Logo
Logo
Learn
Buku-bukuKursus AlkitabSumber
PenjangkauanTentang
Indonesia Flag Icon

Menu

  • Home
  • Learn +
    • Penjangkauan
    • Tentang +
      • Bergabung +
        • Kontak +

            Dapatkan eBook Gratis

            Mulailah koleksi Derek Prince anda dengan eBook gratis berjudul Bagaimana Beralih Dari Kutuk Kepada Berkat saat anda berlangganan buletin kami.

            Pengajaran Alkitab Gratis
            Logo
            Logo
            HomeLearnPenjangkauanTentangBerikan Donasi

            Hak Cipta © 2026 Pelayanan Derek Prince. Seluruh hak cipta

            KontakKerahasiaan PribadiHak CiptaLicensesPeta Situs
            Rumah
            Sumber
            Menyenangkan Hati Bapa

            Menyenangkan Hati Bapa

            Derek Prince

            Derek Prince

            Menyukai
            Membagikan
            Bahasa Indonesia

            *Article Language

            Kirimkan Kesaksian

            Menawarkan

            Memberi

            *First Published: 2008

            *Last Updated: Maret 2026

            2 min read

            Dorongan untuk meraih keberhasilan pribadi dapat menjadi masalah yang meresap di antara para pelayan Tuhan, sehingga menimbulkan persaingan daripada keharmonisan. Temukanlah kebebasan dari jerat ini dengan menemukan motivasi yang lebih manis dan murni, yaitu keinginan sederhana untuk menyenangkan Allah Bapa kita.

            Di dalam Filipi 2:3 Paulus memberi peringatan kepada kita, hamba-hamba Tuhan, supaya “tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia [BIMK: Janganlah melakukan sesuatu karena didorong kepentingan diri sendiri, atau untuk menyombongkan diri].” NIV: “didorong oleh ambisi yang mementingkan diri”.

            Setelah melayani selama sekian tahun saya memperhatikan bahwa di dalam gereja memang ada sebuah masalah besar yang tidak pernah berhenti mengganggu kita, yaitu ambisi pribadi dan roh persaingan di antara para pemimpin, terutama para rohaniwan. Jangan mengira bahwa saya ingin menghakimi mereka, karena perlu saya tegaskan, saya juga mendeteksi kecenderungan ini dalam kehidupan saya sendiri.

            Seringkali kita keliru, karena mengira hidup kita akan lebih aman bila meraih sukses. Kita berpikir: Jika aku berhasil membangun gereja terbesar atau mengadakan kebaktian dengan hadirin paling banyak atau mendapatkan paling banyak nama untuk mailing list [daftar alamat surat untuk majalah] kami, maka masa depanku akan lebih terjamin. Sesungguhnya itu sebuah fata morgana. Pada kenyataannya, semakin kita meraih sukses besar, kita justru akan merasa semakin tidak aman. Kita akan merasa terancam apabila ada yang mungkin mendirikan gereja yang lebih besar atau mengadakan kebaktian dengan jumlah hadirin yang lebih banyak atau berhasil mengumpulkan lebih banyak alamat surat.

            Adapun mengenai diriku sendiri, saya merasa contoh yang sempurna adalah Yesus sendiri, yang berkata:

            “Ia tidak membiarkan Aku sendiri, sebab Aku senantiasa berbuat apa yang berkenan kepada-Nya” (Yohanes 8:29).

            Sekarang saya tidak termotivasi atau terdorong oleh ambisi pribadi lagi. Saya menemukan motivasi yang lebih bagus dan lebih murni: menyenangkan hati Bapaku.

            Setiap kali menghadapi situasi atau keputusan apa pun, saya melatih diri dengan mengajukan sebuah pertanyaan yang sederhana saja: Bagaimana aku bisa menyenangkan hati Ayah? Ketika mengalami frustrasi atau ketika tampaknya mengalami kegagalan, saya tidak akan “berjuang” lagi untuk memecahkan masalahnya. Saya akan lebih memikirkan bagaimana sikapku akan selalu berkenan kepada Bapa.

            Apabila dimotivasi keinginan sederhana ini untuk mencari perkenan Bapa, tak akan ada lagi persaingan di antara kita sebagai hamba-hamba Kristus. Suasana harmonis dan saling perduli akan menggantikan sikap kita yang “mengotot” dan mementingkan diri sendiri.

            *Prayer Response

            Terima kasih, Yesus, karena Engkau telah menebus dan menyelamatkanku. Ku-deklarasikan, motivasi hidupku adalah untuk menyenangkan hati Bapaku. Ku-deklarasikan, aku ini anak Tuhan. Amin.

            Aku Sudah Berdoa
            Menyukai
            Membagikan
            Expand Content

            What People Say

            See how Menyenangkan Hati Bapa has impacted lives across the globe.

            "I've applied the Biblical principles on family relationships from this teaching, and it has completely restored harmony in our home. My teenagers and I now have meaningful conversations about faith, and my marriage has been strengthened in ways I never thought possible."
            Elena R., Brazil
            "The teachings on spiritual warfare completely transformed my approach to daily challenges. I used to feel overwhelmed by life's obstacles, but now I understand how to stand firm in faith. This teaching gave me practical tools I use every single day."
            Sarah K., California
            "After 20 years of struggling with unforgiveness, the Biblical principles shared in this teaching helped me release the bitterness I had been carrying. The step-by-step approach to forgiveness wasn't just theory—it actually worked in my life when nothing else had."
            Michael T., United Kingdom
            "As a new Christian, I was confused about many aspects of faith. These teachings provided clear, Scripture-based explanations that helped build my foundation. I'm especially grateful for how the content made complex concepts accessible without watering down the truth."
            Priya M., India
            "The teaching on God's sovereignty during difficult times came to me exactly when I needed it most. After losing my job and facing health challenges, this message reminded me that God remains in control. It gave me hope when I had none left."
            James L., Australia
            "I've applied the Biblical principles on family relationships from this teaching, and it has completely restored harmony in our home. My teenagers and I now have meaningful conversations about faith, and my marriage has been strengthened in ways I never thought possible."
            Elena R., Brazil
            "The teachings on spiritual warfare completely transformed my approach to daily challenges. I used to feel overwhelmed by life's obstacles, but now I understand how to stand firm in faith. This teaching gave me practical tools I use every single day."
            Sarah K., California

            Kode: WD-B097-167-IND

            Hadiah
            Memberi
            Kirim Masukan