Menikmati Tuhan

Derek Prince
*First Published: 2008
*Last Updated: Maret 2026
1 min read
Pada permulaan sejarah manusia, tatkala manusia pertama kali menjalin hubungan dengan Tuhan, hubungan antara mereka begitu bersahaja. Tidak ada upacara agama dan segala pernak-perniknya.
Dikatakan mengenai Henokh, bahwa ia “hidup bergaul dengan Allah [BIMK: “hidup dalam persekutuan dengan Allah”]” (lihat Kejadian 5:22, 24).
Bila kita membaca seterusnya dalam Alkitab, kita akan bertemu dengan Abraham, yaitu bapa iman kita semua. Menurut Alkitab, Abraham mendapat julukan yang paling terhormat, yaitu sebagai “sahabat Allah” (Yakobus 2:23). Abraham dan Tuhan saling menikmati hubungan pergaulan mereka.
Terkadang saya rindu sekali untuk lari menjauhi segala hal yang berbau teologia dan formalitas agama. Cukuplah kiranya untuk hanya mempunyai hubungan sebagai seorang sahabat Tuhan – bergaul dengan Dia dan menikmati kehadiran-Nya. Saya percaya bahwa Tuhan senang sekali kalau umat-Nya benar-benar menikmati untuk bergaul dengan Dia.
Terkadang kita menjadi begitu fokus kepada metodologi dan teologia serta doktrin, sehingga tahu-tahu kita lupa dengan Tuhan yang ada di tengah kita semua. Kita sudah tersesat di tengah-tengah hutan, dan yang kita lihat di sekeliling tidak lain dari pohon-pohon yang ada. Kita tidak bisa lagi melihat gambaran yang menyeluruh. Kalau sudah begitu, terpaksa kita harus berjalan mundur dan keluar lagi dari hutan itu. Kita perlu melihat sekeliling lagi dan memandang segala sesuatu dengan pandangan yang baru, kemudian mengkaji ulang lagi hal-hal mana yang lebih penting.
*Prayer Response
Terima kasih, Yesus, karena Engkau telah menebus dan menyelamatkanku. Ku-deklarasikan keinginanku untuk berjalan mengiringi Tuhan dan menikmati persekutuan dengan Dia, karena aku ini sahabat Kristus. Amin.
Kode: WD-B097-172-IND