Logo
Logo
Learn
Buku-bukuKursus AlkitabSumber
PenjangkauanTentang
Indonesia Flag Icon

Menu

  • Home
  • Learn +
    • Penjangkauan
    • Tentang +
      • Bergabung +
        • Kontak +

            Dapatkan eBook Gratis

            Mulailah koleksi Derek Prince anda dengan eBook gratis berjudul Bagaimana Beralih Dari Kutuk Kepada Berkat saat anda berlangganan buletin kami.

            Pengajaran Alkitab Gratis
            Logo
            Logo
            HomeLearnPenjangkauanTentangBerikan Donasi

            Hak Cipta © 2026 Pelayanan Derek Prince. Seluruh hak cipta

            KontakKerahasiaan PribadiHak CiptaLicensesPeta Situs
            Rumah
            Sumber
            Bebas dari Legalisme Peraturan Agama

            Bebas dari Legalisme Peraturan Agama

            Derek Prince

            Derek Prince

            Menyukai
            Membagikan
            Bahasa Indonesia

            *Article Language

            Kirimkan Kesaksian

            Menawarkan

            Memberi

            *First Published: 2008

            *Last Updated: Maret 2026

            2 min read

            Setelah dibebaskan oleh salib, banyak orang Kristen tergoda kembali ke dalam bentuk perbudakan agama yang halus. Rasul Paulus begitu prihatin terhadap kuk perhambaan ini sehingga ia memberikan peringatan yang paling keras—peringatan yang sangat penting untuk didengar oleh setiap orang percaya hingga hari ini.

            Di dalam Roma 8:15, Paulus berbicara kepada umat Kristen yang telah menerima baptisan Roh Kudus dan ia berkata:

            “Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi.”

            Di sini Paulus memberi peringatan kepada umat Kristen untuk jangan membiarkan dirinya kembali dalam perbudakan karena dibujuk oleh Iblis. Dan jelas di situ bahwa “perbudakan” yang dimaksudkan adalah perbudakan agamawi – kepatuhan terhadap hukum-hukum agama. Padahal mereka baru saja dibebaskan dari hal itu oleh kematian Yesus di kayu salib.

            Seluruh kitab Galatia pembahasannya adalah mengenai hal ini juga, yaitu supaya umat Kristen jangan kembali terikat kepada peraturan-peraturan agamawi, sebab mereka sudah dibebaskan oleh Injil dan oleh kuasa Roh Kudus. Bahkan di surat tersebut Paulus membahas hal ini sebagai persoalan yang lebih penting ketimbang percabulan atau perzinahan. Sungguh menarik juga, bahwa dari semua surat yang dikirimkan oleh Paulus hanya surat Galatia inilah di mana Paulus tidak mencantumkan kata pembukaan yang mengucap syukur kepada Tuhan untuk orang-orang yang menerima suratnya itu. Rupanya Paulus begitu jengkel atas ulah umat di Galatia itu, sehingga ia pun langsung mulai saja dengan pembahasannya:

            “Aku heran, bahwa kamu begitu lekas berbalik daripada Dia, yang oleh kasih karunia Kristus telah memanggil kamu” (Galatia 1:6).

            Di sini merupakan sebuah contoh jelas bagaimana roh-roh setan yang agamawi membawa umat Tuhan kembali dalam perbudakan kepada peraturan-peraturan agama. Sebaiknya kita memperhatikan peringatan Paulus yang begitu keras:

            “Jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan” (Galatia 5:1).

            *Prayer Response

            Terima kasih, Tuhan, untuk pengampunan-Mu. Ku-deklarasikan, oleh Injil dan kuasa Roh Kudus aku sudah dibebaskan. Sebab itu, aku tak mau diperbudak lagi oleh roh hukum yang agamawi. Diriku sudah diampuni dan merdeka dari dosa-dosaku. Amin.

            Aku Sudah Berdoa
            Menyukai
            Membagikan
            Expand Content

            What People Say

            See how Bebas dari Legalisme Peraturan Agama has impacted lives across the globe.

            "I've applied the Biblical principles on family relationships from this teaching, and it has completely restored harmony in our home. My teenagers and I now have meaningful conversations about faith, and my marriage has been strengthened in ways I never thought possible."
            Elena R., Brazil
            "The teachings on spiritual warfare completely transformed my approach to daily challenges. I used to feel overwhelmed by life's obstacles, but now I understand how to stand firm in faith. This teaching gave me practical tools I use every single day."
            Sarah K., California
            "After 20 years of struggling with unforgiveness, the Biblical principles shared in this teaching helped me release the bitterness I had been carrying. The step-by-step approach to forgiveness wasn't just theory—it actually worked in my life when nothing else had."
            Michael T., United Kingdom
            "As a new Christian, I was confused about many aspects of faith. These teachings provided clear, Scripture-based explanations that helped build my foundation. I'm especially grateful for how the content made complex concepts accessible without watering down the truth."
            Priya M., India
            "The teaching on God's sovereignty during difficult times came to me exactly when I needed it most. After losing my job and facing health challenges, this message reminded me that God remains in control. It gave me hope when I had none left."
            James L., Australia
            "I've applied the Biblical principles on family relationships from this teaching, and it has completely restored harmony in our home. My teenagers and I now have meaningful conversations about faith, and my marriage has been strengthened in ways I never thought possible."
            Elena R., Brazil
            "The teachings on spiritual warfare completely transformed my approach to daily challenges. I used to feel overwhelmed by life's obstacles, but now I understand how to stand firm in faith. This teaching gave me practical tools I use every single day."
            Sarah K., California

            Kode: WD-B097-159-IND

            Hadiah
            Memberi
            Kirim Masukan