Logo
Logo
Learn
Buku-bukuKursus AlkitabSumber
PenjangkauanTentang
Indonesia Flag Icon

Menu

  • Home
  • Learn +
    • Penjangkauan
    • Tentang +
      • Bergabung +
        • Kontak +

            Dapatkan eBook Gratis

            Mulailah koleksi Derek Prince anda dengan eBook gratis berjudul Bagaimana Beralih Dari Kutuk Kepada Berkat saat anda berlangganan buletin kami.

            Pengajaran Alkitab Gratis
            Logo
            Logo
            HomeLearnPenjangkauanTentangBerikan Donasi

            Hak Cipta © 2026 Pelayanan Derek Prince. Seluruh hak cipta

            KontakKerahasiaan PribadiHak CiptaLicensesPeta Situs
            Rumah
            Sumber
            Kita Adalah Sesama Keluarga

            Kita Adalah Sesama Keluarga

            Derek Prince

            Derek Prince

            Menyukai
            Membagikan
            Bahasa Indonesia

            *Article Language

            Kirimkan Kesaksian

            Menawarkan

            Memberi

            *First Published: 2008

            *Last Updated: Maret 2026

            2 min read

            Orang-orang percaya dalam Perjanjian Baru paling sering disebut saudara, menekankan posisi mereka dalam keluarga rohani Allah. Karena Yesus Kristus, kita memiliki akses kepada Bapa dan diterima sebagai anggota rumah tangga-Nya sendiri.

            Di dalam PB umat Tuhan jarang sekali disebut dengan nama Kristen atau bahkan umat yang percaya. Sapaan yang paling banyak dipakai adalah saudara-saudara (brothers), kakak-adik, yang menunjukkan bahwa anggota jemaat sesungguhnya satu keluarga rohani.

            Seperti Paulus menulis di Efesus 2:18:

            “Karena oleh Dia [Yesus Kristus] kita kedua pihak [Yahudi dan bukan-Yahudi] dalam satu Roh [Roh Kudus] beroleh jalan masuk kepada Bapa.”

            Perhatikan bahwa ketiga-tiga sosok Allah disebutkan di situ. Melalui Anak-Nya, Yesus, kita mendapat jalan masuk kepada Bapa melalui satu Roh.

            Ayat yang berikut menggambarkan apa hasilnya yang luar biasa:

            “Demikianlah [karena sekarang jalan kepada Bapa sudah terbuka] kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah” (ayat 19).

            Karena Kristus menyediakan jalan masuk kepada Bapa, sekarang kita telah menjadi anggota keluarga Allah.

            Komposisi keluarga Allah ditentukan oleh hubungan para anggota keluarga dengan Sang Bapa. Dalam bahasa Yunani di PB terdapat hubungan yang dekat sekali antara kata bapa dan keluarga. Kata “bapa” adalah pater, sedangkan kata “keluarga” adalah patria, sebuah kata yang dibentuk juga dari kata pater. Hubungan ini dijelaskan dalam doa yang dipanjatkan Paulus:

            “Itulah sebabnya aku sujud kepada Bapa, yang daripada-Nya semua turunan yang di dalam surga dan di atas bumi menerima namanya.” (Efesus 3:14–15)

            Ada hubungan yang erat antara kata “Bapa” dan “keluarga”. Dari Allah Bapa (pater) seluruh keluarga (patria) di surga dan di bumi mendapat namanya. Keluarga merupakan produk dari ke-bapaan. Dengan Allah menjadi Bapa kita, maka kita menjadi anggota keluarga-Nya.

            *Prayer Response

            Terima kasih, Tuhan, karena aku boleh mendekati-Mu. Ku-deklarasikan, aku telah menjadi anggota keluarga Tuhan. Aku ada jalan masuk kepada Tuhan melalui Roh Kudus. Amin.

            Aku Sudah Berdoa
            Menyukai
            Membagikan
            Expand Content

            What People Say

            See how Kita Adalah Sesama Keluarga has impacted lives across the globe.

            "I've applied the Biblical principles on family relationships from this teaching, and it has completely restored harmony in our home. My teenagers and I now have meaningful conversations about faith, and my marriage has been strengthened in ways I never thought possible."
            Elena R., Brazil
            "The teachings on spiritual warfare completely transformed my approach to daily challenges. I used to feel overwhelmed by life's obstacles, but now I understand how to stand firm in faith. This teaching gave me practical tools I use every single day."
            Sarah K., California
            "After 20 years of struggling with unforgiveness, the Biblical principles shared in this teaching helped me release the bitterness I had been carrying. The step-by-step approach to forgiveness wasn't just theory—it actually worked in my life when nothing else had."
            Michael T., United Kingdom
            "As a new Christian, I was confused about many aspects of faith. These teachings provided clear, Scripture-based explanations that helped build my foundation. I'm especially grateful for how the content made complex concepts accessible without watering down the truth."
            Priya M., India
            "The teaching on God's sovereignty during difficult times came to me exactly when I needed it most. After losing my job and facing health challenges, this message reminded me that God remains in control. It gave me hope when I had none left."
            James L., Australia
            "I've applied the Biblical principles on family relationships from this teaching, and it has completely restored harmony in our home. My teenagers and I now have meaningful conversations about faith, and my marriage has been strengthened in ways I never thought possible."
            Elena R., Brazil
            "The teachings on spiritual warfare completely transformed my approach to daily challenges. I used to feel overwhelmed by life's obstacles, but now I understand how to stand firm in faith. This teaching gave me practical tools I use every single day."
            Sarah K., California

            Kode: WD-B097-221-IND

            Hadiah
            Memberi
            Kirim Masukan