Milik-Nya Sepenuhnya

Derek Prince
*First Published: 2008
*Last Updated: Maret 2026
2 min read
Konon ada seorang bocah lelaki yang tinggal di sebuah kota kecil, di pinggir pantai. Ia pandai sekali membuat ukir-ukiran kayu, dan pada suatu hari ia membuat sebuah perahu kecil dari kayu. Ia memasang layar pada perahu itu, dan perahu itu pun dapat berlayar.
Pada suatu hari ia membawa perahu layarnya ke pantai dan membiarkannya ditiup angin. Tetapi tiba-tiba ombak berubah arah sehingga perahunya terbawa ke tengah laut, dan ia pun gagal mendapatkannya kembali. Maka pulanglah ia tanpa membawa perahunya.
Tetapi kemudian angin dan air pasang berbalik lagi dan perahu itu kembali lagi. Seseorang yang berjalan di pinggir pantai menemukan perahu itu. Ia memungutnya dan melihat perahu itu cukup bagus. Maka dibawanya perahu itu ke toko setempat dan menjualnya kepada pemilik toko. Pemilik toko itu membersihkan perahu itu dan memajangnya di jendela etalasenya, dan memasang harga 35 dolar.
Beberapa waktu kemudian bocah itu berjalan melewati toko tersebut dan melihat perahunya akan dijual dengan harga 35 dolar. Apa boleh buat, ia tak dapat membuktikan bahwa perahu itu sebenarnya adalah miliknya. Jikalau ia ingin mendapatkannya kembali, hanya satu hal yang dapat dilakukannya. Ia harus membelinya kembali.
Maka mulailah bocah itu bekerja. Apa saja ia mau lakukan untuk mengumpulkan uang secukupnya dan membeli kembali perahunya itu. Sesudah uangnya terkumpul, masuklah ia ke toko itu dan berkata:
“Saya mau beli perahu itu.”
Ia bayarkan harganya, kemudian berjalan keluar sambil menenteng perahunya itu. Lalu di pinggir jalan ia pun berhenti. Ia mendekap perahunya dan berkata:
“Sekarang kamu menjadi milikku. Dulu aku yang membuat kamu, dan barusan aku membeli kamu kembali.”
Itulah yang dimaksudkan dengan penebusan. Dulu Allah sendiri yang menciptakan kita, tetapi tahu-tahu kita ditemukan di pasar budak Iblis. Lalu Tuhan sendiri membeli kita kembali. Sekarang kita telah menjadi milik Tuhan karena dua alasan tersebut.
Dapatkah saudara mengerti betapa berharganya saudara di mata Tuhan? Cobalah bayangkan dirimu sendiri sebagai perahu kecil itu. Mungkin sewaktu-waktu engkau merasa dirimu tidak berarti dan kurang memenuhi persyaratan. Mungkin engkau bertanya-tanya dalam hatimu, benarkah Tuhan perduli denganku?
Sebaiknya saudara mencoba untuk meyakini, bahwa engkaulah perahu kecil itu yang kini berada di dalam dekapan Tuhan, dan bahwa Tuhan berkata kepadamu:
“Sekarang kamu ini milik-Ku. Akulah yang membuatmu, dan aku juga telah membeli kamu. Engkau milik-Ku.”
*Prayer Response
Terima kasih, Tuhan, untuk pengampunan-Mu. Ku-deklarasikan, diriku berada dalam pelukan Tuhan, dan Tuhan menyatakan diriku adalah milik-Nya. Dialah yang menciptakan diriku, kemudian menebusku juga; Ia sungguh mencintaiku; aku sepenuhnya milik Dia. Diriku sudah diampuni dan merdeka dari dosa-dosaku. Amin.
Kode: WD-B097-161-IND