Kesalehan yang Di-Transfer dan Kesalehan yang Dipraktikkan

Derek Prince
*First Published: 2008
*Last Updated: Maret 2026
2 min read
“Marilah kita bersukacita dan bersorak sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia. Dan kepadanya dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan yang putih bersih! (Lenan halus itu adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus.)” (Wahyu 19:7–8)
Dalam bahasa Yunani terdapat dua buah kata yang artinya “kebenaran” (kesalehan). Yang satu adalah dikaiosune, dan yang satunya lagi dikaioma. Dikaiosune itu artinya “kebenaran” yang abstrak. Sedangkan dikaioma adalah “kebenaran” yang diperagakan (perilaku yang saleh). Ketika saudara dan saya percaya kepada Yesus Kristus, saat itu juga kebenaran-Nya – dikaiosune – di-transfer kepada kita, sehingga kita langsung dibenarkan oleh kesalehan yang ada pada Yesus.
Apabila kita menghayati iman dalam perbuatan, di situlah kita mulai mengekspresikan kebenaran tersebut dalam bentuk dikaioma, yaitu kebenaran/ kesalehan yang diekspresikan dalam perilaku.
Menarik sekali, dalam kitab Wahyu kata yang dipakai di sini adalah dikaioma dalam bentuk jamak, yaitu dikaiomata. Kain lenan yang halus itu menggambarkan perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus. Kalimat itu sangat mendalam artinya. “Pengantin telah siap sedia [telah menyiapkan diri, dalam teks bahasa Inggris].” Mempelai wanita menyiapkan diri melalui perbuatan-perbuatan kesalehannya.
Boleh dikatakan, setiap kebudayaan yang pernah saya kenal mempunyai aturan yang sama untuk upacara pernikahan. Mempelai lelaki tidak boleh menyiapkan (mendandani) mempelai perempuan. Mempelai wanita harus mendandani dan menyiapkan dirinya sendiri. Itu tanggung jawab mempelai wanita.
Begitu juga, menurut Alkitab, mempelai Kristus (umat-Nya) menyiapkan/ mendandani diri dengan perbuatan-perbuatan saleh (kebenaran) mereka. Ketika pesta perkawinan itu dimulai tidak cukup untuk hanya memiliki kebenaran yang di-transfer tadi. Harus ada pula perbuatan-perbuatan yang benar, hal-hal yang dilakukan oleh anak-anak Tuhan melengkapi “kebenaran” yang dianugerahkan Kristus kepada mereka secara cuma-cuma.
*Prayer Response
Terima kasih, Yesus, untuk pengurbanan-Mu. Ku-deklarasikan, aku menghidupi imanku dengan menyatakan kebenaran yang di-transfer kepadaku dan memperagakan imanku dengan mengekspresikan kebenaran yang kupraktikkan dalam diriku. Ku-deklarasikan, aku telah dibenarkan oleh karena iman. Amin.
Kode: WD-B097-182-IND