Cinta kasih Bapa

Derek Prince
*First Published: 2008
*Last Updated: Maret 2026
2 min read
Keluarga Tuhan adalah keluarga yang paling baik. Sekali lagi saya katakan: seandainya pun keluarga saudara sendiri tidak pernah memperdulikanmu, yang penting harus engkau ingat: Tuhan sungguh merindukanmu. Engkau diterima baik, engkau sungguh berkenan kepada-Nya. Saudaralah yang sangat Ia perhatikan dan sayangi. Segala sesuatu yang dikerjakan Tuhan sesungguhnya adalah untuk kepentingan saudara.
Umat di Jemaat Korintus sebenarnya bukanlah orang-orang Kristen yang paling taat, tetapi Paulus berkata kepada mereka:
“Sebab semuanya itu terjadi oleh karena kamu” (2 Korintus 4:15).
Segala sesuatu yang dikerjakan Tuhan, sesungguhnya Ia kerjakan untuk saudara. Bukannya kita menjadi makin sombong ketika mulai menyadari hal ini. Justru sebaliknya, kita mulai merasa diri kecil sekali. Apabila kita menyaksikan kemurahan Tuhan, tidak mungkin lagi untuk bersikap arogan atau sombong.
Perlu diingat lagi, sebelum Ia dibawa ke kayu salib Yesus masih berdoa untuk terakhir kalinya bagi para pengikut-Nya dan juga bagi orang-orang yang akan menjadi pengikut-Nya di kemudian hari.
“(Lihat Yohanes 17:20.)”
Doa itu berbicara mengenai hubungan dengan Tuhan sebagai Bapa kita, dan doa itu diakhiri sebagai berikut:
“Ya Bapa yang adil, memang dunia tidak mengenal engkau, tetapi Aku mengenal Engkau, dan mereka ini tahu, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku; dan Aku telah memberitahukan nama-Mu kepada mereka” (Yohanes 17:25–26).
Yesus memperkenalkan Tuhan kepada kita sebagai Bapa. BangsaYahudi selama 14 abad telah mengenal Tuhan sebagai Yahweh. Tetapi satu-satunya yang dapat memperkenalkan Tuhan sebagai Bapa adalah Anak-Nya. Dalam doa-Nya untuk para pengikut-Nya itu hingga enam kali Yesus menyapa Tuhan sebagai Bapa
“(lihat ayat 1, 5, 11, 21, 24, 25).”
Dalam doanya itu Yesus berkata:
“Dan Aku akan [terus] memberitahukannya, supaya kasih yang Kau berikan kepada-Ku ada di dalam mereka” (ayat 26).
Di situ Ia mengatakan, Ia tak akan berhenti mengenalkan Tuhan sebagai Bapa. Di sinilah kita mengerti apa sesungguhnya maksud tujuan pengungkapan tersebut, yaitu supaya:
“Aku di dalam mereka” (Yohanes 17:26 niv).
Cinta kasih Tuhan kepada kita sebenarnya persis sama dengan cinta kasih-Nya kepada Yesus. Bagi Tuhan, kita ini sama-sama disayang seperti Yesus sendiri. Tetapi perhatikan di sini, ada satu hal lain lagi: Karena Yesus ada dalam diri kita, kita pun akan mampu mengasihi Tuhan seperti Yesus mengasihi Dia.
*Prayer Response
Terima kasih, Tuhan, karena Engkau telah memilihku dalam kasih. Ku-deklarasikan, Tuhan Bapaku mengasihiku persis sama seperti Ia mengasihi Yesus, dan saya pun mengasihi Tuhan persis sama seperti Yesus mengasihi Dia. Aku telah diadopsi menjadi anak Tuhan. Amin.
Kode: WD-B097-215-IND