Kita Adalah Sesama Keluarga

Derek Prince
*First Published: 2008
*Last Updated: Maret 2026
2 min read
Di dalam PB umat Tuhan jarang sekali disebut dengan nama Kristen atau bahkan umat yang percaya. Sapaan yang paling banyak dipakai adalah saudara-saudara (brothers), kakak-adik, yang menunjukkan bahwa anggota jemaat sesungguhnya satu keluarga rohani.
Seperti Paulus menulis di Efesus 2:18:
“Karena oleh Dia [Yesus Kristus] kita kedua pihak [Yahudi dan bukan-Yahudi] dalam satu Roh [Roh Kudus] beroleh jalan masuk kepada Bapa.”
Perhatikan bahwa ketiga-tiga sosok Allah disebutkan di situ. Melalui Anak-Nya, Yesus, kita mendapat jalan masuk kepada Bapa melalui satu Roh.
Ayat yang berikut menggambarkan apa hasilnya yang luar biasa:
“Demikianlah [karena sekarang jalan kepada Bapa sudah terbuka] kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah” (ayat 19).
Karena Kristus menyediakan jalan masuk kepada Bapa, sekarang kita telah menjadi anggota keluarga Allah.
Komposisi keluarga Allah ditentukan oleh hubungan para anggota keluarga dengan Sang Bapa. Dalam bahasa Yunani di PB terdapat hubungan yang dekat sekali antara kata bapa dan keluarga. Kata “bapa” adalah pater, sedangkan kata “keluarga” adalah patria, sebuah kata yang dibentuk juga dari kata pater. Hubungan ini dijelaskan dalam doa yang dipanjatkan Paulus:
“Itulah sebabnya aku sujud kepada Bapa, yang daripada-Nya semua turunan yang di dalam surga dan di atas bumi menerima namanya.” (Efesus 3:14–15)
Ada hubungan yang erat antara kata “Bapa” dan “keluarga”. Dari Allah Bapa (pater) seluruh keluarga (patria) di surga dan di bumi mendapat namanya. Keluarga merupakan produk dari ke-bapaan. Dengan Allah menjadi Bapa kita, maka kita menjadi anggota keluarga-Nya.
*Prayer Response
Terima kasih, Tuhan, karena aku boleh mendekati-Mu. Ku-deklarasikan, aku telah menjadi anggota keluarga Tuhan. Aku ada jalan masuk kepada Tuhan melalui Roh Kudus. Amin.
Kode: WD-B097-221-IND