Buah-buah Rohani

Derek Prince
*First Published: 2008
*Last Updated: Maret 2026
2 min read
Penyembahan merupakan aktivitas di mana manusia bisa dipersatukan dengan Tuhan menjadi satu roh. Itu sebabnya, penyembahan merupakan aktivitas yang paling tinggi yang dapat dilakukan oleh makhluk manusia. Dan pada waktu kita menyatu dengan Tuhan dalam penyembahan, di situlah kita mulai menghasilkan (melahirkan) hal-hal yang memang Tuhan ingin supaya dihasilkan.
Penyembahan bukan sekadar embel-embel tambahan dari kehidupan Kristiani. Penyembahan itu bukan sesuatu yang ekstra untuk ditambahkan kepada pelayanan kita. Justru ibadah atau penyembahan itulah klimaksnya. Penyembahan itu merupakan ujung-ujungnya.
Sekali lagi, ijinkan saya menggambarkannya seperti ini tanpa bermaksud menyinggung perasaan siapa pun juga: penyembahan merupakan momen-momen syahdu pernikahan kita dengan Tuhan. Kita menyatu dengan Dia sebagai satu roh, dan apabila kita “bersatu” seperti dalam suatu pernikahan, tujuannya adalah untuk melahirkan “anak”. Itulah buah-buah rohani yang akan mulai muncul dalam kehidupan kita.
Kita memang perlu mengenal suami dengan siapa kita menyatu. Paulus menulis dalam Galatia 5:19-21:
“Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya.”
Perbuatan-perbuatan daging itu akan terlihat jelas sekali. Boleh saja saudara berkata kepada orang lain bahwa engkau bersifat rohani, tetapi kalau nyatanya saudara masih kedagingan, hal itu tak dapat disembunyikan.
Bolehkah saya bertanya kepada saudara? Apakah saudara ingin kalau nantinya anak-anak saudara berperilaku seperti yang digambarkan dalam ayat-ayat Galatia itu tadi? Sesungguhnya itulah yang dihasilkan oleh “daging” (keberadaan manusia). Kita tak dapat menemukan satu pun hal yang baik dalam seluruh daftar tadi. “Daging” tidak mampu menghasilkan sesuatu yang bisa diterima oleh Tuhan. “Daging” itu sudah korup (distorsi).
Yesus berkata pohon yang tidak baik tidak mungkin menghasilkan buah yang baik.
“(Lihat Matius 7:18.)”
Hal itu jelas tidak mungkin.
*Prayer Response
Terima kasih, Tuhan, karena Engkau menyatukan diriku dengan-Mu. Ku-deklarasikan, tujuan yang hendak kucapai setelah dipersatukan dengan Tuhan adalah untuk menghasilkan buah rohani. Ku-deklarasikan, aku telah dijadikan satu dengan Tuhan dan telah menjadi satu roh dengan Dia. Amin.
Kode: WD-B097-188-IND