Kita Membutuhkan Satu Sama Lain

Derek Prince
*First Published: 2008
*Last Updated: Maret 2026
2 min read
Dalam Efesus 1:22-23 Paulus memberikan sebuah gambaran mengenai umat Allah yang ada di bumi. Ia berkata:
“… Jemaat [Gereja] yang adalah tubuh-Nya.”
Tema yang satu ini dikembangkan lebih jauh dalam surat 1 Korintus:
“Kamu semua adalah tubuh Kristus dan kamu masing-masing adalah anggotanya” [BIMK: “Saudara semuanya bersama-sama adalah tubuh Kristus dan kalian masing-masing adalah anggota dari tubuh itu.”] (1 Korintus 12:27).
Ia menggunakan berbagai contoh mengenai tubuh jasmani untuk menggarisbawahi bahwa semua orang Kristen sesungguhnya bergantung satu sama lain. Kita membutuhkan satu sama lain.
Gambaran yang paling lengkap dan berkesan mengenai Gereja (jemaat) sebagai tubuh Kristus terdapat dalam kitab Efesus. Oleh karena itu, kiranya sungguh signifikan bahwa dalam seluruh surat kiriman tersebut Paulus selalu menyapa umat Kristen sebagai “kalian.” Paulus praktis tidak berkata apa-apa mengenai orang Kristen secara individual (perorangan). (Lihat Efesus 1:3-12.) Jika kita membaca dengan teliti selebihnya dari surat ini, kita akan melihat bahwa begitulah pesan surat Paulus dari awal hingga akhir. Dalam surat itu tidak disebutkan janji tertentu atau doa tertentu untuk perorangan. Hanya dalam enam ayat yang terakhir ada sedikit kekecualian, karena Paulus mengakhiri suratnya dengan meminta secara khusus agar dia sendiri didoakan.
Fokus kepada tubuh Kristus yang bersifat kolektif ini mencapai puncaknya di Efesus 6:10-18. Di situ Paulus berbicara mengenai peperangan rohani yang kita hadapi. Di ayat 12 semua kata kunci ditulis dalam bentuk jamak, baik kata-kata yang mengacu kepada umat Tuhan maupun kata-kata yang mengacu kepada musuh-musuh mereka: kita bergumul melawan pemerintah-pemerintah, penguasa-penguasa, penghulu-penghulu dunia, dan roh-roh jahat di udara.
Bila dilihat demikian, peperangan rohani sesungguhnya bukan sekadar konflik atau pertikaian antara beberapa gelintir orang, melainkan sebuah perang besar-besaran di mana dua buah pasukan tentara yang besar saling bertempur. Tidak ada tempat untuk “lone ranger” (koboi yang berjuang sendiri) yang hanya mengejar impiannya sendiri. Untuk memperoleh kemenangan, umat Tuhan harus bekerja sama dengan bersatu-padu. Untuk itu diperlukan disiplin serta ketundukan kepada otoritas yang ditetapkan dalam Firman Tuhan.
*Prayer Response
Terima kasih, Yesus, karena Engkau menjadikan diriku sebagian dari tubuh-Mu. Ku-deklarasikan, aku tidak sendirian, tetapi aku berdiri mengambil posisiku bersama selebihnya tubuh Kristus, sebab aku ini anggota tubuh Kristus. Amin.
Kode: WD-B097-198-IND