Logo
Logo
Learn
Buku-bukuKursus AlkitabSumber
PenjangkauanTentang
Indonesia Flag Icon

Menu

  • Home
  • Learn +
    • Penjangkauan
    • Tentang +
      • Bergabung +
        • Kontak +

            Dapatkan eBook Gratis

            Mulailah koleksi Derek Prince anda dengan eBook gratis berjudul Bagaimana Beralih Dari Kutuk Kepada Berkat saat anda berlangganan buletin kami.

            Pengajaran Alkitab Gratis
            Logo
            Logo
            HomeLearnPenjangkauanTentangBerikan Donasi

            Hak Cipta © 2026 Pelayanan Derek Prince. Seluruh hak cipta

            KontakKerahasiaan PribadiHak CiptaLicensesPeta Situs
            Rumah
            Sumber
            Kita Membutuhkan Satu Sama Lain

            Kita Membutuhkan Satu Sama Lain

            Derek Prince

            Derek Prince

            Menyukai
            Membagikan
            Bahasa Indonesia

            *Article Language

            Kirimkan Kesaksian

            Menawarkan

            Memberi

            *First Published: 2008

            *Last Updated: Maret 2026

            2 min read

            Tahukah Anda bahwa Alkitab hampir tidak pernah berbicara kepada orang Kristen sebagai individu, melainkan sebagai satu kesatuan umat? Kita akan melihat mengapa memahami posisi kita dalam tubuh Kristus adalah kunci kemenangan dalam peperangan rohani.

            Dalam Efesus 1:22-23 Paulus memberikan sebuah gambaran mengenai umat Allah yang ada di bumi. Ia berkata:

            “… Jemaat [Gereja] yang adalah tubuh-Nya.”

            Tema yang satu ini dikembangkan lebih jauh dalam surat 1 Korintus:

            “Kamu semua adalah tubuh Kristus dan kamu masing-masing adalah anggotanya” [BIMK: “Saudara semuanya bersama-sama adalah tubuh Kristus dan kalian masing-masing adalah anggota dari tubuh itu.”] (1 Korintus 12:27).

            Ia menggunakan berbagai contoh mengenai tubuh jasmani untuk menggarisbawahi bahwa semua orang Kristen sesungguhnya bergantung satu sama lain. Kita membutuhkan satu sama lain.

            Gambaran yang paling lengkap dan berkesan mengenai Gereja (jemaat) sebagai tubuh Kristus terdapat dalam kitab Efesus. Oleh karena itu, kiranya sungguh signifikan bahwa dalam seluruh surat kiriman tersebut Paulus selalu menyapa umat Kristen sebagai “kalian.” Paulus praktis tidak berkata apa-apa mengenai orang Kristen secara individual (perorangan). (Lihat Efesus 1:3-12.) Jika kita membaca dengan teliti selebihnya dari surat ini, kita akan melihat bahwa begitulah pesan surat Paulus dari awal hingga akhir. Dalam surat itu tidak disebutkan janji tertentu atau doa tertentu untuk perorangan. Hanya dalam enam ayat yang terakhir ada sedikit kekecualian, karena Paulus mengakhiri suratnya dengan meminta secara khusus agar dia sendiri didoakan.

            Fokus kepada tubuh Kristus yang bersifat kolektif ini mencapai puncaknya di Efesus 6:10-18. Di situ Paulus berbicara mengenai peperangan rohani yang kita hadapi. Di ayat 12 semua kata kunci ditulis dalam bentuk jamak, baik kata-kata yang mengacu kepada umat Tuhan maupun kata-kata yang mengacu kepada musuh-musuh mereka: kita bergumul melawan pemerintah-pemerintah, penguasa-penguasa, penghulu-penghulu dunia, dan roh-roh jahat di udara.

            Bila dilihat demikian, peperangan rohani sesungguhnya bukan sekadar konflik atau pertikaian antara beberapa gelintir orang, melainkan sebuah perang besar-besaran di mana dua buah pasukan tentara yang besar saling bertempur. Tidak ada tempat untuk “lone ranger” (koboi yang berjuang sendiri) yang hanya mengejar impiannya sendiri. Untuk memperoleh kemenangan, umat Tuhan harus bekerja sama dengan bersatu-padu. Untuk itu diperlukan disiplin serta ketundukan kepada otoritas yang ditetapkan dalam Firman Tuhan.

            *Prayer Response

            Terima kasih, Yesus, karena Engkau menjadikan diriku sebagian dari tubuh-Mu. Ku-deklarasikan, aku tidak sendirian, tetapi aku berdiri mengambil posisiku bersama selebihnya tubuh Kristus, sebab aku ini anggota tubuh Kristus. Amin.

            Aku Sudah Berdoa
            Menyukai
            Membagikan
            Expand Content

            What People Say

            See how Kita Membutuhkan Satu Sama Lain has impacted lives across the globe.

            "I've applied the Biblical principles on family relationships from this teaching, and it has completely restored harmony in our home. My teenagers and I now have meaningful conversations about faith, and my marriage has been strengthened in ways I never thought possible."
            Elena R., Brazil
            "The teachings on spiritual warfare completely transformed my approach to daily challenges. I used to feel overwhelmed by life's obstacles, but now I understand how to stand firm in faith. This teaching gave me practical tools I use every single day."
            Sarah K., California
            "After 20 years of struggling with unforgiveness, the Biblical principles shared in this teaching helped me release the bitterness I had been carrying. The step-by-step approach to forgiveness wasn't just theory—it actually worked in my life when nothing else had."
            Michael T., United Kingdom
            "As a new Christian, I was confused about many aspects of faith. These teachings provided clear, Scripture-based explanations that helped build my foundation. I'm especially grateful for how the content made complex concepts accessible without watering down the truth."
            Priya M., India
            "The teaching on God's sovereignty during difficult times came to me exactly when I needed it most. After losing my job and facing health challenges, this message reminded me that God remains in control. It gave me hope when I had none left."
            James L., Australia
            "I've applied the Biblical principles on family relationships from this teaching, and it has completely restored harmony in our home. My teenagers and I now have meaningful conversations about faith, and my marriage has been strengthened in ways I never thought possible."
            Elena R., Brazil
            "The teachings on spiritual warfare completely transformed my approach to daily challenges. I used to feel overwhelmed by life's obstacles, but now I understand how to stand firm in faith. This teaching gave me practical tools I use every single day."
            Sarah K., California

            Kode: WD-B097-198-IND

            Hadiah
            Memberi
            Kirim Masukan