menghentak-hentakkan kaki di panggung tempat mimbar, berarti mereka belum mengalami kebebasan seutuhnya.

            Sebenarnya kemerdekaan atau kebebasan itu bukanlah karena kita telah menjalankan program tertentu dalam gereja. Itu tak ada kaitan dengan kebiasaan tertentu dalam ibadah, seperti misalnya mengangkat kedua belah tangan. Mungkin saja itulah tanda adanya suatu kebebasan berekspresi, tetapi bisa juga menjadi suatu keterikatan. Yang penting, apakah gerak-gerik itu diilhami oleh Roh Kudus atau kita hanya melakukan demikian karena sudah menjadi tradisi agama. Tradisi agama menimbulkan keterikatan, sedangkan Roh Kudus memberikan kebebasan.

            *Prayer Response

            Terima kasih, Tuhan, karena aku boleh mendekati-Mu. Ku-deklarasikan, di mana Roh Kudus berada, di situ ada kemerdekaan. Aku ada jalan masuk kepada Tuhan melalui Roh Kudus. Amin.

            Aku Sudah Berdoa
            Menyukai
            Membagikan
            Expand Content

            What People Say

            See how Satu Jalan untuk Kemerdekaan has impacted lives across the globe.

            "I've applied the Biblical principles on family relationships from this teaching, and it has completely restored harmony in our home. My teenagers and I now have meaningful conversations about faith, and my marriage has been strengthened in ways I never thought possible."
            Elena R., Brazil
            "The teachings on spiritual warfare completely transformed my approach to daily challenges. I used to feel overwhelmed by life's obstacles, but now I understand how to stand firm in faith. This teaching gave me practical tools I use every single day."
            Sarah K., California
            "After 20 years of struggling with unforgiveness, the Biblical principles shared in this teaching helped me release the bitterness I had been carrying. The step-by-step approach to forgiveness wasn't just theory—it actually worked in my life when nothing else had."
            Michael T., United Kingdom
            "As a new Christian, I was confused about many aspects of faith. These teachings provided clear, Scripture-based explanations that helped build my foundation. I'm especially grateful for how the content made complex concepts accessible without watering down the truth."
            Priya M., India
            "The teaching on God's sovereignty during difficult times came to me exactly when I needed it most. After losing my job and facing health challenges, this message reminded me that God remains in control. It gave me hope when I had none left."
            James L., Australia
            "I've applied the Biblical principles on family relationships from this teaching, and it has completely restored harmony in our home. My teenagers and I now have meaningful conversations about faith, and my marriage has been strengthened in ways I never thought possible."
            Elena R., Brazil
            "The teachings on spiritual warfare completely transformed my approach to daily challenges. I used to feel overwhelmed by life's obstacles, but now I understand how to stand firm in faith. This teaching gave me practical tools I use every single day."
            Sarah K., California

            Kode: WD-B097-223-IND

            Hadiah
            Memberi
            Kirim Masukan