Ketergantungan Kita kepada Roh Kudus

Derek Prince
*First Published: 2008
*Last Updated: Maret 2026
2 min read
Dalam sifatnya yang kedagingan, semua manusia mempunyai kelemahan. Kelemahannya bukanlah pada tubuh kita. Kelemahannya adalah dalam pikiran dan pemahaman kita. Kelemahan itu terlihat dari dua hal yang saling berkaitan. Yang pertama, kita seringkali tidak tahu lagi apa yang harus didoakan. Yang kedua, sekalipun kita tahu apa yang harus didoakan, kita juga tidak tahu bagaimana caranya mendoakan hal tersebut. Sebab itu kita harus sepenuhnya bergantung kepada Roh Kudus. Hanya Dia yang dapat menunjukkan kepada kita apa yang harus didoakan dan bagaimana caranya.
“(Lihat Roma 8:26-27.)”
Dalam kitab Efesus Paulus menekankan ketergantungan kita kepada Roh Kudus untuk memberi kepada kita doa-doa yang berkenan kepada Tuhan. Ia menekankan bahwa hanya Yesus dan Roh Kudus yang memungkinkan kita untuk menghampiri Tuhan.
“Karena oleh Dia [Yesus Kristus] kita kedua pihak [Yahudi dan bukan-Yahudi] dalam satu Roh [Roh Kudus] beroleh jalan masuk kepada Bapa. (Efesus 2:18)”
Di sini dua persyaratan digabungkan agar doa-doa kita berkenan: oleh (melalui) Yesus dan oleh Roh Kudus. Masing-masingnya diperlukan. Tidak ada kekuatan alamiah yang mampu membawa suara manusia yang berbisik-bisik di bumi untuk didengar oleh telinga Tuhan yang duduk di takhta-Nya di surga. Hanya kuasa supranatural dari Roh Kudus yang dapat melakukannya. Tanpa Dia, tidak mungkin kita bisa mendekati Tuhan.
*Prayer Response
Terima kasih, Tuhan, karena aku boleh mendekati-Mu. Ku-deklarasikan ketergantunganku yang sepenuhnya kepada Roh Kudus, yang dapat mendekatkan aku kepada Bapa melalui Yesus. Aku ada jalan masuk kepada Tuhan melalui Roh Kudus. Amin.
Kode: WD-B097-218-IND