“Tiada Penghukuman”

Derek Prince
*First Published: 2008
*Last Updated: Maret 2026
2 min read
“Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus …. Sebab apa yang tidak mungkin dilakukan hukum Taurat karena tak berdaya oleh daging, telah dilakukan oleh Allah. Dengan jalan mengutus Anak-Nya sendiri dalam daging yang serupa dengan daging yang dikuasai dosa karena dosa.” (Roma 8:1, 3)
Ada dua jenis kopi yang suka diminum orang: kopi instan dan kopi yang dibuat dengan “mesin” kopi (percolator). Kopi yang dibuat dengan mesin pengaduk membutuhkan waktu lebih lama, karena harus melalui proses tertentu. Kitab Roma bisa diumpamakan seperti kopi yang di”sedu” dengan mesin kopi itu. Kita tidak dapat memperoleh “kopi instan” dari Roma pasal 8. Karena sebelum sampai di pasal 8, kita harus terlebih dahulu membaca tujuh pasalnya yang pertama. Itulah “mesin kopi”. Tetapi kopi yang dihasilkan dari mesin itu memang lebih terasa nikmatnya.
Kita baru akan sampai kepada kata “Oleh karena itu” sesudah membaca semua pasal itu. Pasal-pasal pendahuluan berbicara mengenai betapa sesungguhnya seluruh umat manusia itu penuh dengan dosa. Di situ juga diperlihatkan, bagaimana agama telah gagal untuk mengubahkan tabiat manusia yang penuh dosa.
Terlebih dahulu Paulus mengambil contoh dari Abraham dan Daud (lihat Roma pasal 4), kemudian membandingkan antara Adam dan Kristus (lihat pasal 5). Sesudah itu di dalam pasal 6 Paulus menunjukkan apa jalan keluar yang ditetapkan Tuhan untuk manusia (tabiat) yang lama: eksekusi (hukuman mati). Tuhan tidak mau hanya memperbaiki manusia lama dengan cara tambal sulam. Tuhan tidak berniat untuk me-reformasi manusia lama. Tuhan memilih untuk menghukum mati tabiat lama itu! Syukurlah, hukuman mati itu sudah terlaksana ketika Yesus mati di kayu salib.
Roma pasal 7 berbicara mengenai hubungan antara kita dengan hukum Taurat. Di sinilah dulu saya suka berpikir: Mengapa Paulus harus membicarakan hukum Taurat lagi, padahal sudah sekian jauh pembahasannya? Tetapi kemudian saya mengerti, karena memang masih ada satu lagi kendala besar yang harus diatasi, yaitu bagaimana caranya kita harus berurusan dengan hukum Tuhan itu. Itulah bagian tahap terakhir dari “mesin percolator” tadi.
Tanpa melalui mesin kopi itu tidak mungkin untuk menjalani kehidupan seperti digambarkan di Roma pasal 8, karena yang penting di situ orang Kristen harus hidup “tanpa berada di bawah penghukuman” (tanpa rasa tertuduh). Karena begitu kita mulai merasa tertuduh (merasakan di bawah penghukuman), seketika itu juga kita gagal untuk hidup di bawah bimbingan Roh Kudus seperti dijelaskan di Roma pasal 8. Tujuan Iblis yang terutama adalah supaya umat yang percaya merasa tertuduh lagi (merasa berada di bawah penghukuman). Sedangkan tujuan yang hendak dicapai oleh Firman Tuhan, terutama kitab Roma, adalah untuk membebaskan kita dari rasa tertuduh.
*Prayer Response
Terima kasih, Tuhan, untuk pengampunan-Mu. Semua usaha Iblis untuk membuatku merasa tertuduh tidak mempan lagi, dan kini tak ada penghukuman lagi bagiku sebab aku sudah menyatu dengan Kristus Yesus. Diriku sudah diampuni dan merdeka dari dosa-dosaku. Amin.
Kode: WD-B097-160-IND