Logo
Logo
Learn
Buku-bukuKursus AlkitabSumber
PenjangkauanTentang
Indonesia Flag Icon

Menu

  • Home
  • Learn +
    • Penjangkauan
    • Tentang +
      • Bergabung +
        • Kontak +

            Dapatkan eBook Gratis

            Mulailah koleksi Derek Prince anda dengan eBook gratis berjudul Bagaimana Beralih Dari Kutuk Kepada Berkat saat anda berlangganan buletin kami.

            Pengajaran Alkitab Gratis
            Logo
            Logo
            HomeLearnPenjangkauanTentangBerikan Donasi

            Hak Cipta © 2026 Pelayanan Derek Prince. Seluruh hak cipta

            KontakKerahasiaan PribadiHak CiptaLicensesPeta Situs
            Rumah
            Sumber
            Standar Persahabatan Tuhan

            Standar Persahabatan Tuhan

            Derek Prince

            Derek Prince

            Menyukai
            Membagikan
            Bahasa Indonesia

            *Article Language

            Kirimkan Kesaksian

            Menawarkan

            Memberi

            *First Published: 2008

            *Last Updated: Maret 2026

            2 min read

            Sementara dunia telah merendahkan makna persahabatan, standar Allah didasarkan pada komitmen perjanjian yang kuat. Yesus menyebut kita sahabat-Nya, namun hubungan yang mendalam ini menuntut kita untuk menyerahkan hidup kita bagi-Nya, sama seperti Dia telah menyerahkan hidup-Nya bagi kita.

            Patut disayangkan, bahwa dalam dunia zaman sekarang istilah sahabat atau teman sudah sangat kehilangan maknanya. “Sahabat” sudah menjadi sebuah kata yang murahan, dan kini orang tidak percaya lagi akan persahabatan. Tapi tahukah, saudara? Sesungguhnya Tuhan tidak pernah menurunkan standar-Nya mengenai persahabatan. Di mata Tuhan, persahabatan itu harus didasarkan atas kesetiaan terhadap ikatan janji (covenant). Abraham pun menjadi seorang sahabat Tuhan atas dasar ikatan perjanjian. Dalam ikatan perjanjian yang baru Yesus pun ingin mengajak kita mempunyai hubungan dengan Dia, yang sama seperti hubungan yang dinikmati oleh Abraham semasa PL, yaitu suatu hubungan persahabatan.

            Dalam Yohanes 15:15 Yesus berkata kepada para pengikut-Nya:

            “Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, …, tetapi Aku menyebut kamu sahabat. tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepadamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku.”

            Dari status seorang budak atau pesuruh dijadikan sahabat, bukankah itu suatu kenaikan tingkat? Tetapi jangan lupa, harga persahabatan itu cukup mahal, sama juga seperti bagi Abraham dulu. Harganya pun cukup mahal untuk menjadi sahabat Yesus. Bagi kita, umat Kristen, dasar untuk menjadi sahabat Yesus itu sama seperti dasarnya bagi Abraham. Dasarnya adalah suatu ikatan janji (covenant).

            Tidak lama sebelum Ia akan menyerahkan nyawa-Nya sebagai kurban agung untuk kita, Yesus berkata:

            “Tidak ada kasih yang lebih besar daripada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya” (Yohanes 15:13).

            Tetapi hendaknya diingat, untuk menjadi sahabat-sahabat Yesus kita pun harus rela menyerahkan nyawa untuk Dia. Kesetiaan yang dituntut harus bersifat timbal-balik.

            *Prayer Response

            Terima kasih, Yesus, karena Engkau telah menebus dan menyelamatkanku. Ku-deklarasikan, karena Yesus telah menyerahkan nyawa-Nya bagiku, aku pun akan menyerahkan nyawaku untuk-Nya, karena aku ini sahabat Kristus. Amin.

            Aku Sudah Berdoa
            Menyukai
            Membagikan
            Expand Content

            What People Say

            See how Standar Persahabatan Tuhan has impacted lives across the globe.

            "I've applied the Biblical principles on family relationships from this teaching, and it has completely restored harmony in our home. My teenagers and I now have meaningful conversations about faith, and my marriage has been strengthened in ways I never thought possible."
            Elena R., Brazil
            "The teachings on spiritual warfare completely transformed my approach to daily challenges. I used to feel overwhelmed by life's obstacles, but now I understand how to stand firm in faith. This teaching gave me practical tools I use every single day."
            Sarah K., California
            "After 20 years of struggling with unforgiveness, the Biblical principles shared in this teaching helped me release the bitterness I had been carrying. The step-by-step approach to forgiveness wasn't just theory—it actually worked in my life when nothing else had."
            Michael T., United Kingdom
            "As a new Christian, I was confused about many aspects of faith. These teachings provided clear, Scripture-based explanations that helped build my foundation. I'm especially grateful for how the content made complex concepts accessible without watering down the truth."
            Priya M., India
            "The teaching on God's sovereignty during difficult times came to me exactly when I needed it most. After losing my job and facing health challenges, this message reminded me that God remains in control. It gave me hope when I had none left."
            James L., Australia
            "I've applied the Biblical principles on family relationships from this teaching, and it has completely restored harmony in our home. My teenagers and I now have meaningful conversations about faith, and my marriage has been strengthened in ways I never thought possible."
            Elena R., Brazil
            "The teachings on spiritual warfare completely transformed my approach to daily challenges. I used to feel overwhelmed by life's obstacles, but now I understand how to stand firm in faith. This teaching gave me practical tools I use every single day."
            Sarah K., California

            Kode: WD-B097-169-IND

            Hadiah
            Memberi
            Kirim Masukan