Dijalin Menjadi Satu

Derek Prince
*First Published: 2008
*Last Updated: Maret 2026
2 min read
Di 1 Korintus pasal 12 Paulus menunjukkan bahwa setiap anggota tubuh membutuhkan anggota lainnya. Tak seorang pun anggota yang tidak bergantung kepada yang lainnya. Mata tak dapat berkata kepada tangan: “Aku tidak membutuhkanmu.” Kepala tak dapat berkata kepada kaki: “Aku tidak butuh kamu.” Bahkan anggota tubuh yang paling lemah pun sesungguhnya bisa menjadi yang paling penting.
Dari seluruh anggota tubuh, mungkin tak ada yang lebih lemah dan rentan daripada bagian mata. Namun demikian, mungkin tak ada anggota lainnya yang lebih penting dan berharga daripada mata. Perhatikan bagaimana secara alami mata manusia itu dilindungi. Fungsi utama dari sebagian wajah manusia adalah untuk melindungi mata. Tetapi bagian matalah yang paling banyak mendapatkan perlindungan dan “kehormatan”. Bukan karena mata itu kuat, tetapi justru karena ia demikian lemah. Memang demikianlah cara penyusunan tubuh kita. Yang kuat semestinya melindungi yang lemah. Kita tidak boleh mengabaikan atau melecehkan siapa pun yang menjadi anggota tubuh Kristus, entah yang besar atau kecil, yang kuat atau yang lemah.
Prinsip ini berlaku untuk semua anggota tubuh Kristus. Kita membutuhkan satu sama lain, kita saling bergantung satu sama lain. Kita harus saling menghormati. Apabila seorang anggota tubuh menderita, bagian-bagian lainnya turut menderita. Apabila salah satu anggota tubuh dihormati, bagian-bagian lainnya pun turut mendapatkan kehormatan.
“(Lihat 1 Korintus 12:26.)”
Itulah karakter dari Gereja (Jemaat), yaitu tubuh Kristus yang bersifat universal.
*Prayer Response
Terima kasih, Yesus, karena Engkau menjadikan diriku sebagian dari tubuh-Mu. Ku-deklarasikan, aku telah terjalin dengan anggota-anggota yang lain, dan aku akan menghormati mereka, sebab aku ini anggota tubuh Kristus. Amin.
Kode: WD-B097-200-IND