Kehendak-Nya Bagi Kita

Derek Prince
*First Published: 2008
*Last Updated: Maret 2026
2 min read
“Selanjutnya: dari ayah kita yang sebenarnya kita beroleh ganjaran, dan mereka kita hormati; kalau demikian bukankah kita harus lebih taat kepada Bapa segala roh, supaya kita boleh hidup? Sebab mereka mendidik kita dalam waktu yang pendek sesuai dengan apa yang mereka anggap baik, tetapi Dia [Tuhan] menghajar kita untuk kebaikan kita, supaya kita beroleh bagian dalam kekudusan-Nya.” (Ibrani 12:9–10)
Tuhan menghendaki agar kita, anak-anak manusia dapat turut ambil bagian dalam kekudusan-Nya.
Penulis surat Ibrani selanjutnya berkata:
“Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorang pun akan melihat Tuhan” (ayat 14).
Pertama-tama, kita harus mengejar kekudusan. Yang kedua, saya percaya kita harus berusaha hidup damai dengan semua orang, karena itu penting untuk bisa mencapai kekudusan. Kita harus berusaha hidup damai, dan sedapat mungkin menghindari pertengkaran atau percekcokan.
Penulis surat Ibrani itu juga mengeluarkan sebuah peringatan yang cukup keras. Ia berkata, tanpa memiliki kekudusan juga, kita takkan pernah melihat Dia.
Ada lagi sebuah ayat lain yang mengatakan bahwa Allah menghendaki supaya umat-Nya kudus:
“Karena inilah kehendak Allah: pengudusanmu” (1 Tesalonika 4:3).
Apakah sesungguhnya yang dimaksudkan dengan “pengudusan” itu? Sederhana saja artinya, yaitu proses untuk membuat seseorang, atau sesuatu, menjadi kudus. Kata dasanya dalam bahasa Yunani adalah hagios, artinya “kudus”.
Jadi,
“Karena inilah kehendak Allah, yaitu supaya kalian dijadikan kudus.” (1 Tesalonika 4:3)
*Prayer Response
Terima kasih, Tuhan, karena Engkau telah memanggilku. Aku akan mengejar kekudusan, dan juga mengupayakan perdamaian dengan semua orang untuk dapat turut ambil bagian dalam kekudusan-Mu. Aku ini orang yang kudus. Amin.
Kode: WD-B097-206-IND