Menyatu dengan Tuhan

Derek Prince
*First Published: 2008
*Last Updated: Maret 2026
2 min read
Sungguh penting sekali untuk mengerti perbedaan antara roh dan jiwa manusia. Yang dipersatukan dengan Tuhan itu bukanlah jiwa, melainkan roh – dari semula roh manusia memang diciptakan untuk bersekutu dengan Tuhan. Sesungguhnya, roh manusia tak dapat hidup tanpa persekutuan dengan Tuhan. Setelah mengalami regenerasi, barulah roh orang percaya yang lahir baru itu bisa bersatu dengan Tuhan.
Baiklah kita mengingat kembali tiga definisi sederhana mengenai orientasi yang ada pada roh, jiwa dan tubuh manusia. Roh menyadarkan manusia mengenai Tuhan. Jiwa menyadarkan mengenai diri sendiri. Dan tubuh menyadari dunia di sekitarnya.
Apabila roh manusia dipersatukan kembali dengan Tuhan, roh yang dihidupkan kembali itu berfungsi seperti sebuah pelita. Setelah dipenuhi Roh Kudus pelita itu menerangi hati manusia yang tadinya gelap dan jauh dari Tuhan. Perlu diingat, semasa penulisan Alkitab itu, bahan bakar untuk semua pelita yang dipakai adalah minyak zaitun. Dan minyak zaitun selalu menjadi lambang dari Roh Kudus.
“Roh manusia adalah pelita TUHAN, yang menyelidiki seluruh lubuk hatinya.” (Amsal 20:27)
Apabila roh manusia kembali menyatu dengan Tuhan dan Roh Kudus mulai masuk dan mengisi bahan bakar pelita itu, maka pelita dalam hati manusia (rohnya) menjadi terang dan menerangi batiniahnya. Sejak itu ia tidak lagi berada dalam kegelapan.
*Prayer Response
Terima kasih, Tuhan, karena Engkau menyatukan diriku dengan-Mu. Ku-deklarasikan, dalam persatuan dengan Tuhan dan diterangi oleh Roh Kudus, kini aku tidak lagi dalam kegelapan. Ku-deklarasikan, aku telah dipersatukan dengan Tuhan dan telah menjadi satu roh dengan Dia. Amin.
Kode: WD-B097-183-IND