Logo
Logo
Learn
Buku-bukuKursus AlkitabSumber
PenjangkauanTentang
Indonesia Flag Icon

Menu

  • Home
  • Learn +
    • Penjangkauan
    • Tentang +
      • Bergabung +
        • Kontak +

            Dapatkan eBook Gratis

            Mulailah koleksi Derek Prince anda dengan eBook gratis berjudul Bagaimana Beralih Dari Kutuk Kepada Berkat saat anda berlangganan buletin kami.

            Pengajaran Alkitab Gratis
            Logo
            Logo
            HomeLearnPenjangkauanTentangBerikan Donasi

            Hak Cipta © 2026 Pelayanan Derek Prince. Seluruh hak cipta

            KontakKerahasiaan PribadiHak CiptaLicensesPeta Situs
            Rumah
            Sumber
            Kesalehan yang Di-Transfer dan Kesalehan yang Dipraktikkan

            Kesalehan yang Di-Transfer dan Kesalehan yang Dipraktikkan

            Derek Prince

            Derek Prince

            Menyukai
            Membagikan
            Bahasa Indonesia

            *Article Language

            Kirimkan Kesaksian

            Menawarkan

            Memberi

            *First Published: 2008

            *Last Updated: Maret 2026

            2 min read

            Mempelai Kristus dipanggil untuk mempersiapkan diri bagi perjamuan kawin Anak Domba, mengenakan pakaian lenan halus yang indah. Pakaian ini bukan sekadar kebenaran yang kita terima melalui iman, melainkan perbuatan-perbuatan benar yang kita lakukan sementara kita menantikan persekutuan yang mulia dengan Tuhan.
            “Marilah kita bersukacita dan bersorak sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia. Dan kepadanya dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan yang putih bersih! (Lenan halus itu adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus.)” (Wahyu 19:7–8)

            Dalam bahasa Yunani terdapat dua buah kata yang artinya “kebenaran” (kesalehan). Yang satu adalah dikaiosune, dan yang satunya lagi dikaioma. Dikaiosune itu artinya “kebenaran” yang abstrak. Sedangkan dikaioma adalah “kebenaran” yang diperagakan (perilaku yang saleh). Ketika saudara dan saya percaya kepada Yesus Kristus, saat itu juga kebenaran-Nya – dikaiosune – di-transfer kepada kita, sehingga kita langsung dibenarkan oleh kesalehan yang ada pada Yesus.

            Apabila kita menghayati iman dalam perbuatan, di situlah kita mulai mengekspresikan kebenaran tersebut dalam bentuk dikaioma, yaitu kebenaran/ kesalehan yang diekspresikan dalam perilaku.

            Menarik sekali, dalam kitab Wahyu kata yang dipakai di sini adalah dikaioma dalam bentuk jamak, yaitu dikaiomata. Kain lenan yang halus itu menggambarkan perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus. Kalimat itu sangat mendalam artinya. “Pengantin telah siap sedia [telah menyiapkan diri, dalam teks bahasa Inggris].” Mempelai wanita menyiapkan diri melalui perbuatan-perbuatan kesalehannya.

            Boleh dikatakan, setiap kebudayaan yang pernah saya kenal mempunyai aturan yang sama untuk upacara pernikahan. Mempelai lelaki tidak boleh menyiapkan (mendandani) mempelai perempuan. Mempelai wanita harus mendandani dan menyiapkan dirinya sendiri. Itu tanggung jawab mempelai wanita.

            Begitu juga, menurut Alkitab, mempelai Kristus (umat-Nya) menyiapkan/ mendandani diri dengan perbuatan-perbuatan saleh (kebenaran) mereka. Ketika pesta perkawinan itu dimulai tidak cukup untuk hanya memiliki kebenaran yang di-transfer tadi. Harus ada pula perbuatan-perbuatan yang benar, hal-hal yang dilakukan oleh anak-anak Tuhan melengkapi “kebenaran” yang dianugerahkan Kristus kepada mereka secara cuma-cuma.

            *Prayer Response

            Terima kasih, Yesus, untuk pengurbanan-Mu. Ku-deklarasikan, aku menghidupi imanku dengan menyatakan kebenaran yang di-transfer kepadaku dan memperagakan imanku dengan mengekspresikan kebenaran yang kupraktikkan dalam diriku. Ku-deklarasikan, aku telah dibenarkan oleh karena iman. Amin.

            Aku Sudah Berdoa
            Menyukai
            Membagikan
            Expand Content

            What People Say

            See how Kesalehan yang Di-Transfer dan Kesalehan yang Dipraktikkan has impacted lives across the globe.

            "I've applied the Biblical principles on family relationships from this teaching, and it has completely restored harmony in our home. My teenagers and I now have meaningful conversations about faith, and my marriage has been strengthened in ways I never thought possible."
            Elena R., Brazil
            "The teachings on spiritual warfare completely transformed my approach to daily challenges. I used to feel overwhelmed by life's obstacles, but now I understand how to stand firm in faith. This teaching gave me practical tools I use every single day."
            Sarah K., California
            "After 20 years of struggling with unforgiveness, the Biblical principles shared in this teaching helped me release the bitterness I had been carrying. The step-by-step approach to forgiveness wasn't just theory—it actually worked in my life when nothing else had."
            Michael T., United Kingdom
            "As a new Christian, I was confused about many aspects of faith. These teachings provided clear, Scripture-based explanations that helped build my foundation. I'm especially grateful for how the content made complex concepts accessible without watering down the truth."
            Priya M., India
            "The teaching on God's sovereignty during difficult times came to me exactly when I needed it most. After losing my job and facing health challenges, this message reminded me that God remains in control. It gave me hope when I had none left."
            James L., Australia
            "I've applied the Biblical principles on family relationships from this teaching, and it has completely restored harmony in our home. My teenagers and I now have meaningful conversations about faith, and my marriage has been strengthened in ways I never thought possible."
            Elena R., Brazil
            "The teachings on spiritual warfare completely transformed my approach to daily challenges. I used to feel overwhelmed by life's obstacles, but now I understand how to stand firm in faith. This teaching gave me practical tools I use every single day."
            Sarah K., California

            Kode: WD-B097-182-IND

            Hadiah
            Memberi
            Kirim Masukan