Prakarsa Tuhan

Derek Prince
*First Published: 2008
*Last Updated: Maret 2026
2 min read
Sama seperti dalam setiap proses penebusan, proses pengudusan itu juga diprakarsai oleh Tuhan sendiri, bukan oleh manusia. Jadi, semuanya dimulai sejak dahulu [dalam kekekalan] karena Tuhanlah yang mula-mula memilih kita.
Sesudah itu, dalam perjalanan “waktu” urutan prosesnya adalah sebagai berikut: (1) Roh Kudus mulai mempengaruhi kita; (2) Ia menarik kita keluar dari jalan besar yang menuju kebinasaan, yang mungkin akan terus kita lakoni seandainya tidak ditarik keluar (lihat Matius 7:13); (3) Ia mulai mengkonfrontasi kita dengan kebenaran, yaitu ketika kita bertemu dengan Yesus sendiri (lihat Yohanes 14:6); (4) Ia mengaruniakan kepada kita iman untuk mampu mempercayai kebenaran; dan (5) kita mulai mendapatkan keselamatan karena mempercayai kebenaran.
Di Efesus 2:8 Paulus menulis bahwa kita semua diselamatkan karena iman. Lalu ia mengingatkan bahwa iman itu tidak mungkin timbul begitu saja dari diri kita sendiri. Tidak, iman itu dianugerahkan oleh Roh Kudus.
Jadi, dalam artian ini dapat dikatakan bahwa pengudusan itu sesungguhnya berarti kita “dikhususkan/ dipisahkan untuk Tuhan”. Dalam banyak kasus, proses pengudusan itu bahkan sudah dimulai sebelum kita mulai kenal Allah secara pribadi. Rasul Paulus dan Nabi Yeremia kedua-duanya telah dikuduskan ketika masih berada di rahim ibunya. (Lihat Galatia 1:15; Yeremia 1:5.) Tuhan sudah mulai memisahkan/ mengkhususkan diri kita, lama sebelum kita sendiri mulai mengetahuinya.
“[Kita adalah] orang-orang yang dipilih, sesuai dengan rencana Allah, Bapa kita [yang mengetahuinya sejak semula], dan yang dikuduskan oleh Roh, supaya taat kepada Yesus Kristus dan menerima percikan darah-Nya. (1 Petrus 1:2)”
Tuhan memilih diri kita dari di dalam kekekalan (sebelum dunia ini ada), dan pilihan Tuhan itu didasarkan kemahatahuan-Nya yang mampu melihat segala sesuatu sebelum terjadi. Tetapi pilihan Tuhan tidak pernah semena-mena atau dilakukan secara acak.
Roh Kudus membujuk kita untuk berhenti meneruskan jalan yang menuju kebinasaan, untuk dikonfrontir dengan hal-hal yang dikatakan oleh Kristus mengenai diri-Nya. Lalu Ia memberi kita kasih karunia untuk mampu menaati berita Injil. Apabila kita sungguh taat, maka darah Yesus dipercikkan atas kita.
Dalam ayat di surat 1 Petrus di atas, kita melihat bahwa Tuhanlah dan bukan manusia sendiri yang memulai prakarsanya, dan pihak pertama yang berperan dalam proses ini adalah Roh Kudus.
*Prayer Response
Terima kasih, Tuhan, karena Engkau telah memanggilku. Ku-deklarasikan, bahwa ini adalah prakarsa Tuhan, pilihan yang Ia buat di dalam kekekalan – dan bahwa hal ini bukanlah dibuat dengan semena-mena. Aku ini orang yang kudus. Amin.
Kode: WD-B097-207-IND