Logo
Logo
Learn
Buku-bukuKursus AlkitabSumber
PenjangkauanTentang
Indonesia Flag Icon

Menu

  • Home
  • Learn +
    • Penjangkauan
    • Tentang +
      • Bergabung +
        • Kontak +

            Dapatkan eBook Gratis

            Mulailah koleksi Derek Prince anda dengan eBook gratis berjudul Bagaimana Beralih Dari Kutuk Kepada Berkat saat anda berlangganan buletin kami.

            Pengajaran Alkitab Gratis
            Logo
            Logo
            HomeLearnPenjangkauanTentangBerikan Donasi

            Hak Cipta © 2026 Pelayanan Derek Prince. Seluruh hak cipta

            KontakKerahasiaan PribadiHak CiptaLicensesPeta Situs
            Rumah
            Sumber
            Rumah Kita yang Sebenarnya

            Rumah Kita yang Sebenarnya

            Derek Prince

            Derek Prince

            Menyukai
            Membagikan
            Bahasa Indonesia

            *Article Language

            Kirimkan Kesaksian

            Menawarkan

            Memberi

            *First Published: 2008

            *Last Updated: Maret 2026

            2 min read

            Sebagai anak-anak Allah, kita dapat memiliki visi yang jelas dan penuh sukacita tentang surga, rumah kita yang sejati dan terakhir. Kita diundang untuk menantikan bersama para orang kudus zaman dahulu akan keajaiban-keajaiban luar biasa yang telah disediakan bagi kita untuk selama-lamanya.

            Pernah, sekali waktu, ketika saya benar-benar mengkhawatirkan kondisi kerohanianku, saya berdoa kepada Tuhan supaya menjadikan surga lebih nyata lagi bagiku. Saya rasa, semestinya surga menjadi rumah tempat tinggal yang dirindukan oleh setiap anak Tuhan.

            Belum pernah saya bertemu anak-anak yang tidak mempunyai gambaran yang jelas mengenai rumah tempat tinggalnya. Bisa jadi, anak itu tidak mengenal jalan raya di mana rumahnya berada, tetapi pasti ia mengenal rumahnya sendiri. Menurut hemat saya, salah satu tanda bahwa kita benar-benar anak Tuhan adalah bahwa kita merasa aman dan tenteram bila mengingat surga sebagai rumah tinggal kita. Dunia ini memang indah, dan kehidupan di dunia mungkin cukup menarik. Tetapi dunia bukanlah tempat peristirahatan kita yang terakhir.

            Banyak hamba Tuhan yang terkenal senantiasa melihat jauh ke masa depan. Mereka melihat jauh, ketika waktu tidak menjadi masalah lagi dan ketika kita akan hidup dalam keabadian. Mereka sepertinya sudah melihat secara sekilas bagaimana kehidupan yang mendatang. Apabila meninggal dunia, bagi mereka itu bukan sesuatu yang menakutkan karena seolah-olah akan mengembara ke tempat yang tidak mereka kenal. Mereka sering mendapatkan suatu “pencerahan” yang cukup jelas mengenai apa yang akan mereka alami nanti.

            Saya sendiri juga berharap suatu waktu bisa berada di bait suci Allah. Saya berharap untuk bisa bertemu dengan para malaikat. Dan saya benar-benar ingin tahu seperti apa nantinya empat makhluk hidup yang tertulis di kitab Wahyu itu. Ada begitu banyak hal yang kuharap untuk bisa melihatnya kelak. Saya pikir, alangkah asyiknya bisa melihat laut kaca yang jernih seperti kristal itu.

            “(Lihatlah, misalnya Wahyu 3:5; 4:6-8; 7:15.)”

            Pasti kita tidak akan pernah bosan untuk tinggal di surga.

            *Prayer Response

            Terima kasih, Yesus, karena Engkau telah menebus dan menyelamatkanku. Ku-deklarasikan, surga adalah rumah sebenarnya dari setiap anak Tuhan, termasuk diriku juga, karena aku ini anak Tuhan. Amin.

            Aku Sudah Berdoa
            Menyukai
            Membagikan
            Expand Content

            What People Say

            See how Rumah Kita yang Sebenarnya has impacted lives across the globe.

            "I've applied the Biblical principles on family relationships from this teaching, and it has completely restored harmony in our home. My teenagers and I now have meaningful conversations about faith, and my marriage has been strengthened in ways I never thought possible."
            Elena R., Brazil
            "The teachings on spiritual warfare completely transformed my approach to daily challenges. I used to feel overwhelmed by life's obstacles, but now I understand how to stand firm in faith. This teaching gave me practical tools I use every single day."
            Sarah K., California
            "After 20 years of struggling with unforgiveness, the Biblical principles shared in this teaching helped me release the bitterness I had been carrying. The step-by-step approach to forgiveness wasn't just theory—it actually worked in my life when nothing else had."
            Michael T., United Kingdom
            "As a new Christian, I was confused about many aspects of faith. These teachings provided clear, Scripture-based explanations that helped build my foundation. I'm especially grateful for how the content made complex concepts accessible without watering down the truth."
            Priya M., India
            "The teaching on God's sovereignty during difficult times came to me exactly when I needed it most. After losing my job and facing health challenges, this message reminded me that God remains in control. It gave me hope when I had none left."
            James L., Australia
            "I've applied the Biblical principles on family relationships from this teaching, and it has completely restored harmony in our home. My teenagers and I now have meaningful conversations about faith, and my marriage has been strengthened in ways I never thought possible."
            Elena R., Brazil
            "The teachings on spiritual warfare completely transformed my approach to daily challenges. I used to feel overwhelmed by life's obstacles, but now I understand how to stand firm in faith. This teaching gave me practical tools I use every single day."
            Sarah K., California

            Kode: WD-B097-168-IND

            Hadiah
            Memberi
            Kirim Masukan