Persekutuan yang Sempurna

Derek Prince
*First Published: 2008
*Last Updated: Maret 2026
1 min read
Dalam surat kirimannya yang pertama Yohanes berkata:
“Apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar itu, kami beritakan kepada kamu juga, supaya kamupun beroleh persekutuan dengan kami. Dan persekutuan kami adalah persekutuan dengan Bapa dan dengan Anak-Nya, Yesus Kristus.”
(1 Yohanes 1:3)
Dengan kata lain, Injil itu sesungguhnya merupakan undangan dari Allah tritunggal untuk ambil bagian dalam persekutuan yang terdapat antara Allah Bapa dan Anak-Nya. Dalam bahasa Yunani, istilahnya untuk persekutuan adalah koinonia. Kata itu merupakan sebuah istilah yang penting dalam Alkitab PB yang aslinya berbahasa Yunani. Istilah itu secara harfiah berarti “saling berbagi bersama-sama”. Jadi, bersekutu itu sesungguhnya berarti saling berbagi bersama-sama.
Kita (orang-orang kudus) diundang untuk berbagi (turut menikmati) hubungan yang dirasakan bersama oleh Allah Bapa dan Allah Putra. Satu hal jelas sekali mengenai hubungan ini: Allah Bapa dan Allah Putra saling berbagi dalam segala sesuatu. Tiada sesuatu yang tidak dibagikan kepada yang lainnya, tak ada yang menahan sesuatu pun.
Dalam Yohanes 17:10 Yesus berkata kepada Bapa-Nya:
“Dan segala milik-Ku adalah milik-Mu dan milik-Mu adalah milik-Ku.”
Itulah koinonia yang sempurna, yaitu persekutuan yang sempurna – saling berbagai segala sesuatu dengan sempurna. Itulah pola hubungan yang sempurna, dan Tuhan ingin membawa kita semua ke situ.
*Prayer Response
Terima kasih, Yesus, karena Engkau telah menebus dan menyelamatkanku. Ku-deklarasikan, aku diundang untuk turut menikmati hubungan antara Allah Bapa dan Anak-Nya. Aku menikmati persekutuan yang sempurna itu, karena aku ini sahabat Kristus. Amin.
Kode: WD-B097-170-IND