Jatidiri yang Benar

Derek Prince
*First Published: 2008
*Last Updated: Maret 2026
2 min read
Mengapakah Yesus Kristus harus datang ke dalam dunia? Tujuannya yang sebenarnya adalah untuk membawa kita semua kepada Tuhan. Jikalau sekian lama kita sudah belajar mengenai Tuhan, tetapi belum juga mengerti hal ini, sesungguhnya kita belum mengerti juga apa tujuan akhir dari penebusan Yesus itu.
Dalam kehidupan manusia zaman sekarang jelas ada sekian banyak faktor yang kurang dalam pengalaman emosional banyak orang. Tetapi faktor-faktor itu baru menjadi jelas setelah kita mengerti sepenuhnya akan hal tadi dan mengenai hubungan pribadi dan langsung yang dapat kita jalin dengan Tuhan. Ada tiga hal yang kita belajar dari pengungkapan dan hubungan dengan Tuhan ini, yaitu jatidiri, harga diri dan rasa aman sentosa.
Masalah utama yang dihadapi oleh masyarakat pada masa ini adalah masalah jatidiri: Siapakah diri kita sebenarnya? Menarik sekali, petunjuk mengenai masalah ini mulai terlihat ketika di Amerika Serikat terbit sebuah buku berjudul Roots (Akar-akar latar belakang manusia) yang begitu laku keras, begitu juga film seri TV yang dibuat atas dasar buku tersebut.
Inti cerita buku dan film itu adalah petualangan seorang kulit hitam Amerika untuk menemukan kembali asal-usul nenek moyangnya dan untuk mencari tahu siapakah dirinya sebenarnya. Sebenarnya semua manusia sedang sibuk mencari tahu hal yang sama. Mereka ingin tahu dari mana asal-usul mereka, siapa yang berada di belakang mereka, bagaimanakah ceritanya pada mulanya, dan siapakah sesungguhnya mereka itu.
Sesungguhnya, tidak mungkin seseorang bisa menjawab pertanyaan: “Siapakah diriku?” sebelum ia tahu siapakah ayahnya yang sesungguhnya. Dan baik Alkitab maupun ilmu jiwa (psikologi) mengaminkan hal itu.
Hari-hari ini hubungan manusiawi antara orang tua dan anak-anak makin lama makin retak dan hancur, dan akibatnya terjadi krisis jatidiri (identitas) yang menyebar ke mana-mana. Bagaimanakah caranya iman Kristiani berusaha mengatasi krisis jatidiri tersebut? Dengan membawa orang-orang kembali kepada suatu hubungan pribadi yang bersifat langsung dengan Allah Bapa, melalui Anak-Nya, Yesus Kristus.
Setelah benar-benar mengenal Tuhan sebagai Bapa, orang tidak lagi mempunyai masalah jatidiri tersebut. Mereka sudah tahu, siapa mereka sebenarnya: mereka adalah anak-anak Tuhan. Bapa merekalah yang menciptakan alam semesta ini, dan Bapa (Ayah) mereka itu sungguh mengasihi dan memelihara mereka semua.
*Prayer Response
Terima kasih, Yesus, karena Engkau telah menebus dan menyelamatkanku. Ku-deklarasikan, aku tahu siapa diriku ini, karena hubunganku dengan Allah Bapa melalui Yesus. Ku-deklarasikan, aku ini anak Tuhan. Amin.
Kode: WD-B097-162-IND