Mendekati Bapa

Derek Prince
*First Published: 2008
*Last Updated: Maret 2026
2 min read
Ketika Yesus datang ke dalam dunia, tujuan akhir-Nya adalah untuk mengumpulkan orang-orang yang ingin kembali berbalik kepada Allah Bapa dan membawa mereka kepada-Nya. Dalam Alkitab ada banyak ayat yang menyatakan kebenaran ini, misalnya yang berikut ini:
“Sebab juga Kristus telah mati sekali untuk segala dosa kita, Ia yang benar untuk orang-orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah.” (1 Petrus 3:18)
Untuk apakah Yesus mati? “Supaya Ia membawa kita kepada Allah.” Yesus bukanlah perhentian yang terakhir; Ia hanyalah jalan menuju Tuhan. Dengan jelas sekali Ia mengatakannya sendiri dalam Yohanes 14:6:
“Kata Yesus kepadanya: ‘Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.’” (Yohanes 14:6)
Yesus adalah jalannya, tetapi Sang Bapa adalah tujuan yang hendak dicapai. Saya kira dalam praktik agama Kristen kita seringkali gagal menemukan apa yang menjadi tujuan Allah yang sesungguhnya. Kita memang sering bicara mengenai Yesus Kristus sebagai Juruselamat, Perantara, Jurusyafaat kita, dan seterusnya. Semua itu memang baik dan tidak salah, tetapi seringkali kita gagal untuk sampai ke tujuan yang sebenarnya dikehendaki oleh Tuhan. Tujuan Tuhan bukan saja supaya kita sampai kepada Sang Anak, tetapi juga supaya melalui Sang Anak, akhirnya kita datang kepada Sang Bapa.
*Prayer Response
Terima kasih, Yesus, karena Engkau telah menebus dan menyelamatkanku. Ku-deklarasikan, aku boleh mendekati Allah Bapa melalui Sang Putra. Ku-deklarasikan, aku ini anak Tuhan. Amin.
Kode: WD-B097-164-IND