Logo
Logo
Learn
Buku-bukuKursus AlkitabSumber
PenjangkauanTentang
Indonesia Flag Icon

Menu

  • Home
  • Learn +
    • Penjangkauan
    • Tentang +
      • Bergabung +
        • Kontak +

            Dapatkan eBook Gratis

            Mulailah koleksi Derek Prince anda dengan eBook gratis berjudul Bagaimana Beralih Dari Kutuk Kepada Berkat saat anda berlangganan buletin kami.

            Pengajaran Alkitab Gratis
            Logo
            Logo
            HomeLearnPenjangkauanTentangBerikan Donasi

            Hak Cipta © 2026 Pelayanan Derek Prince. Seluruh hak cipta

            KontakKerahasiaan PribadiHak CiptaLicensesPeta Situs
            Rumah
            Sumber
            Menikmati Tuhan

            Menikmati Tuhan

            Derek Prince

            Derek Prince

            Menyukai
            Membagikan
            Bahasa Indonesia

            *Article Language

            Kirimkan Kesaksian

            Menawarkan

            Memberi

            *First Published: 2008

            *Last Updated: Maret 2026

            1 min read

            Sangat mudah untuk begitu terfokus pada teologi dan doktrin sehingga kita kehilangan pandangan akan Allah sendiri. Mari kita kembali kepada kesederhanaan yang indah dari berjalan bersama-Nya dan menikmati persekutuan-Nya sebagai seorang sahabat.

            Pada permulaan sejarah manusia, tatkala manusia pertama kali menjalin hubungan dengan Tuhan, hubungan antara mereka begitu bersahaja. Tidak ada upacara agama dan segala pernak-perniknya.

            Dikatakan mengenai Henokh, bahwa ia “hidup bergaul dengan Allah [BIMK: “hidup dalam persekutuan dengan Allah”]” (lihat Kejadian 5:22, 24).

            Bila kita membaca seterusnya dalam Alkitab, kita akan bertemu dengan Abraham, yaitu bapa iman kita semua. Menurut Alkitab, Abraham mendapat julukan yang paling terhormat, yaitu sebagai “sahabat Allah” (Yakobus 2:23). Abraham dan Tuhan saling menikmati hubungan pergaulan mereka.

            Terkadang saya rindu sekali untuk lari menjauhi segala hal yang berbau teologia dan formalitas agama. Cukuplah kiranya untuk hanya mempunyai hubungan sebagai seorang sahabat Tuhan – bergaul dengan Dia dan menikmati kehadiran-Nya. Saya percaya bahwa Tuhan senang sekali kalau umat-Nya benar-benar menikmati untuk bergaul dengan Dia.

            Terkadang kita menjadi begitu fokus kepada metodologi dan teologia serta doktrin, sehingga tahu-tahu kita lupa dengan Tuhan yang ada di tengah kita semua. Kita sudah tersesat di tengah-tengah hutan, dan yang kita lihat di sekeliling tidak lain dari pohon-pohon yang ada. Kita tidak bisa lagi melihat gambaran yang menyeluruh. Kalau sudah begitu, terpaksa kita harus berjalan mundur dan keluar lagi dari hutan itu. Kita perlu melihat sekeliling lagi dan memandang segala sesuatu dengan pandangan yang baru, kemudian mengkaji ulang lagi hal-hal mana yang lebih penting.

            *Prayer Response

            Terima kasih, Yesus, karena Engkau telah menebus dan menyelamatkanku. Ku-deklarasikan keinginanku untuk berjalan mengiringi Tuhan dan menikmati persekutuan dengan Dia, karena aku ini sahabat Kristus. Amin.

            Aku Sudah Berdoa
            Menyukai
            Membagikan
            Expand Content

            What People Say

            See how Menikmati Tuhan has impacted lives across the globe.

            "I've applied the Biblical principles on family relationships from this teaching, and it has completely restored harmony in our home. My teenagers and I now have meaningful conversations about faith, and my marriage has been strengthened in ways I never thought possible."
            Elena R., Brazil
            "The teachings on spiritual warfare completely transformed my approach to daily challenges. I used to feel overwhelmed by life's obstacles, but now I understand how to stand firm in faith. This teaching gave me practical tools I use every single day."
            Sarah K., California
            "After 20 years of struggling with unforgiveness, the Biblical principles shared in this teaching helped me release the bitterness I had been carrying. The step-by-step approach to forgiveness wasn't just theory—it actually worked in my life when nothing else had."
            Michael T., United Kingdom
            "As a new Christian, I was confused about many aspects of faith. These teachings provided clear, Scripture-based explanations that helped build my foundation. I'm especially grateful for how the content made complex concepts accessible without watering down the truth."
            Priya M., India
            "The teaching on God's sovereignty during difficult times came to me exactly when I needed it most. After losing my job and facing health challenges, this message reminded me that God remains in control. It gave me hope when I had none left."
            James L., Australia
            "I've applied the Biblical principles on family relationships from this teaching, and it has completely restored harmony in our home. My teenagers and I now have meaningful conversations about faith, and my marriage has been strengthened in ways I never thought possible."
            Elena R., Brazil
            "The teachings on spiritual warfare completely transformed my approach to daily challenges. I used to feel overwhelmed by life's obstacles, but now I understand how to stand firm in faith. This teaching gave me practical tools I use every single day."
            Sarah K., California

            Kode: WD-B097-172-IND

            Hadiah
            Memberi
            Kirim Masukan