Logo
Logo
Learn
Buku-bukuKursus AlkitabSumber
PenjangkauanTentang
Indonesia Flag Icon

Menu

  • Home
  • Learn +
    • Penjangkauan
    • Tentang +
      • Bergabung +
        • Kontak +

            Dapatkan eBook Gratis

            Mulailah koleksi Derek Prince anda dengan eBook gratis berjudul Bagaimana Beralih Dari Kutuk Kepada Berkat saat anda berlangganan buletin kami.

            Pengajaran Alkitab Gratis
            Logo
            Logo
            HomeLearnPenjangkauanTentangBerikan Donasi

            Hak Cipta © 2026 Pelayanan Derek Prince. Seluruh hak cipta

            KontakKerahasiaan PribadiHak CiptaLicensesPeta Situs
            Rumah
            Sumber
            Cinta kasih Bapa

            Cinta kasih Bapa

            Derek Prince

            Derek Prince

            Menyukai
            Membagikan
            Bahasa Indonesia

            *Article Language

            Kirimkan Kesaksian

            Menawarkan

            Memberi

            *First Published: 2008

            *Last Updated: Maret 2026

            2 min read

            Anda adalah sasaran perhatian dan kasih sayang khusus dari Allah, dikasihi dengan kasih yang sama persis seperti yang Bapa miliki terhadap Yesus. Melalui doa Kristus sendiri bagi para pengikut-Nya, pahamilah bahwa Anda sama berharganya di hadapan Allah seperti Anak-Nya sendiri.

            Keluarga Tuhan adalah keluarga yang paling baik. Sekali lagi saya katakan: seandainya pun keluarga saudara sendiri tidak pernah memperdulikanmu, yang penting harus engkau ingat: Tuhan sungguh merindukanmu. Engkau diterima baik, engkau sungguh berkenan kepada-Nya. Saudaralah yang sangat Ia perhatikan dan sayangi. Segala sesuatu yang dikerjakan Tuhan sesungguhnya adalah untuk kepentingan saudara.

            Umat di Jemaat Korintus sebenarnya bukanlah orang-orang Kristen yang paling taat, tetapi Paulus berkata kepada mereka:

            “Sebab semuanya itu terjadi oleh karena kamu” (2 Korintus 4:15).

            Segala sesuatu yang dikerjakan Tuhan, sesungguhnya Ia kerjakan untuk saudara. Bukannya kita menjadi makin sombong ketika mulai menyadari hal ini. Justru sebaliknya, kita mulai merasa diri kecil sekali. Apabila kita menyaksikan kemurahan Tuhan, tidak mungkin lagi untuk bersikap arogan atau sombong.

            Perlu diingat lagi, sebelum Ia dibawa ke kayu salib Yesus masih berdoa untuk terakhir kalinya bagi para pengikut-Nya dan juga bagi orang-orang yang akan menjadi pengikut-Nya di kemudian hari.

            “(Lihat Yohanes 17:20.)”

            Doa itu berbicara mengenai hubungan dengan Tuhan sebagai Bapa kita, dan doa itu diakhiri sebagai berikut:

            “Ya Bapa yang adil, memang dunia tidak mengenal engkau, tetapi Aku mengenal Engkau, dan mereka ini tahu, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku; dan Aku telah memberitahukan nama-Mu kepada mereka” (Yohanes 17:25–26).

            Yesus memperkenalkan Tuhan kepada kita sebagai Bapa. BangsaYahudi selama 14 abad telah mengenal Tuhan sebagai Yahweh. Tetapi satu-satunya yang dapat memperkenalkan Tuhan sebagai Bapa adalah Anak-Nya. Dalam doa-Nya untuk para pengikut-Nya itu hingga enam kali Yesus menyapa Tuhan sebagai Bapa

            “(lihat ayat 1, 5, 11, 21, 24, 25).”

            Dalam doanya itu Yesus berkata:

            “Dan Aku akan [terus] memberitahukannya, supaya kasih yang Kau berikan kepada-Ku ada di dalam mereka” (ayat 26).

            Di situ Ia mengatakan, Ia tak akan berhenti mengenalkan Tuhan sebagai Bapa. Di sinilah kita mengerti apa sesungguhnya maksud tujuan pengungkapan tersebut, yaitu supaya:

            “Aku di dalam mereka” (Yohanes 17:26 niv).

            Cinta kasih Tuhan kepada kita sebenarnya persis sama dengan cinta kasih-Nya kepada Yesus. Bagi Tuhan, kita ini sama-sama disayang seperti Yesus sendiri. Tetapi perhatikan di sini, ada satu hal lain lagi: Karena Yesus ada dalam diri kita, kita pun akan mampu mengasihi Tuhan seperti Yesus mengasihi Dia.

            *Prayer Response

            Terima kasih, Tuhan, karena Engkau telah memilihku dalam kasih. Ku-deklarasikan, Tuhan Bapaku mengasihiku persis sama seperti Ia mengasihi Yesus, dan saya pun mengasihi Tuhan persis sama seperti Yesus mengasihi Dia. Aku telah diadopsi menjadi anak Tuhan. Amin.

            Aku Sudah Berdoa
            Menyukai
            Membagikan
            Expand Content

            What People Say

            See how Cinta kasih Bapa has impacted lives across the globe.

            "I've applied the Biblical principles on family relationships from this teaching, and it has completely restored harmony in our home. My teenagers and I now have meaningful conversations about faith, and my marriage has been strengthened in ways I never thought possible."
            Elena R., Brazil
            "The teachings on spiritual warfare completely transformed my approach to daily challenges. I used to feel overwhelmed by life's obstacles, but now I understand how to stand firm in faith. This teaching gave me practical tools I use every single day."
            Sarah K., California
            "After 20 years of struggling with unforgiveness, the Biblical principles shared in this teaching helped me release the bitterness I had been carrying. The step-by-step approach to forgiveness wasn't just theory—it actually worked in my life when nothing else had."
            Michael T., United Kingdom
            "As a new Christian, I was confused about many aspects of faith. These teachings provided clear, Scripture-based explanations that helped build my foundation. I'm especially grateful for how the content made complex concepts accessible without watering down the truth."
            Priya M., India
            "The teaching on God's sovereignty during difficult times came to me exactly when I needed it most. After losing my job and facing health challenges, this message reminded me that God remains in control. It gave me hope when I had none left."
            James L., Australia
            "I've applied the Biblical principles on family relationships from this teaching, and it has completely restored harmony in our home. My teenagers and I now have meaningful conversations about faith, and my marriage has been strengthened in ways I never thought possible."
            Elena R., Brazil
            "The teachings on spiritual warfare completely transformed my approach to daily challenges. I used to feel overwhelmed by life's obstacles, but now I understand how to stand firm in faith. This teaching gave me practical tools I use every single day."
            Sarah K., California

            Kode: WD-B097-215-IND

            Hadiah
            Memberi
            Kirim Masukan