Logo
Logo
Learn
Buku-bukuKursus AlkitabSumber
PenjangkauanTentang
Indonesia Flag Icon

Menu

  • Home
  • Learn +
    • Penjangkauan
    • Tentang +
      • Bergabung +
        • Kontak +

            Dapatkan eBook Gratis

            Mulailah koleksi Derek Prince anda dengan eBook gratis berjudul Bagaimana Beralih Dari Kutuk Kepada Berkat saat anda berlangganan buletin kami.

            Pengajaran Alkitab Gratis
            Logo
            Logo
            HomeLearnPenjangkauanTentangBerikan Donasi

            Hak Cipta © 2026 Pelayanan Derek Prince. Seluruh hak cipta

            KontakKerahasiaan PribadiHak CiptaLicensesPeta Situs
            Rumah
            Sumber
            Harga Diri yang Benar

            Harga Diri yang Benar

            Derek Prince

            Derek Prince

            Menyukai
            Membagikan
            Bahasa Indonesia

            *Article Language

            Kirimkan Kesaksian

            Menawarkan

            Memberi

            *First Published: 2008

            *Last Updated: Maret 2026

            2 min read

            Rasa nilai dirimu tidak didasarkan pada apa yang kamu pikirkan tentang dirimu sendiri, melainkan pada siapa yang Bapa katakan tentang dirimu. Dengarkanlah sebuah kisah yang mengubahkan hidup tentang bagaimana menerima kebenaran sebagai anak Allah membawa perubahan total.

            Saya sudah melayani banyak orang yang masalah utamanya adalah, kurang atau tidak cukup menghargai dirinya sendiri, dan jumlah yang kulayani itu tidak terhitung banyaknya. Harga diri mereka begitu rendah, sehingga mereka sangat menderita secara rohani maupun emosional.

            Dalam 1 Yohanes 3:1 dikatakan:

            “Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah.”

            Harga diri kita akan meningkat dengan luar biasa, sekali saja kita mulai mengerti bahwa manusia, kita-kita ini sesungguhnya adalah anak-anak Tuhan yang dicintai-Nya secara intim dan secara pribadi, dan bahwa Tuhan sungguh berminat pada kita; bahwa Ia tidak pernah terlalu sibuk untuk kita, dan sungguh mendambakan hubungan pribadi yang bersifat langsung dengan kita masing-masing.

            Sekali waktu saya bertabrakan dengan seorang ibu ketika sedang berjalan cepat menuju kebaktian, tempat saya harus berkhotbah. Kami dua-duanya berjalan dengan cepat sekali dalam arah yang berlawanan. Setelah tabrakan itu ibu itu bangun lagi, membenahi tampilannya, lalu berkata: “Mr. Prince, tahukah Anda? Saya sempat berdoa kepada Tuhan, bahwa seandainya Ia benar-benar menghendaki Anda bicara dengan saya, pasti kita akan berjumpa satu sama lain.”

            “Nah,” jawabku. “Kalau begitu doanya terkabul, dong, karena sekarang kita telah benar-benar berjumpa. Tetapi maaf, saya hanya mempunyai waktu dua menit saja untuk Anda. Saya sedang buru-buru sekarang ini.” Lalu ibu itu mulai bercerita mengenai masalah yang dihadapinya, dan setelah beberapa saat saya terpaksa menghentikan pembicaraannya. “Maaf, Ibu, saya masih punya sisa waktu satu menit saja. … tetapi kurasa aku mengerti apa masalah Ibu. Maukah Ibu mengulangi doa yang kupanjatkan sekarang, kalimat demi kalimat?”

            Saya langsung memimpin doa. Dalam doa itu saya katakan, Ibu itu bersyukur, karena Tuhan adalah Bapanya dan bahwa ia adalah anak-Nya; bahwa Tuhan sungguh mencintainya dan perduli padanya, bahwa ia adalah seorang anak yang istimewa bagi-Nya dan bahwa ia adalah anggota dari keluarga yang paling indah yang ada di dunia. Sesudah itu, kami pun berpisah.

            Kira-kira sebulan kemudian saya menerima sepucuk surat dari ibu tersebut. Di dalamnya ia menulis: “Saya hanya mau kasih tahu, sesudah bertemu dan berdoa bersama Anda sikapku terhadap kehidupan ini sungguh berubah total. Untuk pertama kali dalam hidupku, aku baru merasakan betapa berharganya aku ini.”

            *Prayer Response

            Terima kasih, Yesus, karena Engkau telah menebus dan menyelamatkanku. Ku-deklarasikan, harga diriku-lah yang menentukan hubungan pribadiku secara langsung dengan Tuhan. Ku-deklarasikan, aku ini anak Tuhan. Amin.

            Aku Sudah Berdoa
            Menyukai
            Membagikan
            Expand Content

            What People Say

            See how Harga Diri yang Benar has impacted lives across the globe.

            "I've applied the Biblical principles on family relationships from this teaching, and it has completely restored harmony in our home. My teenagers and I now have meaningful conversations about faith, and my marriage has been strengthened in ways I never thought possible."
            Elena R., Brazil
            "The teachings on spiritual warfare completely transformed my approach to daily challenges. I used to feel overwhelmed by life's obstacles, but now I understand how to stand firm in faith. This teaching gave me practical tools I use every single day."
            Sarah K., California
            "After 20 years of struggling with unforgiveness, the Biblical principles shared in this teaching helped me release the bitterness I had been carrying. The step-by-step approach to forgiveness wasn't just theory—it actually worked in my life when nothing else had."
            Michael T., United Kingdom
            "As a new Christian, I was confused about many aspects of faith. These teachings provided clear, Scripture-based explanations that helped build my foundation. I'm especially grateful for how the content made complex concepts accessible without watering down the truth."
            Priya M., India
            "The teaching on God's sovereignty during difficult times came to me exactly when I needed it most. After losing my job and facing health challenges, this message reminded me that God remains in control. It gave me hope when I had none left."
            James L., Australia
            "I've applied the Biblical principles on family relationships from this teaching, and it has completely restored harmony in our home. My teenagers and I now have meaningful conversations about faith, and my marriage has been strengthened in ways I never thought possible."
            Elena R., Brazil
            "The teachings on spiritual warfare completely transformed my approach to daily challenges. I used to feel overwhelmed by life's obstacles, but now I understand how to stand firm in faith. This teaching gave me practical tools I use every single day."
            Sarah K., California

            Kode: WD-B097-163-IND

            Hadiah
            Memberi
            Kirim Masukan