Dari Roh ke Roh

Derek Prince
*First Published: 2008
*Last Updated: Maret 2026
2 min read
Kebenaran-kebenaran yang dipaparkan dalam PL mengenai kemah tabernakel Tuhan mengandung cukup banyak aspek yang menarik. Sebuah fakta yang mendasar adalah bahwa tabernakel atau kemah ibadah itu sesungguhnya merupakan bangunan yang terdiri dari tiga bagian. Dengan kata lain, bangunan gedung itu dapat disebut three-in-one, tiga menjadi satu. Bangunannya hanya satu, tetapi di dalamnya terdapat tiga area: Pelataran luar, Ruang Kudus dan Ruang Mahakudus.
Dalam ketritunggalan ini kita melihat banyak hal yang menunjuk kepada kebenaran yang abadi. Misalnya, Tuhan juga dikatakan Tiga-dalam-Satu, yaitu Bapa, Putra dan Roh, yaitu tiga sosok pribadi di dalam Tuhan. Demikian juga manusia terdiri dari tiga bagian: roh, jiwa dan tubuh. Saya percaya bahwa surga pun terdiri dari tiga bagian. Ada tiga langit/surga (heaven): langit yang terlihat oleh mata kita, kemudian ada pula langit yang kedua, yang di tengah, di mana terdapat markas besar kerajaan Setan; kemudian ada pula langit yang ketiga (surga), yaitu tempat kediaman Allah, dan di sinilah lokasi dari firdaus pada waktu ini.
Saya juga percaya bahwa ketiga area dari kemah ibadah itu cocok sekali dengan tiga area dalam kepribadian manusia. Pelataran luar bait Allah di mana orang menerima sinar dari matahari, bulan dan bintang-bintang dapat disamakan dengan tubuh jasmani yang dilengkapi dengan panca indera. Panca indera inilah menjadi saluran untuk persepsi atau pengertian. Ruang Kudus dapat disamakan dengan jiwa manusia dan bagian ini berbicara mengenai kebenaran yang telah tersingkap. Sedangkan Ruang Mahakudus menunjuk kepada roh manusia dan berbicara mengenai kebenaran (pewahyuan) yang diterima secara langsung dari Tuhan. Inilah kebenaran yang hanya dimengerti karena kontak pribadi secara langsung dengan Tuhan. Sebab hanya roh manusia sajalah yang menyatu dengan Tuhan.
“Tetapi orang yang menyatukan dirinya dengan Tuhan, Roh Tuhan dan roh orang itu menjadi satu” (1 Korintus 6:17, BIMK)
— di sini tidak dikatakan yang menjadi satu adalah jiwa atau tubuh, melainkan roh. Kontak yang langsung dengan Tuhan sifatnya dari roh ke Roh, dan demikianlah orang menerima pewahyuan secara langsung.
*Prayer Response
Terima kasih, Tuhan, karena Engkau menyatukan diriku dengan-Mu. Ku-deklarasikan, bahwa hubungan pribadiku yang langsung dengan Tuhan adalah dari roh ke Roh. Ku-deklarasikan, aku telah dipersatukan dengan Tuhan dan telah menjadi satu roh dengan Dia. Amin.
Kode: WD-B097-185-IND