Logo
Logo
Learn
Buku-bukuKursus AlkitabSumber
PenjangkauanTentang
Indonesia Flag Icon

Menu

  • Home
  • Learn +
    • Penjangkauan
    • Tentang +
      • Bergabung +
        • Kontak +

            Dapatkan eBook Gratis

            Mulailah koleksi Derek Prince anda dengan eBook gratis berjudul Bagaimana Beralih Dari Kutuk Kepada Berkat saat anda berlangganan buletin kami.

            Pengajaran Alkitab Gratis
            Logo
            Logo
            HomeLearnPenjangkauanTentangBerikan Donasi

            Hak Cipta © 2026 Pelayanan Derek Prince. Seluruh hak cipta

            KontakKerahasiaan PribadiHak CiptaLicensesPeta Situs
            Rumah
            Sumber
            “Tiada Penghukuman”

            “Tiada Penghukuman”

            Derek Prince

            Derek Prince

            Menyukai
            Membagikan
            Bahasa Indonesia

            *Article Language

            Kirimkan Kesaksian

            Menawarkan

            Memberi

            *First Published: 2008

            *Last Updated: Maret 2026

            2 min read

            Janji mulia tentang “tidak ada penghukuman” itu bagaikan secangkir kopi yang diseduh dengan sempurna, dan kitab Roma mengungkapkan seluruh prosesnya. Lihatlah bagaimana Allah membimbing kita melalui hubungan kita dengan dosa dan Hukum Taurat, untuk membawa kita masuk ke dalam kebebasan luar biasa yang hanya dapat ditemukan di dalam Anak-Nya.
            “Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus …. Sebab apa yang tidak mungkin dilakukan hukum Taurat karena tak berdaya oleh daging, telah dilakukan oleh Allah. Dengan jalan mengutus Anak-Nya sendiri dalam daging yang serupa dengan daging yang dikuasai dosa karena dosa.” (Roma 8:1, 3)

            Ada dua jenis kopi yang suka diminum orang: kopi instan dan kopi yang dibuat dengan “mesin” kopi (percolator). Kopi yang dibuat dengan mesin pengaduk membutuhkan waktu lebih lama, karena harus melalui proses tertentu. Kitab Roma bisa diumpamakan seperti kopi yang di”sedu” dengan mesin kopi itu. Kita tidak dapat memperoleh “kopi instan” dari Roma pasal 8. Karena sebelum sampai di pasal 8, kita harus terlebih dahulu membaca tujuh pasalnya yang pertama. Itulah “mesin kopi”. Tetapi kopi yang dihasilkan dari mesin itu memang lebih terasa nikmatnya.

            Kita baru akan sampai kepada kata “Oleh karena itu” sesudah membaca semua pasal itu. Pasal-pasal pendahuluan berbicara mengenai betapa sesungguhnya seluruh umat manusia itu penuh dengan dosa. Di situ juga diperlihatkan, bagaimana agama telah gagal untuk mengubahkan tabiat manusia yang penuh dosa.

            Terlebih dahulu Paulus mengambil contoh dari Abraham dan Daud (lihat Roma pasal 4), kemudian membandingkan antara Adam dan Kristus (lihat pasal 5). Sesudah itu di dalam pasal 6 Paulus menunjukkan apa jalan keluar yang ditetapkan Tuhan untuk manusia (tabiat) yang lama: eksekusi (hukuman mati). Tuhan tidak mau hanya memperbaiki manusia lama dengan cara tambal sulam. Tuhan tidak berniat untuk me-reformasi manusia lama. Tuhan memilih untuk menghukum mati tabiat lama itu! Syukurlah, hukuman mati itu sudah terlaksana ketika Yesus mati di kayu salib.

            Roma pasal 7 berbicara mengenai hubungan antara kita dengan hukum Taurat. Di sinilah dulu saya suka berpikir: Mengapa Paulus harus membicarakan hukum Taurat lagi, padahal sudah sekian jauh pembahasannya? Tetapi kemudian saya mengerti, karena memang masih ada satu lagi kendala besar yang harus diatasi, yaitu bagaimana caranya kita harus berurusan dengan hukum Tuhan itu. Itulah bagian tahap terakhir dari “mesin percolator” tadi.

            Tanpa melalui mesin kopi itu tidak mungkin untuk menjalani kehidupan seperti digambarkan di Roma pasal 8, karena yang penting di situ orang Kristen harus hidup “tanpa berada di bawah penghukuman” (tanpa rasa tertuduh). Karena begitu kita mulai merasa tertuduh (merasakan di bawah penghukuman), seketika itu juga kita gagal untuk hidup di bawah bimbingan Roh Kudus seperti dijelaskan di Roma pasal 8. Tujuan Iblis yang terutama adalah supaya umat yang percaya merasa tertuduh lagi (merasa berada di bawah penghukuman). Sedangkan tujuan yang hendak dicapai oleh Firman Tuhan, terutama kitab Roma, adalah untuk membebaskan kita dari rasa tertuduh.

            *Prayer Response

            Terima kasih, Tuhan, untuk pengampunan-Mu. Semua usaha Iblis untuk membuatku merasa tertuduh tidak mempan lagi, dan kini tak ada penghukuman lagi bagiku sebab aku sudah menyatu dengan Kristus Yesus. Diriku sudah diampuni dan merdeka dari dosa-dosaku. Amin.

            Aku Sudah Berdoa
            Menyukai
            Membagikan
            Expand Content

            What People Say

            See how “Tiada Penghukuman” has impacted lives across the globe.

            "I've applied the Biblical principles on family relationships from this teaching, and it has completely restored harmony in our home. My teenagers and I now have meaningful conversations about faith, and my marriage has been strengthened in ways I never thought possible."
            Elena R., Brazil
            "The teachings on spiritual warfare completely transformed my approach to daily challenges. I used to feel overwhelmed by life's obstacles, but now I understand how to stand firm in faith. This teaching gave me practical tools I use every single day."
            Sarah K., California
            "After 20 years of struggling with unforgiveness, the Biblical principles shared in this teaching helped me release the bitterness I had been carrying. The step-by-step approach to forgiveness wasn't just theory—it actually worked in my life when nothing else had."
            Michael T., United Kingdom
            "As a new Christian, I was confused about many aspects of faith. These teachings provided clear, Scripture-based explanations that helped build my foundation. I'm especially grateful for how the content made complex concepts accessible without watering down the truth."
            Priya M., India
            "The teaching on God's sovereignty during difficult times came to me exactly when I needed it most. After losing my job and facing health challenges, this message reminded me that God remains in control. It gave me hope when I had none left."
            James L., Australia
            "I've applied the Biblical principles on family relationships from this teaching, and it has completely restored harmony in our home. My teenagers and I now have meaningful conversations about faith, and my marriage has been strengthened in ways I never thought possible."
            Elena R., Brazil
            "The teachings on spiritual warfare completely transformed my approach to daily challenges. I used to feel overwhelmed by life's obstacles, but now I understand how to stand firm in faith. This teaching gave me practical tools I use every single day."
            Sarah K., California

            Kode: WD-B097-160-IND

            Hadiah
            Memberi
            Kirim Masukan