Logo
Logo
Learn
Buku-bukuKursus AlkitabSumber
PenjangkauanTentang
Indonesia Flag Icon

Menu

  • Home
  • Learn +
    • Penjangkauan
    • Tentang +
      • Bergabung +
        • Kontak +

            Dapatkan eBook Gratis

            Mulailah koleksi Derek Prince anda dengan eBook gratis berjudul Bagaimana Beralih Dari Kutuk Kepada Berkat saat anda berlangganan buletin kami.

            Pengajaran Alkitab Gratis
            Logo
            Logo
            HomeLearnPenjangkauanTentangBerikan Donasi

            Hak Cipta © 2026 Pelayanan Derek Prince. Seluruh hak cipta

            KontakKerahasiaan PribadiHak CiptaLicensesPeta Situs
            Rumah
            Sumber
            Membawa Kita kepada Bapa

            Membawa Kita kepada Bapa

            Derek Prince

            Derek Prince

            Menyukai
            Membagikan
            Bahasa Indonesia

            *Article Language

            Kirimkan Kesaksian

            Menawarkan

            Memberi

            *First Published: 2008

            *Last Updated: Maret 2026

            2 min read

            Yesus menyatakan bahwa Dia adalah jalan, tetapi sebuah jalan tidak berarti apa-apa jika tidak menuju suatu tujuan. Pahamilah kebenaran yang indah ini: melalui Sang Anak dan oleh Roh, tujuan akhir kita adalah Bapa sendiri.

            Yesus berkata:

            “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup” (Yohanes 14:6).

            Kita sering mengutip ayat ini. Ayat ini adalah kalimat yang paling sering dipakai untuk penginjilan. Tetapi, jarang sekali kita berhenti untuk memikirkan apakah makna ayat ini secara seutuhnya. Sebuah jalan tentu harus membawa orang ke tempat tertentu. Kalau tidak, akan tidak bermakna. Jalan itu sendiri bukan tujuannya. Jadi, ketika Yesus berkata: “Akulah jalan,” Ia sesungguhnya bermaksud untuk membawa kita ke suatu tempat.

            Ke manakah Ia hendak membawa kita? Ia menjelaskan:

            “Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (ayat 6).

            Jadi, sesungguhnya Yesus bermaksud: “Akulah jalan untuk datang kepada Bapa. Akulah yang akan mengungkapkan siapakah sebenarnya Bapa itu. Jikalau engkau sudah melihat Aku, sesungguhnya engkau telah melihat Bapa.” (Lihat ayat 7-9.)

            “Ia [Yesus] datang dan memberitakan damai sejahtera kepada kamu yang ‘jauh’ [bangsa-bangsa bukan Yahudi] dan damai sejahtera kepada mereka yang ‘dekat’ [bangsa Yahudi], karena oleh Dia kita kedua pihak dalam satu Roh beroleh jalan masuk kepada Bapa.” (Efesus 2:17–18)

            Sekali lagi, ketiga-tiganya sosok pribadi Allah disebutkan dalam ayat yang satu itu: melalui Anak, melalui Roh, kepada Bapa. Tetapi yang dituju adalah Bapa. Ayat ini tidak bermakna jika Bapa tidak disebutkan. Tujuan akhir adalah untuk memperkenalkan Bapa dan membawa kita kepada-Nya. Jika kita tidak sampai ke tujuan itu, sesungguhnya sia-sialah kedatangan Yesus, karena kita belum menangkap juga apa maksudnya.

            “Sebab juga Kristus telah mati sekali untuk segala dosa kita,Ia yang benar untuk orang-orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah.” (1 Petrus 3:18)

            Mengapakah Yesus harus wafat? Supaya dosa-dosa kita diampuni, ya juga. Tetapi itu barulah tahap pertama dari seluruh proses. Tujuan akhirnya adalah supaya Ia dapat mengantarkan kita kepada Tuhan.

            *Prayer Response

            Terima kasih, Tuhan, karena aku boleh mendekati-Mu. Ku-deklarasikan, tujuan akhir untuk mana Yesus mati adalah untuk membawa kita kepada Tuhan. Aku ada jalan masuk kepada Tuhan melalui Roh Kudus. Amin.

            Aku Sudah Berdoa
            Menyukai
            Membagikan
            Expand Content

            What People Say

            See how Membawa Kita kepada Bapa has impacted lives across the globe.

            "I've applied the Biblical principles on family relationships from this teaching, and it has completely restored harmony in our home. My teenagers and I now have meaningful conversations about faith, and my marriage has been strengthened in ways I never thought possible."
            Elena R., Brazil
            "The teachings on spiritual warfare completely transformed my approach to daily challenges. I used to feel overwhelmed by life's obstacles, but now I understand how to stand firm in faith. This teaching gave me practical tools I use every single day."
            Sarah K., California
            "After 20 years of struggling with unforgiveness, the Biblical principles shared in this teaching helped me release the bitterness I had been carrying. The step-by-step approach to forgiveness wasn't just theory—it actually worked in my life when nothing else had."
            Michael T., United Kingdom
            "As a new Christian, I was confused about many aspects of faith. These teachings provided clear, Scripture-based explanations that helped build my foundation. I'm especially grateful for how the content made complex concepts accessible without watering down the truth."
            Priya M., India
            "The teaching on God's sovereignty during difficult times came to me exactly when I needed it most. After losing my job and facing health challenges, this message reminded me that God remains in control. It gave me hope when I had none left."
            James L., Australia
            "I've applied the Biblical principles on family relationships from this teaching, and it has completely restored harmony in our home. My teenagers and I now have meaningful conversations about faith, and my marriage has been strengthened in ways I never thought possible."
            Elena R., Brazil
            "The teachings on spiritual warfare completely transformed my approach to daily challenges. I used to feel overwhelmed by life's obstacles, but now I understand how to stand firm in faith. This teaching gave me practical tools I use every single day."
            Sarah K., California

            Kode: WD-B097-222-IND

            Hadiah
            Memberi
            Kirim Masukan